The Princess Of Lycan

The Princess Of Lycan
Hierarki II



Malia, Alison, Audrey dan banyak lagi wanita lainnya berkumpul di lantai atas.


"Baiklah kita sambut Miss Whiterose 2021 kita, yang pertama Miss Alison Snow dan pasangannya Jonathan Crystopher.." pembawa acara mulai membuka festival dansa


Lalu Alison berjalan menuruni tangga, Jonathan menyambutnya di bawah tangga. Jonathan mencium tangan Alison lalu menggandengnya ke Altar dansa bak Ciderella dan pangeran Charming.


prok prok prok, semua orang bertepuk tangan.


"Berikutnya, Miss Amber Austine dan pasangannya Matt vincent.."


Amber berjalan menuruni tangga.


"Hey, Apa kamu tau dimana Shelly? Festival hampir dimulai, dimana dia?" Tanya Miss Katy (guru mereka) pada teman teman Malia


"dia lagi ke toilet, sebentar lagi akan datang miss.." ucap mereka


Satu persatu para wanita berjalan menuruni tangga dan berbaris dengan rapi di Altar dansa untuk menunggu festival dansa dimulai


"Audrey, did you see Jason down there?"


(Audrey, Apa kamu melihat Jason dibawah sana?)


Ucap Malia sambil melihat lihat ke lantai bawah, mencari cari keberadaan Jason yang tak kunjung datang.


Malia khawatir dengan keberadaan Jason.


"Nopeee.."


(enggakkk..) Ucap Audrey sambil membenarkan tatanan rambutnya


"its okay, kamu membawa dua pasangan dibawah sana pasti salah satu dari mereka akan menyambutmu.. jangan khawatir 😘" Ucap Audrey


"Berikutnya, Miss Audrey Deniese dan pasangannya Vicky Prasetyo.." ucap pembawa acara


"Aku akan turun, see you there!"


(aku akan turun, sampai jumpa disana!)


Ucap Audrey sambil mengelus pundak Malia.


Semua orang bertepuk tangan.


"Yang terakhir, Miss Malia Hwa Sean dan pasangannya Jason Andreasean.."


Hati Malia berdetak kencang.


Malia melangkahkan kakinya menuruni tangga dengan pelan, tidak ada Jason atau Hans disana.


Mata Malia melihat sekeliling mencari keberadaan kakak kakaknya. Malia menghentikan langkahnya ditengah tangga. Para penonton mulai berbisik


"Dimana pasangannya? Apa dia akan berdansa sendirian?"


Suasana menjadi hening, Malia melangkah lagi dengan perlahan. Saat hampir sampai di ujung tangga tiba tiba isaac datang dari kerumunan penonton dan menyambut tangan Malia.


"Where is Jason? πŸ™„"


(Dimana Jason? πŸ™„)


Tanya Malia sambil berbisik pada isaac


"I dont know.."


(Aku tidak tahu..)


Isaac mencium tangan Malia lalu menggandengnya ke Altar.


Semua peserta festival berbaris dan memberi salam pada pasangannya dengan membungkuk. Musik mulai dinyalakan, Malia menggapai tangan isaac dan mulai berdansa.


"Siapa sebenarnya kamu, apa kamu benar benar Lycan seperti yang mereka katakan?" ucap Malia dalam hati sambil menatap mata isaac.


Isaac seolah menyesali perkataannya waktu itu, dia berubah menjadi isaac yang dulu lagi.


Laki laki gagah dengan senyum hangatnya, tingkah lembutnya yang kini benar benar sudah tidak Malia kenali lagi.


Isaac melingkarkan tangannya di pinggang Malia. kedua tangan Malia melingkar di leher Isaac, Malia berdansa dan berputar dengan anggun. Isaac menatap Malia namun wajah Malia menunduk.


"Malia, kamu berdansa dengan baik.. ☺️" bisik Isaac menggengam lembut pinggang Malia.


Malia melirik ke mata Isaac, diraut wajahnya Isaac dapat melihat kekhawatiran yang mendalam pada wajah Malia


"jangan khawatir, Aku ada disini.. ☺️"


Isaac seolah mengerti akan ada hal buruk yang akan terjadi.


Malia diam saja sambil terus berdansa.


Belum selesai berdansa tiba tiba seseorang masuk ke ruangan dan berteriak


"Ada mayat!!!!! Ada mayat dikoridor sekolah!!!! 😩"


Seketika semua orang berlari berhamburan ke luar ruangan.


Malia malah berlari menuju koridor sekolah. Air mata Malia mulai menetes khawatir jangan jangan itu adalah mayat Jason atau Hans.


Isaac berlari mengikuti Malia


"Dont die! dont die! DONT DIE!"


Malia berteriak sambil berlari


"Malia! 😨" Teriak Isaac


Malia terus berlari hingga saat melewati aula gedung


Cyittttttt sepatu Malia berderit karena berhenti mendadak. Mata Malia terbelalak melihat seekor serigala hitam sangat besar menghadang Malia.


"Rrrrrhhhhhh.." Serigala itu mengeram pada Malia.


"Malia! 😦" Jason datang dibelakang Malia, jasnya tampak lusuh.


Malia berdiri hanya setengah meter didepan serigala besar itu.


Malia hendak menyentuh kepala serigala itu, serigala itu menjadi lebih tenang. Tiba tiba asap gelap menyelimuti serigala tersebut, Serigala itu berubah menjadi seorang laki laki dengan tubuh tinggi besar dan berambut coklat panjang sepinggang, asap hitam berputar mengelilinginya, matanya menyala berwarna merah. Laki laki itu menyambut tangan Malia dan mencium tangannya


Laki laki itu tersenyum mendekati Malia.


"Apa ini kamu, Hierarki?"


Hierarki membelai pipi Malia dan tersenyum masam.


"Kamu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, Hwa.. sangat mirip dengan ibumu.. πŸ₯°" Hierarki memeluk pinggang Malia.


Jason berbisik pada Isaac


"Hey, aku tidak peduli siapa kamu atau apa yang kamu lakukan pada Malia. Tapi, Apa itu benar benar Hierarki? tidakkah dia terlalu tampan untuk menjadi musuh? πŸ€”"


Isaac diam saja


"Apa yang kamu inginkan dariku?" Tanya Malia dengan menatap wajah gagah Hierarki.


"Jangan berbicara keras padaku, sayang.. ☺️ Aku akan menjemputmu pulang"


Hans kemudian datang.


Hierarki menutup mata Malia dengan tangannya.


"Kamu mungkin tidak akan menyukai ini, Manis..!" Seketika Malia jatuh pingsan. Hierarki membopongnya.


"Rrrrrhhhhh.. 😠" Hans menunjukkan taringnya, muncul tiga serigala hitam dibelakang Hierarki.


"Untuk siapa kalian bertarung? Aku bukan tandingan kalian! Aku hanya mengambil apa yang telah Celia Hwa janjikan padaku.." Hierarki itu melayang dengan dikelilingi asap hitam yang berputar. Rambutnya yang panjang terurai melayang mengikuti desir angin yang bergerak disekitarnya.


(Note : Vampir dan Hybrid bisa berusia ratusan tahun, namun Lycan hanya berusia sama seperti usia manusia. Hierarki dan Isaac adalah Hybrid)


Sejenak Isaac memejamkan matanya. Udara mendesak keluar dari mulutnya. Saat Isaac membuka matanya dia sadar kakinya tidak lagi berpijak di tanah, dia melayang dan diselimuti oleh asap hitam yang tebal dan menyerupai ekor serigala yang panjang, matanya menyala keemasan.


"Oh, Wow.. Hello, brother!"


(Oh, Waw.. Hallo, kakak!) Ucap Hierarki menyadari bahwa aura Isaac adalah aura kakaknya yang telah berpisah dengannya.


(Note : Isaac dan Hierarki se-ibu tapi beda ayah)


"Kembalikan Malia!"


Isaac meloncat ke arah Hierarki dengan penuh amarah, Hierarki terbang mundur dengan pelan.


"Aku tidak akan segan menghabisi kalian semua!" ucap Hierarki


"Grrrrrhhhh.." Isaac mengeram


"Hahaha ternyata kamu disini untuk menyerangku dan melindungi adik tirimu ini? Ayo pulanglah denganku dan dengan adik iparmu ini (Malia) kakak, Hybrid sepertimu tidak pantas hidup bersama vampir rendahan seperti mereka!"


(Note : Hybrid adalah Vampir setengah Lycan)


Asap gelap Hierarki berubah berbentuk seperti tentakel panjang yang melayang lalu meluncur ke arah Isaac, Isaac terbang menghindar.


Brakkk!!!! Asap itu membuat retakan pada dinding.


"Hahaha, kau cukup lincah kakak!"


"Fight me as a real men! Letakkan dia!"


(Lawan aku seperti pria sejati! letakkan dia!)


"Hahaha! Okay!"


Hierarki lalu meletakkan Malia di tepi ruangan, seketika Hierarki berubah menjadi serigala hitam yang sangat besar, matanya merah menyala.


Begitu juga dengan Isaac, Isaac menunduk dan seketika berubah menjadi serigala besar dengan warna mata kuning keemasan.


"Jika aku harus mati, aku tidak akan menyesalinya karna aku mati dengan memegang janjiku padamu, Malia! Aku harap kamu bisa memaafkanku.." Ucap Isaac dalam hati karena harus menghadapi adiknya sendiri demi seseorang dicintainya.


Jason dan Hans segera membawa Malia ke mobil. Saat keluar dari gedung pesta mereka bertemu dengan seekor serigala besar yang menunggu mereka di teras gedung.


"Bawa Malia pergi! Biar aku yang atasi!"


Ucap Jason.


Seketika mereka berlari keluar, Hans membopong Malia menuju mobil sedangkan Jason berdiri didepan serigala tersebut.


Hans memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, beberapa serigala berlari mengikutinya..


Episode selanjutnya akan rilis setiap jam 00.00 πŸ˜‰ Jangan lupa like, komen dan votenya ya kakak 😊