The Princess Of Lycan

The Princess Of Lycan
Malia Hwa Sean




...Malia Hwa Sean...


Putri satu satunya dari keluarga Sean. Malia berusia 18 tahun dan berambut hitam ikal gelap sepinggang, dengan perawakan kecil mungil dan tato serigala di tengah punggungnya. Kulitnya putih bersih, siapa yang tidak jatuh cinta dengan kecantikannya.. 😘


Ibunya bernama Celia Hwa adalah istri kedua Tuan Tate Sean, istri pertama Tuan Sean yaitu Yuhara Sebta meninggal saat melahirkan anak ketiganya.


Namun sejak kecil Malia tidak pernah berjumpa dengan ibunya. Entah dimana keberadaan Celia Hwa.


Tate sean adalah salah satu pengusaha yang sangat sukses, dia sangat kaya raya.


Malia hidup di new york bersama Ayahnya. Dia adalah gadis yang sangat polos, dia tidak memiliki banyak teman. Dan yep, Malia memiliki tiga orang kakak laki laki.


(Author bisikin ya, secara biologis mereka dan Malia bukanlah saudara πŸ˜‰ beda emak beda bapak. Nanti akan terungkap..)


Sejak kecil Malia hanya bertemu dengan kakak kakaknya sesekali karena mereka semua tinggal di london. Malia tidak pernah benar benar mengenal kakaknya.


Keinginan terbesar Malia hanyalah ingin bertemu dengan ibunya, ingin memiliki keluarga sebagaimana keluarga lain yang hidup bahagia bersama ayah dan ibu mereka.


Setiap kali Malia menanyakan tentang Celia Hwa raut wajah ayahnya langsung berubah, Malia tak tega karna tentu saja Tate Sean juga sangat sangat merasa kehilangan.


Β 


"Bagaimana rasa bubur ini?!" Tanya Tate sean


"Emmmm.. menurutku lebih enak masakan bu yuni, ayah.. 😌" ucap Malia sambil mengunyah bubur buatan mba yuni


"Heheh, anak ayah sekarang sudah pinter menilai makanan yah.. Malia ingin lanjut kuliah dimana?!"


"Sebenarnya aku ingin ke london, ayah..πŸ™„"


"London?!"


"Iya.. "


"Kenapa ingin kuliah di london?"


"Aku ingin mengambil jurusan yang sama dengan ibu, yah.. ingin kuliah ditempat yang sama dengan ibu" πŸ₯°


Ayahnya diam saja tak menjawab Malia.


"Malia, ayah berangkat ke kantor dulu ya.." Ucap Tate Sean sambil mengusap poni Malia


"iya, daaah ayah.. 😊"


Malia menyelesaikan makannya dan membantu bu yuni membersihkan dapur.


15 menit kemudian


Riiiiiing!!!


Telepon rumah berdering, Malia segera mengangkatnya


"Halo.."


"Halo, Malia.."


"Kak hans?"


"Iya, Malia.. kakak akan sampai di new york sore nanti.. nanti beri tahu pak santo untuk menjemput di bandara ya jam 4.."


"Kakak ke new york? Iya, nanti Malia sampaikan 😊"


"Iya Malia.. pesawat sudah make take off, kakak matikan telfonnya ya.. Daahhhh.. 😘"


"Daaahhh.."


Β 


Malia tengah sibuk di dapurnya membuat kukis coklat untuk menyambut kedatangan Hans.


"Malia.."


"Kakak πŸ€“" Malia berlari memeluk Hans. Wajahnya ayu, matanya pekat berbinar, dengan rambut yang diikat ekor kuda serta baju dan tangannya kotor oleh tumpahan tepung dan coklat bubuk.


"Sebentar ya, Malia ambilkan kukisnya dulu.." Hans membelai lembut rambut Malia


Hans duduk di kursi meja makan, memandangi adiknya yang kini telah tumbuh dewasa. Dengan memakai kaos pink sepusar dan celana hotpans hitam, Malia berlari ke oven dan mengambil kukis tersebut.


Hans menggigit potongan kukis pertamanya, Malia menatapnya dengan antusias.


"Kakak lelah sekali, bu yuni udah siapin kamar? Kakak akan menginap malam ini.. " Ucap Hans sambil melonggarkan dasinya


"Udah kak ☺️" Jawab Malia dengan Manis


Hans meneguk teh hijau yang disiapkan Malia.


"Ayah bilang kamu ingin kuliah di london?" Hans memberikan bingkisan kecil pada Malia berisi scraft/syal


"Emm.. aku hanya bilang satu kali, aku pikir ayah tidak akan setuju πŸ™„" Malia membuka bingkisan tersebut.


"Kalau kamu mau, kamu bisa tinggal di mansion Sean" Ucap Hans tapi diabaikan Malia yang sibuk membolak balik scarft itu.


"Huft.. Hey.. πŸ˜’" Hans mengambil scraft tersebut dan memakaikannya di leher Malia.


Malia menatap mata Hans


"Kakak udah ngomong sama ayah?"


"Beneran? πŸ˜„" Malia tampak antusias


"Iya.."


Bagi Malia Hans adalah sosok laki laki paling sempurna. Sikapnya yang pendiam, tampan, penyayang dan kaya raya membuat Malia sangat mengaguminya sejak kecil.


23.11


Hans berada di kamarnya mengerutkan alisnya merasakan pusing karena pekerjaannya, Malia datang membawakan coklat panas untuknya. Terdengar Hans sedang berbicara di video call laptopnya.


"Kakak.. πŸ™„" Malia membuka pintu pelan pelan


"Ya, Malia.." Hans terlihat sibuk membolak balik buku laporan perusahaan.


Hans melirik Malia yang hanya memakai gaun tidur dengan potongan leher rendah dan panjangnya hanya selutut berwarna putih tanpa lengan.


"Kemari.."


Malia lalu mendekat dan meletakkan secangkir coklat panas di samping laptop Hans. Malia sesekali mencuri curi pandang melihat siapa yang sedang video call dengan kakaknya.


"Hey.." Hans menarik Malia ke pangkuannya.


"Lihat, dia Isaac kakakmu.. " Ucap Hans


(note : isaac dibaca is-hak)


Malia terlihat antusias memandang ke layar laptopnya


"Isaac.. ini Malia.." ucap Hans pada Isaac


"Hallo, anak manis.. Sekarang udah gede ya.. kamu kapan datang ke london?! 😘" Tanya Isaac sambil sibuk membolak balik buku laporan dan melihat ke layar sesekali.


"Hallo.. kakak.. kakak juga manis, besok Malia ikut kak Hans pulang kak" Malia tersenyum pada Isaac menunjukkan gigi gingsulnya dengan gemas, Isaac meliriknya dan membalas senyum manisnya.


"Kamu kenapa belum bobok? Bobok gih, besok biar gak kesiangan.. 😘" Isaac mengikat rambutnya sambil menggoda Malia


Malia asik ngobrol dengan Isaac, Hans menyenderkan punggungnya di kursi lalu kembali membuka buku laporan perusahaan membiarkan kedua adiknya berbincang bincang.


Hans melihat tato serigala kecil di punggung Malia, Hans menyentuhnya, Malia menggerakan pundaknya karna geli.


"Apasih.. kaaaak.. 🀨"


Hans tertawa melihat malia menggerutu.


"Maaf.. maaf.." ucap Hans


Malia lalu bangun dan duduk di sofa seberang meja kerja Hans. Malia duduk terdiam memandangi Hans yang sedang lembur, sesekali Hans melirik Malia.


01.35


Hans menutup laptopnya dan melihat Malia yang tertidur tengkurap di sofa. Tangan kanannya menjuntai ke lantai dengan hp yang masih menyala. Hans menghampiri Malia lalu melihat layar HP Malia yang menampilkan tampilan instagram Malia karna Malia barusaja mengupload foto Hans


"Seandainya sajaaa suamiku seperti diaaa 😭😭😭" tulis Malia sebagai caption postingannya.


Hans tersenyum masam.


"Dek.. " bisik Hans membangunkan Malia.


"😴" Malia tertidur pulas. Hans membopong Malia dan membawanya ke kamar Malia. Hans membaringkan tubuh Malia di kasur.


Hans mematikan lampu kamar Malia dan keluar dari kamar Malia.


07.01


Dengan gaun floral berwarna mustard dan kaos kaki coklat panjang diatas lutut, lengkap dengan topi dan kacamata hitam Malia masuk ke kamar Hans.


Hans tertidur dengan bertelanjang dada, Malia tertegun memandang tubuh sixpack Hans dengan wajahnya yang sangat tampan.


"Ah, bagaimana mungkin aku perasaan seperti ini.. dia kan kakakku sendiri.. 😌" ucap Malia dalam hati


"Hey, open your eyes! 😘"


(Hey, buka matamu!) 😘


Ucap Malia sambil menepuk nepuk kedua pipi Hans.


Hans mengerutkan alisnya karena masih sangat mengantuk.


Hans melirik ke jendela yang sudah terbuka lebar. Hans tidak terbiasa dengan jendela kamar yang dibuka selebar itu.


"Ayokkk!!! Buruan!!!" Malia mengguncang badannya membuat sebagian kasur Hans berguncang dan berderit.


"Ugggghhhh.. Stop, stop! 😡"


Hans memegang kedua lengan Malia dan menjatuhkannya ke kasur. Hans lalu duduk di tepi ranjang dan memakai kaosnya. Malia tertawa renyah.


"Kakak, Malia nunggu dibawah yaa.."


Teriak Malia berlari meninggalkan kamar Hans. Malia benar benar masih seperti anak kecil, bernyanyi dan berlarian kesana kemari.


"Hans, Ayah titip Malia ya.. dijaga, Ayah akan menjemputnya saat urusan Ayah selesai ☺️" ucap Tate sean sambil sarapan.


"Baik ayah.."


08.45


Pesawat sudah take off, Malia tertidur di pundak Hans.