The Princess Of Lycan

The Princess Of Lycan
Milk tea



Esok paginya, 09.11


Malia mendatangi Miracle clinic. Dengan celana baggy berwarna hitam dan atasan kemeja floral berwarna mustard Malia tampak chic dan sexy.


"Suster, dokter Isaacnya udah dateng? 😊" Tanya Malia pada suster di resepsionis


"Udah non, baru saja datang.. silahkan ambil nomor antrian 😊" Suster mengira Malia datang untuk berkonsultasi dengan dokter Isaac.


"Enggak sus, mau ketemu sebentar bisa? 😊"


"Boleh nona silahkan tetapi jadwal konsultasi dimulai 10menit lagi, mohon pengertiannya.."


Suster itu mengingatkan Malia agar tidak terlalu lama.


"Baik, terimakasih sus.. 😊"


Malia berjalan meninggalkan resepsionis, memasuki lorong koridor rumah sakit yang masih sepi.


...Dr. Isaac Sean...


...Do not enter...


Nama Isaac tertulis pada sebuah pintu, Malia mengetuk pintunya.


"Masuk sepuluh menit lagi" Ucap Isaac dari dalam ruangan


"Isaac? πŸ™„" Ucap Malia.


"Oh, hey.. Masuk sini.. 😊" Isaac mengijinkan Malia masuk.


Malia duduk dikursi konsultasi, meletakkan sebox vanila cream pie buatannya. Isaac tampak gagah dengan baju putih dan stetoskop yang menggantung dilehernya.


"Aku khawatir sama kamu, tadi pagi Arki nelfon katanya dia lihat mobil kamu ada di tepi persimpangan Whiterose dalam keadaan penyok, Kamu gapapa?" Tanya Malia


"Aku gapapa kok 😊 Ugh, aku lupa belum nelfon montir buat jemput mobilnya. Aku cuma sedikit ngantuk aja tadi malem jadi nabrak pembatas jalan"


Isaac duduk dimeja didepan Malia.


Isaac menyembunyikan fakta bahwa dia telah diserang oleh seorang Lycan wanita dari gerombolan Celia Hwa, Isaac tidak ingin membuat Malia khawatir.


"Kamu beneran gapapa?"


Malia membelai pipi Isaac.


"Aku gapapa 😊" Isaac melepaskan belaian tangan Malia dari pipinya.


"Kamu ga kuliah?" Tanya Isaac


"Ini bentar lagi juga berangkat. Oh iya ini vanila cream pie-nya udah aku angetin lagi.. 😊"


"😊" Isaac menyibak rambut gondrongnya tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Malia.


Tiba tiba suster Anie masuk ke ruangan Isaac


"Dokter, pasien pertama sudah menunggu.."


"Yaudah, Aku balik dulu ya.. 😊" Ucap Malia meninggalkan sekotak vanila cream pie dimeja Isaac.


"Iya hati hati ya 😊" Isaac mengusap rambut Malia dengan lembut.


Malia meninggalkan ruangan Isaac.


"Saya panggilkan dulu pasien pertama ya dok.." Ucap suster Anie


"Tunggu.."


"Kamu suka cream pie?" Tanya Isaac


"I.. iya suka dok.." Anie tampak bingung dengan pertanyaan Isaac


"Ambil ini"


Isaac memberikan Vanila cream pie buatan Malia pada Anie.


"Terimakasih dok 😍"


Suster Anie meninggalkan ruangan.


"Hhhh, Malia aku harap aku bisa berhenti mencintaimu.." ucap Isaac dalam hati.


Isaac melihat ke arah luar jendela, melihat Malia masuk ke mobil Hans dengan wajah ayunya yang berseri seri.


Hans melirik ke arah Isaac, memberikan senyuman yang tidak begitu mengenakkan.


Beberapa suster bergosip diresepsionis.


"Bukannya itu tadi gadis yang waktu itu datang tengah malam? kok dia dianterin cowok? aku pikir dia kekasih dokter Isaac πŸ™„" Suster Rica sambil mengunyah cream pie buatan Malia.


"Iya aku juga ngerasa dokter Isaac ada rasa sama dia soalnya dia ga pernah seperhatian itu sama cewek, apa mungkin cintanya ditolak 🀣?"


"Ih ga mungkin lah, siapa yang bisa menolak cinta dari dokter setampan itu? 🀣" Ucap suster Anie.


09.45


Hans terlihat tidak senang dengan Arki, yang jelas jelas tatapannya memiliki arti lebih dari sekedar teman.


"Kak, Malia berangkat dulu ya.. 😊" Malia membuka pintu mobil.


"Mal.." Malia melirik Hans


Hans langsung memberikan kecupan mesra pada bibir Malia.


Jace and Arki be like "πŸ˜‘"


"Daaah.." Ucap Malia


Hans tersenyum manis, Malia keluar dari mobil Hans dan menghampiri Arki dan Jace yang duduk tepat didepan mobil Hans.


"Hey, guys! lagi nunggu siapa?"


Sejenak Arki terpukau dengan penampilan Malia dengan celana baggy yang terlihat trendy.


"Lagi nunggu orang ciuman, dahlah yuk!"


Jace mengajak Malia dan Arki untuk segera masuk ke dalam kelas.


"Hey, Malia.." Audrey lari tergopoh gopoh menghampiri Malia sambil membawa segelas milk tea yang dibelinya saat berangkat ke kampus.


"Jangan lari lari Drey.." Ucap Malia.


"Huft, beneran kamu jadian sama Hans?" Tanya Audrey menarik Malia untuk duduk disebuah kursi kayu. Jace dan Arki juga ikut duduk bersama mereka.


"Iya Drey, dia mengakui perasaannya padaku 😊"


"Huft, syukurlah.. Mal.. aku senang akhirnya dia bisa menerima kamu juga! 😌" Audrey memeluk Malia.


Audrey terlihat bahagia dengan hubungan mereka. Hanya Arki dan Jace yang terlihat tidak begitu bahagia.


"Oh iya keadaan kak Isaac bagaimana? tadi malem aku sama temen temen liat mobilnya dia di dekat persimpangan Whiterose. Dia kecelakaan?" Tanya Audrey


"Dia gapapa kok, aku udah ketemu dia tadi pagi 😊 yuk buruan masuk ke kelas.." Ucap Malia


Selesai kelas mereka berpisah, Malia duduk sendirian ditaman kampus. Tiba tiba Malia teringat Jason lalu memutuskan untuk menelfonnya sekedar menanyakan kabarnya


"Hallo, Mal?"


"Hallo, Jason ☺️ Kamu kapan balik ke sini lagi?"


Jason memakai jaket berwarna merah marun dan sedang joging bersama teman temannya.


"Segera, nanti aku kabari kamu pas mau balik. Masih harus menyelesaikan beberapa urusan, kamu apa kabar πŸ˜„?" Tanya Jason sambil duduk disebuah kursi dibawah pohon rindang.


"Aku baik baik aja kok, Aku sekarang pacaran sama kak Hans πŸ˜„βœŒπŸ»" Malia memberikan kabar gembira pada Jason yang selama ini turut menjadi tempat berkeluh kesahnya.


"Serius? kok tiba tiba dia berubah gitu?" Tanya Jason seolah tidak begitu senang dengan kabar yang diberikan Malia.


"Huft.. ya walaupun diawal awal dia kekeuh dan ga mau mengakui perasaannya tetapi sekarang dia udah jujur, dia juga minta maaf karena sebelumnya selalu menolakku berkali kali. Kamu harusnya ada disana pas dia mengakui perasaannya πŸ˜„ rasanya seperti memenangkan lotere puluhan milyar πŸ˜„" Ucap Malia.


"Hahaha, Aku akan segera pulang. Jangan lupa traktir makan ya.. πŸ˜„" Ucap Jason


"Siapa ay yang telfon?" Tanya seorang wanita disebelah Jason.


"Adikku, eh udah dulu ya Mal nanti ku telfon lagi πŸ™„" Jason segera mematikan telfon dari Malia.


Malia berpikir mungkin itu kekasih Jason, tapi mengapa Jason tidak pernah cerita apa apa 😌 tapi ya sudahlah.


Tiba tiba Jenna dan Caroline mendatangi Malia yang sedang duduk sendirian.


"Malia ya?" Jenna duduk disamping Malia sementara Caroline berdiri didepan Malia.


Malia tampak lupa dengan Jenna tetapi sekilas terasa familiar dengan wajahnya.


"Aku Jenna, kita pernah bertemu di Bar&Billie sebelumnya"


"Oh, iya.. Aku ingat πŸ˜„" Malia tersenyum manis pada Jenna. Sosok wanita yang memakai jaket kulit hitam dan celana jeans hitam, tampaknya Jenna buka mahasiswa di universitas ini karena Malia tidak pernah melihatnya disini sebelumnya.


(Note : Jenna dan Caroline adalah betanya Arki)


"Tidak perlu bersikap manis didepan kita, Malia. Kita tahu siapa kamu sebenarnya, lebih baik kamu jauhi Arki dan Isaac!" Ucap Jenna


"Celia hwa terus menerus mengirimkan Lycan untuk mengancam Isaac dan membunuh betanya Arki satu persatu, Arki bahkan hampir kehilangan separuh dari betanya. Kamu harus sadar diri Malia, kamu tidak bisa membiarkan orang orang mati hanya untuk menuruti kemauan Arki. Jauhi mereka!"


Ucap Caroline sambil melihat lihat ke sekitar takut ketahuan oleh Arki.


"Ayok!" Ucap Jenna menarik tangan Caroline agar segera meninggalkan Malia.


Sejenak Malia terdiam, memikirkan badai apa yang sebenarnya mereka (Isaac dan Arki) hadapi. Mengapa mereka tidak mengatakan apapun pada Malia? bukankah seharusnya mereka mengadapinya bersama sama.


Hans menelfon Malia.


"Sayang, kamu dimana? ini aku udah diparkiran"


Hans menjemput Malia, Malia segera bergegas menemui Hans.


Episode selanjutnya akan rilis setiap jam 00.00 πŸ˜‰ Jangan lupa like, komen dan votenya ya kakak 😊