
"Iya kak, Masuk!" Teriak Malia sambil membereskan sofa yang berantakan.
Hans masuk lalu duduk disofa dengan Malia.
Audrey dan Alison bergegas ke dapur dan menguping dibalik dinding (Author ga suka sama cewek cewek kepo ini 😌)
"Kamu baru bangun?" Hans melihat Malia yang terlihat masih lusuh
Malia mengangguk sambil menguap karena masih mengantuk.
"Kamu bisa tidur lagi kalau masih ngantuk, biar kakak datang lagi sore nanti ☺️"
"Gapapa, ga ngantuk kok. Ada apa?"
Ucap Malia dengan ekspresi datar, Hans menyadari Audrey dan Alison sedang menguping pembicaraan mereka.
"Kita jalan jalan pagi sebentar yuk? Ada festival kuliner lho di sepanjang jalan Whiterose ☺️" Ucap Hans.
"Yaudah aku mandi dulu" Malia meninggalkan Hans.
Audrey datang membawakan secangkir teh hijau hangat untuk Hans. Hans melirik puntung rokok yang telah diusak di ujung meja.
"Kalian merokok?" tanya Hans
Audrey gugup, tidak mungkin Audrey mengatakan bahwa itu adalah puntung rokok Arki.
"Em.. ak.."
"Iya kak Audrey merokok"
Belum sempat Audrey menjawab, Alison datang dan memotong kalimat Audrey.
Audrey be like "😑"
Hans duduk di sofa yang hanya berjarak beberapa meter dari ranjang Audrey dan hanya dibatasi oleh tirai berwarna ungu muda.
Hans meminum teh buatan Audrey
Sekilas Hans melihat siluet tubuh Malia dari belakang tirai, Malia tengah sibuk berpakaian dan berdandan.
"yuk.." Ucap Malia.
Dengan celana baggy berwarna putih dan kaos lengan pendek berwarna tosca, Malia terlihat begitu bugar.
Hans tersenyum manis pada Malia.
"Mal, nanti kalau balik beliin makan siang ya. Aku ga keluar hari ini" Ucap Alison
"Okay beb, daaah.."
"Daah.."
Malia dan Hans berjalan keluar dari apartemen Audrey. Mereka menuruni tangga, dengan lembut Hans memperlakukan Malia bak seorang putri. Hans membukakan pintu mobil untuk Malia, Arki menatap mereka dari jendela kamarnya.
Sepanjang perjalanan Malia diam saja, menunggu Hans untuk memulai pembicaraan.
"Tadi malem yang nginep siapa saja? ☺️" Tanya Hans
Malia menguncir rambutnya.
"Aku, Audrey sama Alison. Bertiga" Malia terlihat masih marah dengan Hans
Hans bingung harus memulai percakapannya dari mana.
"Malia, soal tadi malam ak.."
"ssshhhh 🤫 its ok, aku ga akan memaksamu untuk mencintaiku lagi. berhenti mengatakan aku kekanak kanakkan 😑" Ucap Malia tanpa melirik Hans sedikitpun.
Malia memotong kalimat Hans karena Malia mengira Hans akan menasehatinya lagi tentang sikap kekanak-kanakkannya.
Hans terdiam mendengar perkataan Malia yang seolah bosan mendengar nasehat Hans.
Sesampainya difestival kuliner Hans menggandeng Malia menyusuri jalanan yang dipenuhi oleh tenda tenda makanan.
"Kamu mau ice cream? ☺️" tanya Hans
"Its so childish, i dont like it"
(itu terlalu kekanak kanakkan, aku tidak suka)
Hans menggandeng Malia, Malia tidak terlihat begitu bahagia berjalan bersama Hans. Walau sebenarnya Malia hanya sedikit menjaga sikap didepan Hans.
"Ayok duduk disana ☺️"
Hans menunjuk sebuah kursi yang berada dibawah pohon yang rindang. Malia mengangguk
"Gimana rasa cheese sandwitchnya?" Tanya Hans.
"Not bad (tidak buruk)" Malia mengunyah Grilled cheese sandwitch yang dibelikan Hans.
Mereka terpaku beberapa saat, ada ratusan kalimat dibenak Hans yang ingin dikatakan tapi ia tidak tahu harus memulainya darimana.
"Malia.."
"Em?" Ucap Malia yang bahkan tidak melirik Hans sama sekali.
"Aku minta maaf 😔" Hans menundukkan kepalanya, menyesali semua perkataan yang ia katakan pada Malia.
"Untuk apa?" Malia menghentikkan makannya.
"Untuk semua yang aku lakukan 🥺"
Ucap Malia dengan kesal, Malia mengalihkan pandangannya
"Aku mencintaimu, Malia! aku tidak tahu apa yang ada didalam pikiranmu tetapi yang aku tahu aku mencintamu"
Hans menatap mata Malia dengan tatapan penuh harap
"Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu. Aku berusaha meyakinkan diri berkali kali bahwa aku tidak mencintaimu tapi aku gagal, dan aku mengakuinya Malia"
Hans menggengam tangan Malia
"Kamu adalah satu satunya wanita yang aku cintai di dunia ini, Malia. Maafkan aku.. 🥺"
Hans menempelkan tangan Malia didahinya.
Malia tertegun. Kini laki laki yang paling dicintainya, telah mengakui perasaannya cintanya.
Seolah ada ribuan kupu kupu yang berterbangan didalam perut Malia, Malia merasa sangat bahagia.
Malia memeluk Hans erat erat, dibibirnya tersungging senyum kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
"Aku tahu, Aku tahu kamu mencintaiku! 🥺"
Malia memejamkan matanya, air matanya menetes seperti lilin yang meleleh karena nyala api.
Hans mengelus punggung Malia.
"promise me this is forever!"
(berjanjilah padaku ini (perasaan ini) akan selamanya!)
Ucap Malia.
"Aku berjanji, Malia. Mulai sekarang aku adalah milikmu seutuhnya ☺️"
Hans mencium tangan Malia.
"Maafkan aku, Malia 🥺☺️ I love you"
"Iya kak, Malia juga sangat mencintai kakak.. 🥰"
Malia memeluk Hans, sosok yang sekarang hadir sebagai kekasih Malia.
"Kamu ga ada kelas hari ini?" Hans menggandeng tangan Malia
"Ga ada, kenapa emangnya kak?"
"Tapi malam ini balik ke Mansion kan?"
(👆🏻 pertanyaan yang meresahkan ya bund)
"Iya nanti aku balik, tapi harus ngomong sama Audrey dulu soalnya sebelumnya udah janji mau nginep beberapa hari ☺️" Malia melendot manja pada lengan Hans.
Tiba tiba hp Malia berdering
"Hallo, Alison.. Ada apa?"
"Mal gausah beli makan siang, ini tadi Isaac nganterin roast meal kesini katanya buat makan siang"
"Isaac? dia masih disitu?" Tanya Malia
"Enggak, dia udah balik barusan.."
"Kamu kesini aja, ini Isaac beliin banyak snack juga.. aku cuma berduaan sama Shelly ni 😄"
"Eh emang Audrey kemana?" Malia duduk disebuah kursi kayu sambil telfonan dengan Alison
"Dia pergi sama Jace, katanya balik nanti maleman.."
"Kemana?" Malia meminum segelas Thai tea
"Ga tau.." Alison terdengar sedang mengunyah makanan
"Em kayaknya mereka pacaran ga sih?" Malia penasaran dengan hubungan Audrey dan Jace
"Iya aku juga pikir begitu tapi si Audreynya ga ngaku, mungkin masih terlalu awal jadi dia belum mau mengakui.."
Hans be like "begosip terossss 😑"
Malia asik mengobrol dengan Alison, Hans duduk disamping Malia dengan jenuh.
"Kak, aku mau balik ke apartemen dulu.. nanti malem baru aku pulang ke Mansion ☺️" Ucap Hans pada Malia.
Hans mengantarkan Malia pulang ke apartemen Audrey.
Hans memarkirkan mobilnya dihalaman apartemen Audrey, dia sedikit merasa canggung. Hans menghentikan mobilnya lalu membuka sabuk pengaman Malia, Malia juga merasa sedikit canggung dengan Hans.
"Malia, bolehkah... aku..."
Hans mendekatkan bibirnya ke bibir Malia, Malia tampak enggan.
"e.. kakak.. a.. aku aku naik (ke lantai 2) dulu ya.."
Malia gugup dan menghindari ciuman Hans
(ngebet kali si bapack ini)
Sesampainya di apartemen Alison mempersilahkan Hans untuk masuk.
Lanjut di episode berikutnya 😉