
Beberapa hari kemudian.
Malia tengah duduk di ruang tengah dengan membaca sebuah novel favoritnya yang berjudul Ruby disudut New Orlans. Gemertik suara api mengisi kesunyian sore itu. Terlihat Malia mengenakan tanktop berwarna abu abu nan sexy dengan celana jeans panjang berwarna hitam.
Malia terhenyak saat pintu Mansion terbuka.
Cklakkk
Isaac masuk ke dalam mansion, dengan kaos hitam dan celana panjangnya yang berwarna abu abu. Setelah sekian lama akhirnya Isaac pulang ke mansion ini.
Isaac membawa sebuah tas hitam yang besar di tangannya.
Malia diam saja sambil menatap pasi ke arah Isaac, berharap Isaac akan menjelaskan alasannya pergi meninggalkan Malia. Tatapan Malia terlihat seperti seorang wanita yang cemburu pada kekasihnya.
Isaac tidak mengerti maksud tatapan Malia.
"Ada apa? 🙄" Tanya Isaac sambil berhenti di tengah tangga.
Malia diam saja sambil terus menatap Isaac.
"Hhhh..." Isaac menghela nafas lalu berjalan naik ke kamarnya, meninggalkan Malia yang terlihat kesal.
"Isaac!"
Malia berlari menaiki tangga mengejar Isaac. Isaac yang hendak membuka pintu kamarnya kemudian terhenti dan berbalik menatap Malia.
"Kamu kemana saja?" Tanya Malia dengan nada tinggi.
"Aku ada sedikit urusan jadi aku pergi ke luar kota sebentar, ada apa?" Tanya Isaac yang bingung karena Malia terlihat kesal.
Wajah Malia memerah, matanya berkaca kaca.
"Tapi ... Tapi Arki bilang kamu sedang dalam masa heat dan menghabiskan malam berhari hari dengan seorang Lycan wanita 🥺"
Ucap Malia dengan air mata yang mengalir ke pipinya.
"Hey, sssshhhh.. kemari!"
Isaac menjatuhkan tasnya lalu mengusap air mata Malia.
Isaac menarik Malia dalam pelukannya dan membelai rambut Malia dengan lembut.
Cklakkk
Isaac membawa Malia ke dalam kamarnya, Malia duduk di ranjang Isaac dengan air matanya yang masih mengalir.
Entah mengapa tangis Malia membuat Isaac merasa gemas, sikap cemburunya yang manja membuat Isaac lupa akan statusnya yang hanya calon adik ipar.
Isaac berlutut didepan Malia.
"Malia.. Sayang, aku memang baru saja melewati masa heatku tapi aku tidak menghabiskan waktuku untuk berhubungan dengan wanita lain."
Isaac menggenggam tangan Malia lalu mencium jemarinya dengan mesra.
"Aku hanya berdiam diri disebuah Mansion di tepi laut Whiterose, aku tidak melakukan apapun dengan wanita lain"
Isaac berusaha meyakinkan Malia.
"Dengan siapa kamu disana?" Tanya Malia.
"Aku hanya sendirian sayang, aku bahkan memborgol tanganku ke sebuah tiang di tengah ruangan. Aku memilih memendam hasratku sendirian."
Isaac ingin Malia tahu bahwa Isaac sangat setia kepadanya, setia pada seseorang yang bahkan bukan kekasihnya.
"Jangan menangis lagi.. 😊"
Isaac mencium tangan Malia.
Malia lalu memeluk Isaac, ia melingkarkan tangannya di leher Isaac.
Isaac menatap nanar ke pundak dan leher Malia, Isaac melihat urat nadi di leher Malia yang berdenyut. Pemandangan yang sangat menggugah hasrat vampirnya.
(Note : Berbeda dengan Lycan yang hanya merasa birahi saat masa heat/masa kawin, masa heat Hybrid lebih ekstrim karena hasrat vampirnya juga memuncak. Ia akan merasakan dahaga yang luar biasa pada darah segar, bahkan beberapa hari setelah heatnya)
Isaac menjilat leher Malia, Malia yang kaget kemudian melepaskan pelukannya namun Isaac memeluk pinggang Malia dengan kuat.
"Isaac!" Malia terhentak
"Ssshhhh.. Rilex Malia." Isaac meminta Malia untuk rilex, karena saat rilex peredaran darah menjadi lebih lancar dan Isaac bisa lebih mudah menghisap darah dari leher Malia.
Isaac mulai menancapkan taringnya, Malia mencengkram lengan Isaac dengan kuat.
Malia meringis dan memejamkan matanya merasakan perih di lehernya. Pelan pelan Isaac menghisap darah Malia, Malia mulai merasa sedikit terbiasa dengan perih di lehernya.
Bibir Malia menganga, tangannya tak lagi mencengkram lengan Isaac, hanya memeganginya dengan erat.
Isaac semakin hilang kendali, setelah beberapa saat Isaac tak juga berhenti. Malia merasa lemas, kakinya gemetar tak sanggup lagi berdiri.
Isaac memeluknya dengan erat. Pelan pelan Isaac membaringkan Malia di ranjangnya, tanpa melepaskan gigitannya pada leher Malia.
Semakin lama Malia semakin lemas, kini Malia memejamkan matanya. Suasana sangat hening, hanya terdengar lengguhan nafas Isaac yang meminum darah Malia dengan tergesa gesa.
Sementara itu Hans baru saja pulang dari kantornya, saat memasuki pintu Mansion Hans terdiam sesaat mencium aroma darah yang semerbak di seluruh sudut Mansion Ini.
Hans mengenali aroma darah manis ini.
"Malia! 😨"
Hans langsung berlari menuju kamar Isaac dengan mengikuti aroma darah yang semakin kuat.
Hans membuka pintu kamar Isaac, Isaac tak memperdulikan Hans.
Hans tertegun melihat Malia yang terbaring dengan tanktop sexy bersama Isaac yang tengah menghisap darah di lehernya dengan brutal.
Hans menarik tubuh Isaac dengan kuat, Isaac enggan melepaskan gigitannya. Hingga saat Hans menariknya dengan kuat gigi Isaac membuat sebuah luka robekan kecil di leher Malia.
Isaac jatuh tersungkur dari ranjang. Hans melihat Isaac dengan tatapan tak percaya, Hans tak percaya Isaac akan kalap oleh hasratnya sendiri.
Isaac tersadar kemudian menatap panik ke arah Malia yang terbaring tak sadarkan diri. Noda darah dari leher Malia terlihat mengalir ke seprei putih Isaac.
"Malia!"
Hans segera menggigit pergelangan tangannya sendiri lalu menempelkannya dibibir Malia, berharap Malia meminum darahnya.
(Note : darah vampir bisa mempercepat penyembuhan luka)
Malia tidak merespon apapun, tampaknya Malia benar benar kritis.
Hans kemudian memutuskan untuk menggigit lidahnya sendiri hingga berdarah, lalu mencium bibir Malia agar darahnya tertelan oleh Malia. Walau sedikit namun itu akan membantu mempercepat proses penyembuhan luka Malia.
Isaac tertegun melihat Hans mencium bibir Malia, bibir yang tak pernah sempat ia cium.
Beberapa saat kemudian Malia mulai sadar, Malia menggerakkan jarinya. Hans berhenti mencium Malia lalu membopong Malia.
"Kamu itu adikku, Isaac! Jangan lupakan batasanmu!"
Ucap Hans dengan tatapan marah pada Isaac.
Hans membawa Malia keluar, meninggalkan Isaac yang masih dilanda sesal dan kecemburuan.
Terimakasih yang sudah membaca 🥰 Jangan lupa like, komen dan votenya ya biar author makin semangat nulisnya..
...Novel "The Princess of Lycan" akan update lagi tanggal 1 Juli 2021 🥰 ...
...Terimakasih.. ...