
Note : Rebecca Alert adalah Lycan yang memata matai Malia saat camping.
Malia selesai mandi dan keluar hanya dengan berbalut handuk, tiba tiba hp Jason berdering di atas kasurnya.
Malia tidak ingin mengangkatnya karna takut jason marah, tapi saat melihat di layar hpnya ternyata Shelly yang menelpon akhirnya Malia mengangkatnya.
"Hello, Jason.."
"Shelly, ini aku.. Malia.. Jason lagi di dapur bentar lagi kesini.. Kamu apa kabar?"
"Aku baik baik aja, kamu gimana? π"
"Oh, aku juga baik baik aja βΊοΈ"
"Kakak kamu kemarin lusa dirumah?"
"Oh dia udah beberapa hari ga pulang, Jason bilang dia nginep di kantor karna kerjaannya belum selesai.. π Ada apa nyari Kak Hans?"
"Enggak, kakak kamu yang waktu itu jemput kamu pas camping.. cowok yang rambutnya panjang itu lho.."
"Oh, Isaac.. kemarin lusa? aku ga ingat sih.. ada apa emangnya" Ucap Malia sambil mencari hairdryer dilaci Jason.
"Kemarin lusa aku liat Isaac di hutan floriq, dia pakek kaos putih dan jaket hitam tebal. tapi kaosnya itu banyak bercak darah, aku bisa mencium bau darah dari kejauhan.. Apa dia baik baik saja?" tanya Shelly
Seketika Malia teringat dengan kaos putih yang berada di pojok kamar Isaac.
"i.. iya dia baik baik saja.. dengan siapa dia disana? π€¨" Ucap Jason yang tiba tiba datang dibelakang Malia
"Keringkan rambutmu..βΊοΈ"
Jason mengusap rambut Malia dengan handuk kecil.
"yang aku lihat dia sendirian.. aku pikir dia terlibat masalah dengan Rebecca, karna esok paginya polisi menemukan mayat Rebecca dekat dengan tempat aku melihat Isaac.. π€"
"Memangnya mereka saling mengenal? π€ Rebecca kan teman Jason.. mengapa Isaac berurusan dengan wanita semuda Rebecca?" tanya Malia
"aku ga tau, coba kamu tanya padanya.." ucap Shelly
Malia diam saja
"aku ga tau, tapi mungkin saja.. hemmm.. siapa yang bisa menolak wajah tampan Isaac.. π₯΄" ucap Jason menimpali
"Hufttt.. Mengapa vampir baik seperti Isaac mau berkencan dengan Lycan jalang seperti Rebecca.." Shelly terdengar bingung
"Lycan? π§" tanya Jason
"Kok kamu ga bilang Rebecca itu lycan?"
"Lho kamu ga tau? π³ perubahan pertamanya terjadi saat pertandingan cricket di gedung sekolah lho.. beritanya heboh satu kampus.." Shelly menjelaskan
"Dont blame me! aku baru beberapa bulan tinggal di London.."
(Jangan salahkan aku! aku baru beberapa bulan tinggal di London..)
Ucap Jason
"Kakakku balik ni, nanti aku telfon lagi ya.. daaah.." ucap Shelly
"daaah.." Ucap Malia
Malia mematikan hpnya.
"Apa mungkin Isaac benar benar Lycan? bagaimana dia bisa menyembunyikan jatidirinya didepan aku dan Hans selama ini? ππ© Untuk apa dia membunuh Rebecca???" Ucap Jason pada Malia
"sini!"
Malia mengambil kaos di tangan Jason
"Kamu membawakan ini untukku? π€¨" tanya Malia sambil menunjukkan baju stripless sexy dan hotpants merah muda yang diambil Jason dari kamarnya.
"aku pikir itu imut π "
Malia lalu mengambil kaos Jason di lemari lalu memakainya didepan Jason, Jason mengalihkan pandangannya.
"Ini lebih baik..π€¨" ucap Malia
"Aku mau ke kak Hans malam ini.. sekalian bawain makan malam buat dia.."
Malia membereskan handuk yang tercecer
"nanti aku yang anterin.. βΊοΈ" Ucap Jason berbaring di ranjang.
Malia keluar kamar dan bergegas memasak di dapur.
Β
21.10
"Direktur, ada yang ingin bertemu dengan anda.." Ucap sekertaris Liu
"Dia bilang namanya Malia Hwa.."
"Suruh dia masuk, kalau Malia datang lagi langsung suruh masuk saja ga usah minta ijin dulu.. π€¨" Ucap Hans
Beberapa saat kemudian Malia masuk ke ruangan Hans dengan memakai sweater kuning milik Jason yang kedodoran hingga panjangnya hanya beberapa senti diatas lututnya.
Malia berdiri didepan pintu, dengan mata sembab dan pipinya yang merona. Hans meliriknya
"Oh, wow.. Gadis manisku.. βΊοΈ"
Hans memeluk Malia dengan lembut.
"Kakak minta maaf ya udah ninggalin Malia berhari hari.. Kakak ada beberapa projek penting yg ga bsa ditinggal.. π₯°"
Hans membelai pipi Malia, membelai rambut imutnya yang dikuncir ekor kuda. Dengan penampilan seperti ini Malia terlihat seperti remaja belasa tahun.
Malia melirik meja kerja Hans yang penuh dengan buku buku laporan perusahaan.
"Iya gapapa kak.. ini Malia bawain makan malam buat kakak βΊοΈ"
"Mwah.. Terimakasih, Manis.. Sini..π₯° "
Hans mencium kening Malia dengan lembut, perlakuan hangat Hans selalu membuat Malia jatuh cinta lagi dan lagi.
Malia duduk di sofa besar disamping meja kerja Hans, ruang kerja Hans sangat besar bahkan lebih besar dari kamar Jason. Didalam ruang kerja Hans terdapat kamar milik Hans yang digunakan Hans untuk menginap di kantor.
Hans duduk di samping Malia.
Hans membuka setepak makanan yang dibawa Malia lalu mulai memakannya.
"Malia datang sama siapa? βΊοΈ"
"sama Kak Jason.. tapi dia lagi ada janji ketemuan sama Shelly bentar katanya, nanti dia jemput kesini lagi.. βΊοΈ"
Hans melonggarkan dasinya, lalu menyingcing lengan bajunya.
Hans mulai memakan makanan yang dibawa Malia, sesekali melirik ke arah Malia.
"Malia kenapa? βΊοΈ"
"A.. aku gapapa kok.. π "
"Jangan bohong sama kakak.. π ini kamu yang masak?"
"Iya Malia yang masak π em, Malia beneran gapapa.."
"ssshhhh.. Gapapa, Jason udah cerita semuanya kok.."
Malia diam saja, wajahnya memerah merasa jengkel dengan Jason
"Apa Jason juga bilang aku bercinta dengan Isaac π, Uh Jason menyebalkan sekali!!!" Ucap Malia dalam hati.
"Kakak udah curiga sejak lama tentang jatidiri Isaac, dia berkali kali mengencani Lycan betina tanpa alasan yang jelas.."
Wajah Hans tersenyum hangat tetapi dari sorot mata indahnya Malia dapat merasakan kemarahan yang mendalam pada Hans.
"ka.. kakak baru tau soal Isaac? bukannya dia tumbuh dengan kakak sejak kecil? π"
"Tidak, Manis π Aku, Isaac dan Jason tumbuh ditempat yang berbeda.. Isaac berasal dari Vatican, Ayah mengenalkanku dengannya kira kira 120tahun yang lalu.. Ayah bilang dia adikku, aku harus menerimanya dan menyayanginya.. Kami semua se-ayah, beda ibu.. sama seperti kamu juga.. Selama ini dia sosok yang baik, aku tidak pernah berfikir apapun tentang dia dan aku tidak pernah mencaritahu apapun tentang dia.. Ayah mengumpulkan aku, Isaac dan Jason karna ayah ingin kita bersama sama untuk melindungi kamu, sayang.. Usiamu hampir 18tahun, kamu akan menjadi incaran sang Hierarki segera setelah perubahan pertamamu"
Ucap Hans menjelaskan pada Malia.
"tentang tindakan Isaac malam itu pada Malia, kakak tidak akan menyalahkan siapapun.. Its okay, apa dan bagaimanapun keadaanmu kamu tetap hal termanis yang aku miliki disepanjang 214tahun umurku π" ucap Hans
(usianya 214tahun gaess.. π±)
"Kakak tidak ingin kehilangan siapapun lagi di dunia ini.. " Hans mencium tangan Malia
Malia tersenyum manis.
"Walau perasaanmu padaku hanya sebatas kakak, Aku bahagia mendengarnya.." Ucap Malia dalam hati
Tiba tiba Jason masuk ke ruang kerja Hans.
"Pengurus kampus sudah bersiap, Prom dance akan diadakan besok malam.. π"
Jason masuk lalu duduk di sofa seberang Hans dan Malia.
"Bagus.. kita harus segera mencaritahu siapa Hierarki yang sebenarnya.." ucap Hans
(Note : Hierarki adalah pemimpin para lycan yang sedang mengincar Malia)
"Apa kita mampu melakukannya tanpa Isaac? kita bahkan tidak tau seperti apa kekuatan Hierarki.." ucap Jason melemparkan sebungkus kantong darah pada Hans
"Isaac akan datang, dia berjanji padaku akan selalu menjaga Malia bersama sama.." ucap Hans
Hans meminum darah yang diberikan oleh Jason.