
Pagi 06.15
"Aaaarrrggghhπ«" Malia menjerit
"Hey, hey.. ughhhh!" Jason kaget langsung terduduk dan memegangi kepalanya yang tiba tiba merasa pusing.
"Sakit sekali kepalaku π, kenapa berteriak pagi pagi begini?!" Tanya Jason agak kesal
"Tanganmu kenapa.. π₯Ί" tanya Malia panik melihat tangan Jason terdapat banyak luka gigitan hingga berdarah.
"π" Jason kembali berbaring
Jason menggapai hpnya lalu menelpon isaac. Malia sibuk meniup niup luka di tangan Jason.
"Hallo.. Jason.."
"Kak, bisa jemput ga? Malia tiba tiba sakit gigi" ucap Jason
"Siapa yang sakit gigi? π₯΄" Tanya Malia pada Jason.
"Oke, Im on the way.."
(Oke, otewe..)
15 menit kemudian Isaac datang ke tenda Jason.
"Kakak udah ngomong sama pengurusnya?" Tanya Malia, Malia tampak tidak nyaman dengan giginya.
"Udah.. Mana yang sakit?!"
Malia langsung membuka mulutnya menunjukan rentetan gigi putihnya. Isaac meraba gigi taring Malia lalu mencoba menggoreskan jarinya dan yaaa, jarinya berdarah.
Jason yang mencium bau darah langsung melirik Isaac.
"Ayok, jangan disini.." Jason menyadari hutan florid bukanlah tempat yang aman.
Jason dan Malia masuk ke mobil, Malia lalu meminum pil yang diberikan Isaac.
Mereka sampai di mansion, Malia bergegas mandi dan berendam di bathubnya.
"hufttt.. rasanya aku tidak ingin bangun.."
Tiba tiba Malia merasa ngilu di giginya, Malia lalu bangun dan berjalan menuju cermin.
"Aaaaarrrrgggghhhh! π«" Malia menjerit melihat gigi taringnya yang semakin panjang dan terlihat menyeramkan. Isaac berlari lalu mendobrak pintu kamar mandi Malia
"Malia.." isaac tampak panik lalu cepat cepat menutupi tubuh Malia dengan handuk
"Huaa.. hiks.. hiks..π" Malia menangis sesenggukan
"Malia kenapa?" Isaac menatap Malia dan memegangi kedua pipinya.
"Gigiku.. kakak.. aku ini kenapa? π₯Ί"
"Kenapa? Sini kakak cek.. " isaac membungkukkan badannya lalu melihat gigi taring Malia yang terlihat semakin memanjang.
Berbeda dengan Vampir yang bertaring runcing, Lycan memiliki empat taring dan lebih besar.
Isaac menyadari kemungkinan perubahan pertama Malia sudah dekat, mungkin beberapa purnama lagi.
Isaac membopong Malia lalu menurunkannya di kasur.
"Malia.. kalau kakak cerita, apa Malia bisa mengerti? Apa Malia janji tidak akan marah?" Isaac menatap kedua mata Malia.
Malia mengangguk pelan.
"Ayok ikut kakak.."
Isaac mengajak Malia ke sebuah ruangan di lantai dasar.
Krieeettttttt
Pintu kamar tersebut bahkan berderit saat dibuka. Malia tertegun melihat sebuah kamar yang sangat sangat mewah namun dibiarkan terkunci begitu saja.
Ada sebuah lukisan besar yang ditutupi kain merah. Isaac membuka kain tersebut, terpampanglah sebuah lukisan pernikahan Tate sean dan Celia hwa.
Terlihat seorang wanita bergaun putih terduduk dengan tawa yang lebar memangku Jason kecil, Hans dan Isaac kecil yang berpakaian rapi serba putih. Dan juga Tate Sean, Ayah Malia yang menggendong seekor serigala kecil yang tertidur.
"I.. ini siapa?" Tanya Malia
"Celia Hwa sean.." jawab Isaac
Malia tertegun melihat foto ibunya untuk pertama kali, Celia Hwa sangat mirip dengan wajah Malia.
"Ma.. mamah? π₯Ί" Air mata Malia hampir menetes.
"Sssshhhh.. jangan nangis.." Isaac membelai pipi kanan Malia
"Mamah dimana?!" Malia mulai menangis
"Malia.."
"Lihat serigala kecil ini.." ucap Isaac
Malia lalu melihat ke lukisan lagi.
"Sebenarnya itu, kamu.."
"A.. aku?" Malia menangis sesenggukkan
"Hiks.. hiks.. itu ga bener kan?" Malia melirik lagi ke arah lukisan itu dan menyentuh gambar serigala kecil itu.
"sssshhhh.. ada kakak disini.. kakak janji, Malia tidak akan pernah sendirian.. kita cari mamah sama sama ya..π" isaac memegangi kedua tangan Malia.
Malia meletakkan kepalanya di pundak Isaac.
Isaac membopongnya ke kamar Malia, Lalu mengambilkan kaos oblong untuk malia.
"setidaknya pakai ini..π"
Malia memakai kaos tersebut. Isaac lalu mengambil hairdryer, lalu mengeringkan rambut Malia. Dengan lembut jarinya menyisir setiap helai rambut Malia.
Malia duduk terdiam di atas kasurnya, matanya sembab.
"rambutnya jangan dibiarin basah gini, nanti Malia sakit.." ucap isaac.
lalu Hans masuk ke kamar Malia.
"Malia.."
"Tadi Jason nelfon dan jelasin semuanya.. kamu gapapa? mana yang sakit.."
Hans duduk di depan Malia.
Malia lalu membuka mulutnya, menunjukkan gigi taringnya.
"oh my god, dont ever bite us..π§"
(oh tuhan, jangan gigit kita..)
Hans mengerutkan keningnya, memandang ngeri ke taring Malia.
Malia mulai menangis lagi
"huaaaa.. hiks hiks.. kak isaac apa aku terlihat menakutkan π₯Ί?" Malia memeluk pinggang isaac
"sssshhhh.. kamu sangat cantik, sayang.. ssshhhh.. taring ini hanya muncul sesaat selama beberapa kali sampai perubahan pertamamu, setelah itu kamu tidak akan menderita lagi.."
(note \= perubahan menjadi lycan)
hans berjalan ke depan jendela kamar Malia.
"kita perlu mencaritahu siapa hierarki tersebut, aku rasa dia mengintai Malia..π" ucap Jason masuk ke kamar Malia dan langsung berbaring di samping Malia.
Malia terlihat kebingungan.
"akan ada prom dance minggu depan dikampus, jika dia (sang hierarki) ada diantara para pengurus camping maka dia juga akan ada disana.." ucap Jason
(note : prom dance semacam pesta dansa)
"aku akan datang.." ucap Isaac
"aku juga.." ucap Hans
"okay, sekarang kita terlihat benar benar seperti keluarga bahagia.. hufttt i love you guys π" ucap Jason
"tu.. tunggu.. kenapa hierarki mencariku? π" tanya Malia pada Jason.
Jason diam saja dan melirik ke arah Isaac. seketika suasana menjadi hening, Jason terlihat bingung bagaimana cara menjelaskan pada Malia.
Isaac berlutut di depan Malia
"hhhhh.. π" Isaac menghela nafas
"kenapa dia mencariku kakak?" Malia menggenggam tangan Isaac
"because you are the princess of lycan.."
(karena kamulah sang putri lycan..)
Β
Pagi 09.11
Tidak lupa Malia meminum pil pemberian Isaac untuk mencegah hasrat heatnya memuncak.
Hujan gerimis membuat suasana terasa dingin. Malia duduk di ruang tengah sambil membaca Novel.
Isaac pulang ke rumah setelah bekerja di klinik miliknya.
"loh, kok tumben pulang cepet? π"
"lagi ada yang dikangenin dirumah π" Isaac mendekat dan mencium pipi Malia
"ihhh kakak jangan cium cium begitu dong π©" Malia menutup mulut Isaac dengan tangannya.
"aku dengar kamu mencium Jason dengan buas saat di tenda.. hahaha.." Isaac duduk di sebrang Malia lalu membuka dua kancing kemeja putihnya.
"emmm π Jason ngomong ya sama kakak?" wajah Malia memerah karna malu.
"hahaha.. its okay Malia, itu hasrat naturalmu sebagai lycan.. kamu akan langsung meloncat ke dalam pelukan seseorang laki laki yang ada di sampingmu saat heatmu datang.. tidak peduli siapapun dia.. itulah mengapa kamu perlu meminum pill itu selama heatmu.."
"apa yang terjadi bila aku lupa meminumnya?" tanya Malia
"kamu sendiri ga akan sanggup membayangkannya Malia.." Isaac menaikkan kedua kakinya ke atas meja
Malia diam saja
"Buatkan aku teh hijau.." ucap Isaac
Episode selanjutnya akan rilis setiap jam 00.00 π Jangan lupa like, komen dan votenya ya kakak π