
Sepulang dari kampus Malia dan Shelly memutuskan untuk langsung pergi ke apartemen Audrey.
Apartemen Audrey sangat sederhana hanya terdapat satu ruangan besar yang berisi sofa, tv dan sebuah ranjang besar yang hanya tertutup oleh tirai pembatas. Dan sebuah kamar mandi minimalis di ujung ruangan.
Malia segera membuka bukunya di meja sementara Malia memilih duduk dilantai untuk memudahkannya menulis dan menggambar. Shelly merebahkan dirinya disofa.
"Kamu lagi ngapain?" Tanya Shelly
"Ini nyelesein tugas tadi pagi.." Ucap Malia sibuk dengan bukunya.
"Guys bantuin aku pecahin es batunya" Teriak Audrey dari dapur.
"Im coming.."
(Aku datang..)
Shelly segera menyusul Audrey didapur meninggalkan Malia yang sibuk sendirian. Tiba tiba seseorang mengetuk pintu apartemen Audrey.
"Iya, tunggu.."
Malia membukakan pintu, ternyata Arki datang dengan rambutnya yang basah untuk meminjam hairdryer.
"😑" Malia tampak kesal
"Udah diminum pil KB-nya? xixixi"
Arki berjalan masuk ke apartemen Audrey, Malia menutup pintunya lalu kembali duduk untuk mengerjakan tugas tugasnya.
"Audrey!" Teriak Arki
"Iya?" Audrey tampak melongok dari dapur
"Hairdyer!" Teriak Arki.
"Di laci meja rias, cari aja!"
Karena ruang tamu dan ranjang Audrey hanya dibatasi oleh tirai maka Arki dengan mudah masuk dan mencari hairdyer.
Setelah menemukan hairdyer Arki datang dan membungkukkan badannya dibelakang Malia.
"Tugas apa itu? 🙄" Tanya Arki yang penasaran
Rambut Arki yang basah berjuntaian dan airnya menetes beberapa tetes dibuku Malia.
Malia langsung bangun dan mendorong tubuh Arki
"Arki, jadi basah kan ðŸ˜" Malia menampar nampar lengan Arki
"xixixi sorry, sorry nanti aku bantuin gambar yang baru lagi 🤠Udah, minggir!"
Arki duduk disofa kemudian mengeringkan rambutnya dengan hairdyer.
"Sini Mal, keringin!"
Malia lalu duduk dibelakang Arki dan mengeringkan rambut Arki yang panjang. Kaos abu abunya terlihat basah juga.
"Udah ketemu Hans lagi?" Tanya Arki
"Belum, enggak tau kenapa jadi males pulang ke Mansion 🙄 kamu duduk dibawah aja"
Malia meminta Arki untuk duduk dilantai. Arki kemudian duduk dilantai. Malia kembali mengeringkan rambut Arki.
"Kamu bilang mau tinggal disini?" tanya Arki
"Masih ngumpulin niat Ark, belum ada niatan buat ngobrol apalagi ijin sama Hans"
Malia menyisir rambut Arki dengan jemarinya yang lentik.
"Jangan gitu, masih bersyukur kamu punya kakak tiri yang baik baik sama kamu. Lihat Isaac, dia kakak kandungku tapi dia bahkan sama sekali tidak ingin mengenalku 😞"
"Bhahaha siapa suruh kamu maksa mau ngambil aku, kamu pikir aku boneka apa 🤣"
"Aku udah ga punya siapapun lagi didunia ini Malia, aku pikir dengan mengambilmu kamu bisa menemaniku melewati keabadian ini bersamaku"
Arki menundukkan kepalanya.
"Its okay Ark, sekarang kamu punya aku, Audrey, Shelly, Jace dan Alison 🥰"
Malia mengelus kepala Arki dengan lembut
"Pijitin sini!"
Arki menepuk pundaknya sendiri meminta Malia untuk memijitnya.
"Ih enak aja 😞!" gerutu Malia.
"Guys, ni Beef Bagel by Chef Audrey 🤩"
Audrey menghidangkan beef bagel dimeja. Malia duduk dilantai disamping Arki. Malia mengigit beef bagel tersebut.
"Enak sih, tapi aku ga terlalu suka Beef 🙄"
Malia memberikan bagel yang telah digigitnya pada Arki.
"Nih, kamu kan suka sama beef"
Arki mengigit bagel sisaan Malia.
"Mal ambilin es coca tadi dimeja dapur"
Ucap Audrey sambil mencicipi masakannya sendiri sambil menyoba menyalakan music dengan volume tinggi. Malia berjalan menuju dapur, beberapa menit kemudian Hp Malia berdering, Isaac menelfon Malia karena khawatir dengan kondisi Malia yang mengalami hal buruk beberapa hari terakhir.
Malia mengangkat telepon dari Isaac
"Hallo, Malia kamu dimana?"
"Iya Isaac, Malia lagi apartemen Audrey ni mungkin pulangnya agak maleman. Ada apa?"
Suara Malia terdengar tenggelam dalam alunan music yang disetel keras.
"Enggak papa tadi Luison Hwa (Ayah kandung Malia) ke klinik, dia pengin ketemu sama Malia. Dia bilang beberapa kali datang ke Mansion tapi sepi terus 😊"
"Oh yaudah besok pagi Malia ke BlackHill deh 😊"
"Daah.." Malia mematikan telfonnya.
21.51
Mereka memutuskan ke bar untuk menemui Jace menggunakan mobil Arki. Sepanjang perjalanan Arki hanya menyetir sambil manggut manggut mendengarkan the girls menyanyi dengan hebohnya.
Arki menggunakan topi hitamnya.
Malia duduk di kursi depan, Shelly dan Audrey duduk di kursi belakang.
Saat melewati jalan yang agak sepi tiba tiba seorang wanita melambai ditepi jalan, wanita dengan celana hitam dan jaket hitam serta memakai masker. Arki menghentikan mobilnya dan keluar sebentar untuk berbicara dengan wanita tersebut. Malia memandangi wanita tersebut dengan seksama, sosoknya terlihat familiar bagi Malia.
Wanita sexy semampai dengan rambut pirang yang ikal, beberapa saat kemudian Arki kembali ke mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan wanita tersebut sendirian.
"Siapa dia?" Tanya Audrey menyodorkan wajahnya di samping Arki
"Bukan siapa siapa 😞"
"Pacarmu? Serius pacaran sama tante tante? 🤣" Tanya Shelly.
"Kenapa ditinggal sendirian? Kamu buaya yang kejam 😤"
Audrey menepuk nepuk pipi Arki.
Malia menaikkan kakinya ke kursi lalu melihat lihat keluar jendela, Audrey dan Shelly mulai bernyanyi lagi sesekali Malia ikut menyambungi lirik yang mereka nyanyikan.
Arki memarkirkan mobilnya didepan Bar&Billie.
"Hey Jace.." Audrey memeluk Jace
"Hey sweety, Hey guys.. Duduk sini!"
Jace menyediakan tempat untuk mereka, sebuah sofa merah besar diujung ruangan.
"Alison nelfon katanya dia mau dateng sebentar lagi" Ucap Jace pada Malia.
Audrey duduk disamping Malia. Jace, Arki dan Shelly main billiard.
"Apa kamu gapapa ga pulang seharian?" Tanya Audrey
"Gapapa kok, siapa memangnya yang melarang 🤣"
"Kenapa Hans ngasih kamu pil KB tadi pagi? apa kamu benar benar sudah melakukannya (bercinta) dengan Hans?" Tanya Audrey agak berbisik.
"Yeah, aku sudah memberikannya pada Hans tapi dia bilang dia salah orang 😂 Dia mengira aku adalah orang lain. Poor me! (Malangnya diriku!)"
Ucap Malia sambil menyunggingkan senyum dibibir tipisnya.
"Serius dia ngomong gitu? 🤣 menurutku sih dia hanya gengsi aja mengakui perasaannya, soalnya dari awal kamu hadir dalam hidupnya kamu udah dianggap sosok adik yang sempurna buat dia"
Malia meneguk winenya.
Arki duduk disamping Malia. Malia asik mengobrol dengan Audrey.
Arki menimbrung obrolan mereka
"Kamu ga ngerasa dia terlalu tua untukmu?" tanya Arki
"Loh kamu pikir berapa umurmu? emangnya ka-empppp ppphhhh"
Arki menutup mulut Malia dengan tangannya karena Malia menyinggung jatidiri Arki yang sebenarnya sudah hidup selama ratusan tahun. Arki takut Audrey curiga dengan perkataan Malia.
"Pffff bhahahha aku bercanda" Ucap Malia
"Lihat dirimu, pak tua! kau lebih pantas menghabiskan hidupmu ditengah hutan! Bhhahaa"
Ucap Audrey sambil membelai rambut Arki yang panjang
"Stop it! kalian menghancurkan jiwa cool-ku 😫"
Arki bangun dan memakaikan topinya pada Audrey dengan kesal.
"Bhahaha.. Okay, okay back to the topic (kembali ke topik) Aku rasa dia membutuhkan sosok wanita yang dewasa, Malia 🤔 dengan begitu mungkin dia akan dengan mudah mengakui perasaannya"
Audrey meminum segelas winenya.
"Sosok wanita dewasa?" tanya Malia.
"iya, wanita yang memiliki kedewasaan dalam berbagai hal.."
Sejenak Malia memikirkan perkataan Audrey.
Jace kemudian mendatangi Malia dan Audrey
"girls, sebentar lagi party night mendingan kalian pulang aja deh 🥴" Ucap Jace
"yaudah, balik yuk.." Ucap Audrey
"Aku anterin Audrey ya, Malia dan Shelly dianterin Arki aja.." Atur Jace
"Okay.." Malia dan Shelly berjalan menuju mobil Arki.
Diperjalanan Malia teringat dengan wanita tadi yang melambaikan tangannya pada Arki, setelah diingat ingat Malia pikir sosok wanita itu mirip dengan Caroline.
"Tadi Caroline ya?" Tanya Malia
"Tadi siapa?" Arki pura pura bingung
"Wanita yang kamu temui pas berangkat tadi lho.." 🥴 Ucap Malia.
"Eh emangnya Caroline siapa? kamu kenal dia?" Tanya Shelly
"Teman kencan Isaac mana mungkin aku ga kenal 😞" Ucap Malia menjelaskan pada Shelly.
"Iya, dia kan beta-ku.. wajar dong aku ketemu dia, Kamu cemburu ya? ðŸ¤" Arki menggoda Malia.
"ih keGR-an banget sih, udah ya aku balik dulu.. Daah.."
Malia keluar dari mobil Arki.