The Princess Of Lycan

The Princess Of Lycan
Blue Rosewild



"Hey Girls! 🥰"


sapa Malia pada Audrey, Shelly dan Alison yang sedang duduk dikursi taman.


"Hey Sexy! 😘" Ucap Alison


"Gimana udah ketemu ayah kamu? dia bilang apa?" Tanya Audrey sambil membuka sebungkus kentang goreng yang dibawa Malia


"Ibuku ingin menemuiku. Entahlah, aku membencinya 😞"


"Ada apa emangnya?" Tanya Shelly


"Dia mengkhianati ayah kandungku dan menikah dengan Ayah The Seans, dia bahkan membawaku kabur dan dia bilang pada Ayahku bahwa aku sudah meninggal agar Ayahku berhenti mencariku. Apa dia layak disebut manusia? 😞"


(Author dan pembaca tau dia bukan manusia 🥴 Of course, Lycan)


"Serius? Aku penasaran dengan dia" Ucap Audrey


"Lalu bagaimana kabar ayahmu? Dia tinggal sama siapa sekarang?" Tanya Alison


"Dia di Blackhill, dia tinggal dengan beberapa pemuda yang emmmm sexy 🤤" Malia menyangga dagunya


"Siapa mereka?"


"Me..mereka pekerja dibengkel Ayah"


Malia sedikit bingung menjelaskan karena bagaimanapun Audrey dan Alison adalah manusia normal yang bahkan tidak percaya keberadaan Lycan dan Vampir.


Jace datang menghampiri mereka lalu duduk disamping Audrey.


"Eh, mobil kamu baru Mal?" Jace melihat Jeep biru yang dipakai Malia.


"Enggak kok, itu mobil Isaac" Ucap Malia


"Keren! bukannya itu rosewild seri blue ya? Limited edition lho, pasti harganya sangat mahal ya?" tanya Jace


"Aku ga tau 😞 aku mah dikasih mobil rongsok atau mobil mahal juga ga bisa bedain" Malia memukulkan buku pada Jace


"Bhahaha!" Jace menertawai Malia


"Isaac itu benar benar ganteng, kaya, baik pula 😌 Uh Maliaaa biarkan aku menjadi kakak iparmu 😭"


Ucap Alison melendot lengan Malia


"yeah yeah yeah, siapa lagi yang mau daftar? 🥴 biaya administrasinya 200k aja"


"Bhahaha, kamu ini adik ter-lucknut!" Ucap Jace tertawa terbahak bahak


"Lho siapa bilang aku adiknya, secara biologis NO. Aku ga ada hubungan darah sama The Seans"


(The seans : Isaac, Hans, Jason)


"Kenapa ga jadi adikku saja? Punyaku lebih besar lho daripada punya Hans 😋" Ucap Jace menggoda Malia karena Malia tidur dengan Hans yang secara hukum adalah kakaknya.


Plakkk, Audrey melempar buku tebal ke muka Jace.


"Audrey! Apa kamu ngomong sama Jace? 😤"


"Sorry sorry Mal, kita ini temen deket lho udah kayak keluarga. Jangan marah gitu, lagian Jace juga ga ngomong sama siapa siapa 😞" Audrey tampak tak enak hati


"Ugh! you so anoyying guys!"


(Ugh! Kalian sangat menyebalkan!)


Malia melirik Audrey karena sejauh ini hanya Audrey yang tahu soal ini. Malia meletakkan kepalanya dimeja.


"Kamu benar benar melakukannya dengan Hans? 😳 Apa dia yang memecahkan cerimu (mengambil keperawananmu 🍒)?" Tanya Shelly


"Iya, Aku pasti sudah gila kan? 🥴" Ucap Malia


"Ugh syukurlah bukan dengan Isaac 😌" Jawab Alison yang memang naksir dengan Isaac


Arki lalu datang menghampiri mereka


"Udah selesai kelas?" Tanya Audrey pada Arki


"Yeah, kelas terasa membosankan tanpa kalian girls!"


Arki duduk disamping Malia dan memijat pundak Malia


"Ayo ke rumahku, aku libur malam ini. kita bisa masak barbeque!" Ucap Jace


"aku ga bisa, aku ada janji sama Qiara mau ngerjain tugas kemarin lusa" ucap Shelly


"Ada apa denganmu, Mal?"


"Dia baru saja memecahkan cerinya 😂" Jace menjelaskan pada Arki


"Bhahaha? Serius? Dengan siapa?" Arki tampak antusias


"Sama Hans, sang penakluk! bisa kamu bayangkan, wajah Malia yang merintih keenakan dibawah pelukan Hans 🤣" Jace tertawa terbahak bahak


"Ih Jace ga lucu! 😤" Audrey tampak kesal dengan pembahasan Jace


"Aaaaaa oh my god, aku patah hati! 😂" Arki memegangi dadanya berekting patahati membuat mereka tertawa riang.


"Udah sih guys jangan bahas terus lagian kan udah lama juga, apanya yang lucu sih? 😭" Ucap Malia memukul lengan Arki


"Udah yuk Mal, kita ke kantin aja!" Audrey menarik tangan Malia. Shelly dan Alison mengikuti Malia.


Mereka berjalan menuju kantin, beberapa pasang mata mengikuti langkah mereka. Segerombol gadis gadis cantik yang tentu saja populer di kampusnya padahal mereka berempat masih junior.


Hari mulai sore, mereka memutuskan untuk pulang.


Sesampainya di mansion ternyata Hans, Jason dan Isaac sudah pulang. Malia berjalan menaiki tangga, Hans menatapnya dari dapur Malia meliriknya lalu tersenyum dan mengedipkan mata padanya.


"Huftttt 😞" Hans menghela nafasnya melihat tingkah adiknya yang membuat Hans pengin mati saja tapi ga dibolehin Author.


Selesai mandi Malia turun ke ruang tengah


"Isaac, tadi mobilmu bannya bocor jadi aku tinggal di bengkel" Ucap Malia menuruni tangga.


"Oh yaudah, besok aku anterin kamu ke kampus"


Ucap Isaac yang sibuk dengan laptopnya.


"Kamu mau kopi?"


Malia membuka kulkas dan memilah cemilan. Isaac menatapnya dari belakang, menatapi setiap lekuk tubuhnya yang elok. Dengan menggunakan kaos oblong yang longgar dan hotpants yang bahkan tertutup oleh kaos oblongnya, tubuhnya terlihat mungil dan sexy.


"Yeah, buatkan kopi americano tanpa gula" Ucap Isaac


"Okay, Ma lord (Okay, my lord) 😎"


(Okay, Tuanku 😎)


Malia menirukan suara pemuda di Blackhill esok tadi.


"Bhahaha, ga cocok kamu acting kayak gitu" Ucap Isaac.


Hans turun dari tangga dengan kaos oblong dan celana pendek berwarna coklat tua.


"Malia, nanti malam ikut kakak ke perusahaan. Ada pesta perayaan ulang tahun perusahaan." Ucap Hans yang masih tampak canggung setelah perdebatan kemarin.


"Jam berapa?" Tanya Malia sambil mengaduk kopi.


"Jam 18.30" Hans membuka kulkas untuk mengambil sekantong darah segar.


"Emmm, tapi boleh aku pulang lebih awal? aku ada janji sama temen temen 🥴" ucap Malia.


"Iya nanti Malia aku anterin pulang jam 10, yang penting udah hadir pas pembukaan pesta" ucap Hans


"Kamu hanya mahasiswa tapi kamu terlihat lebih sibuk dariku 😂" Isaac mengelus rambut Malia saat Malia meletakkan kopinya dimeja.


Malia kembali ke kamarnya untuk bersiap siap, dia memilih sebuah gaun dengan potongan Off the Shoulder (dengan bagian pundak terbuka) berwarna biru tua dengan aplikasi bunga anggrek dibagian pinggangnya. Gaun yang dibelikan Hans tahun lalu.


Selesai mandi Malia segera berdandan dan mengikat rambutnya lalu dihiasi bunga anggrek yang serupa dengan gaunnya.


18.17


Malia berjalan menuruni tangga, terlihat Hans sudah rapi dengan setelan Jas hitamnya.


Hans menyambut tangan Malia dibawah tangga dengan senyum manisnya. Isaac meliriknya dari ruang tengah kemudian menghampiri Malia.


"Malia.." Ucap Isaac, Malia menengok.


"Lebih baik rambutmu diurai saja" Isaac membuka ikatan rambut Malia.


"biar tato serigalamu ga menarik perhatian orang 🥰"


Isaac menata rambut Malia, rambutnya yang curly bervolume dibiarkan terurai membuat Malia terlihat lebih muda dari biasanya.


"Ayok" Ucap Hans yang takut terlambat.


Sepanjang perjalanan Malia dan Hans hanya terdiam. Hans tidak mengucapkan sepatah katapun, karena setiap kata yang diucapkan Hans hanya membuat Malia semakin tergila gila dengannya.


Begitupun Malia yang mulai merasa lelah karena Hans tak kunjung memberikan kepastian pada Malia.