The Princess Of Lycan

The Princess Of Lycan
Danau, bulan dan Arki.



Penginapan Eve Garden, 00.15


Suasana rumah kayu yang remang remang dan hawa dingin yang menyeruak masuk dari celah celah kayu yang berlubang membuat Malia terbangun dari tidurnya.


Hans tertidur pulas pulas diranjangnya.


Malia membuka jendela kamarnya dan melihat sesosok laki laki duduk diteras penginapan dengan kaki yang terjuntai ke danau.



Malia merasa familiar dengan tubuh itu, akhirnya Malia memutuskan untuk memakai jaketnya dan pergi keluar menemui sosok itu.


Kreaaaaatttt


Pintu penginapan terbuka.


"Arki?" Ucap Malia tampak bingung


"Iya, Malia. Kamu terbangun?" Tanya Arki dengan memakai jaket hitam tebal yang serupa.


"Kamu kenapa disini?" Malia duduk disamping Arki


"Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu, Mal. 😊"


"Its ok, Ark. Aku bisa menjaga diri kok, kamu ga perlu ikutin aku kemana mana 🙄"


"Apa aku mengganggumu? 🙄 Aku pikir aku tidak membuat suara apapun."


"Tentu saja enggak, Ark. 🥴"


"Yaudah sana tidur lagi.." Ucap Arki menatap pantulan rembulan didanau.


"Aku ga bisa tidur, Ark" Malia menatap rembulan yang hampir purnama, mungkin esok atau lusa.


Arki merebahkan dirinya diteras, menyulurkan tangannya ke arah rembulan.


Arki terlihat muram, wajahnya tak berseri seperti wajah yang selalu ia tunjukkan pada teman temannya.


"Kamu gapapa, Ark?" Tanya Malia yang terlihat khawatir dengan keadaan Arki.


Arki diam saja, membiarkan suara desir angin menjawab pertanyaan Malia.


"Bagaimana aku baik baik saja, Mal. Melihat calon pengantinku menghabiskan malam dengan laki laki lain, sedangkan aku hanya duduk terdiam menunggunya didepan pintu. 😔" Ucap Arki dalam hati.


Malia merebahkan diri disamping Arki.


"Aku tidak peduli kamu mencintaiku atau tidak, Mal. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku sendirian" Ucap Arki.


"Aku juga takut, Ark"


Malia memiringkan tubuhnya menghadap Arki. Arki menatap Malia.


"Aku takut kehilangan diriku sendiri, aku takut sendirian" Malia memejamkan matanya.


(Note : Malia takut jika harus mati)


"Aku berjanji aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, Mal. Jika kamu harus mati maka kamu hanya perlu memanggil namaku maka aku akan datang dan menjemputmu pulang. 😄"


"Hahaha, kamu kira sehebat apa dirimu 🤣"


Arki menggoda Malia.


"Seperti apa Ibuku, Ark? 🙄" Tanya Malia.


"Dia adalah sosok ratu yang sempurna Mal, seluruh Lycan dan dinasti Hwa mencintainya."


"Dia memiliki rambut ikal yang panjang, dengan mata yang selalu berwarna keemasan. Aku bahkan menaruh hati padanya, walau aku tahu dia sudah memiliki suami dan seorang bayi kecil. Aku terus menerus menyerang dinasti untuk menculiknya. Aku membunuh banyak Lycan tidak bersalah hanya untuk mengancam ibumu. Hingga ibumu menyerah dan berjanji akan memberikan kamu padaku saat usianya 18tahun sebagai gantinya asalkan aku tidak menculiknya saat itu. 😌"


(👆🏻 Author terinspirasi dari legenda timun mas 😏)


Arki meletakkan tangannya dibawah kepalanya. Malia menatapnya dengan serius.


"Kamu terdengar mengerikan 🙄"


"Aku takut pada keabadian, Mal. Aku telah melewati banyak malam malam panjang yang mengerikan, aku bahkan berharap aku bisa mati dan menghilang dari kegelapan ini."


Arki memiringkan badannya dan menatap Malia.


"Tapi melihatmu tumbuh menjadi gadis dewasa, melihat Isaac yang rela mati untukmu aku merasa aku bisa membuat hidupku lebih bermakna dengan kehadiranmu, Mal."


Arki membelai pipi Malia dengan lembut.


"Kenapa kamu tidak menikah dengan seorang vampir, Ark? Mungkin dia bisa menemanimu melewati kekosongan hidupmu. Kamu tahu kan, mencintai seorang Lycan hanya berakhir dengan merelakan (kematian si Lycan karena usia)"


Note : Vampir, Hybrid & Keturunan terakhir dinasti Hwa bisa hidup ratusan tahun, namun Lycan biasa hidup seperti umur manusia.


"Aku tidak bisa Mal, Hybrid cenderung menolak sosok vampir. Aku tidak memiliki ......emmm gairah. Aku tidak memiliki gairah dengan vampir"


"Arki yang malang 😅" Malia menggoda Arki


"Apa kamu dan Isaac adalah satu satunya Hybrid didunia?" tanya Malia.


"Yeah, Ibuku adalah satu satunya Hybrid original."


"Apa dia mirip denganmu? 🙄" Tanya Malia


"Dia merawatku sejak kecil, sejujurnya dia lebih mirip dengan Isaac. Dia punya rambut yang tebal dan warna mata yang sama dengan Isaac"


"Dimana dia?"


"Dia memilih menetap disebuah rumah tua di kaki gunung Esther semenjak kematian ayahku, itu sudah sangat lama. Aku mengunjunginya sesekali, tidak ada yang berubah."


"Benarkah? Kamu harus mengajakku sesekali 😊"


Malia dan Arki berbincang hingga larut, Malia menatap rembulan dan tertidur diteras penginapan dengan kaki yang menjuntai ke danau.


Arki membopong Malia, sisa sisa air menetes dari kaki Malia. Arki membaringkan Malia disamping Hans, Hans masih tertidur pulas.


"Nikmati saja hidupmu, sayangku. Aku akan bersabar menunggumu dikehidupan selanjutnya 😊"


Arki membelai rambut Malia.


07.15


"Sayang, apa aku membangunkanmu?" Tanya Hans


Malia tampak bingung, lalu bangun dan bergegas mandi.


"Kamu ada kelas hari ini? 🥰"


"Iya ada kak, kita balik aja yuk 😊"


"Yaudah kita balik setelah sarapan ya.."


Hans menggandeng Malia menuju sebuah tempat makan diseberang danau. Mata Malia melihat ke sekeliling mencari cari keberadaan Arki.


"Ada apa?" Tanya Hans


"Enggak apapa kok kak 😊"


Hans memesan dua piring omurice dan susu murni kesukaan Malia.


Selesai sarapan Hans dan Malia pulang ke Whiterose.


"Malia.. Sebenarnya ada apa?"


Tanya Hans yang merasa Malia banyak melamun sekarang, namun Malia tidak ingin membuat Hans terlibat dalam masalah ini.


Tiba tiba sesosok serigala besar menghadang mobil mereka. Hans mengeremnya dengan mendadak.


Serigala itu berubah menjadi sesosok wanita, Jenna!


Hans tercengang.


"Jenna! 😳" Malia dan Hans keluar dari mobilnya


"Sudah aku katakan, Jauhi Arki!!! 😡"


Brakkk


Jenna menggebrak kap mobil Hans.


"Hey hey hey, Ada apa? Rilex!" Tanya Hans yang melihat Jenna sangat marah.


"Apa laki laki ini tidak bisa memuaskanmu, Hah? sudah aku katakan jauhi Arki!!!"


Jenna mendekati Malia dengan amarah yang menggebu, Malia ketakutan dan mundur perlahan.


Hans menggapai pundak Jenna.


"Hey, katakan padaku! 😤" ucap Hans.


Brakkkk


Jenna menendang perut Hans hingga terpental dan menabrak sebuah pohon besar, lalu Hans tidak sadarkan diri.


"kakak.. 🥺" Mata Malia berkaca kaca menyaksikan kejadian tersebut


"Aku kira aku sudah cukup jelas denganmu! Kamu ingin bermain main denganku hah, serigala kecil! 😡"


Jenna mencengkram leher Malia hingga tubuh Malia terangkat.


Malia gelagapan, air mata Malia menetes.


"Is.. isaac.." entah mengapa nama Isaac lah yang Malia sebut disaat saat seperti ini.


Brakkk


Jenna melemparkan Malia hingga tersungkur.


"Aku tidak akan pernah menerimamu sebagai pasangan Arki, serigala jalang sepertimu tidak pantas dengan Hybrid seperti Arki!!!"


Plakkk


Jenna memampar pipi Malia, darah segar mengalir dari ujung bibirnya.


"A.. aku tidak mendekati Arki, dia yang mendatangiku" Ucap Malia membela diri


"Tidak usah membela diri, kau serigala jalang! 😡"


Jenna sangat marah karena teman temannya terus menerus mati dan mendapatkan ancaman dari Celia hwa dan Jenna menganggap semua ini kesalahan Malia.


Jenna terus menghajar Malia.


Tiba tiba ada serigala besar yang berdiri dibelakang Malia, mata Jenna terbelalak.


"I.. isaac? 😳"


Malia sudah tidak sadarkan diri, Isaac terlihat sangat marah lalu mencengram leher Jenna dengan kuat.


"Aku tidak percaya serigala pengecut sepertimu berlindung dibawah nama Hierarki. Kamu seharusnya mati dan membusuk bersama teman temanmu!!! 😡"


Jenna mulai melemas karena kehabisan nafas, Isaac melempar Jenna ke arah sisi jalan.


brakkk


"Malia.. 🥺"


Isaac mendekap Malia yang sudah penuh luka. Isaac menggigit pergelangan tangannya hingga berdarah, lalu menempelkannya dibibir Malia.


(Note ; darah vampir bisa membuat penyembuhan lebih cepat)


"Bertahanlah, serigala kecil.."


Setelah beberapa saat Malia membuka matanya perlahan lahan, keadaannya masih sangat lemah.


Malia menatap mata Isaac, pandangannya terasa kabur, kepalanya pusing.


"Maaf aku sangat terlambat, Malia"


Isaac membelai rambut Malia.


Isaac membopongnya ke mobil, begitu juga dengan Hans yang tidak sadarkan diri.


Mereka pulang ke Mansion Sean, Whiterose.