The Princess Of Lycan

The Princess Of Lycan
Hazelnut



Isaac membawa Malia ke kliniknya, Isaac mendapati keadaan Malia tidak begitu baik karena Malia terinfeksi oleh racun Lycan.


Malia terbaring diruang rawat dan tertidur. Hans dan Isaac menemani Malia.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Ucap Hans membelai pipi Malia dengan lembut


"Dia tidak mengatakannya?" Isaac berdiri melihat keluar jendela


"Dia tidak mengatakan apapun, katakan padaku!"


"Celia ingin menemuinya saat purnama ke 8, aku masih belum yakin apa yang Celia rencanakan. Tetapi Celia terus menerus mengancam aku dan Arki agar menjauh dari Malia."


"Apa yang Celia inginkan dari Malia?" tanya Hans


"Aku belum tahu, yang aku tahu Celia ingin menghapus tanda lahir (tato serigala) dipunggung Malia. Mengubahnya menjadi manusia biasa dengan begitu Celia bisa memimpin para Lycan tanpa takut tergantikan oleh Malia." ucap Isaac


"Para Lycan hanya bisa dipimpin oleh keturunan terakhir dinasti Hwa. Sebelum Malia mengalami perubahan pertamanya, Celia masih bisa memimpin para Lycan" Ucap Isaac


"Aku berharap perubahan pertama Malia terjadi sebelum purnama ke 8, agar Malia bisa menghadapi Celia sebagai seorang ratu."


"Ugh.. Malia kenapa kamu menyembunyikan semua ini dariku, kamu membuatku seperti seorang pecundang!" Ucap Hans menggegam tangan Malia.


"Memangnya apa yang bisa vampir lakukan untuk melawan seorang Celia Hwa?"


Isaac menyinggung kekuatan vampir yang hanya bisa menyembuhkan diri dan hidup beratus ratus tahun, namun kalau soal bertarung Lycan lebih kuat dan brutal.


Isaac meninggalkan Malia dan Hans.


Hans merebahkan dirinya disofa, Hans merasa sangat payah karena tidak mengetahui semua ini dari awal.


"Jika semua yang dikatakan Isaac benar, maka sebentar lagi kamu akan menjadi Ratu Lycan yang sesungguhnya, Mal. Apa aku masih pantas untukmu? " Ucap Hans dalam Hati


Hans merasakan ketidaklayakan statusnya yang hanya vampir rendahan, berbeda dengan Isaac atau Arki yang bisa melindungi Malia seumur hidupnya. Namun hatinya seolah tidak mau mendengarkan logika yang sudah ada didepan mata, Hans mencintai Malia dan Hans ingin memiliki Malia seutuhnya. Tidak peduli apa dan siapa statusnya, Hans selalu mencintai Malia.


Beberapa saat kemudian Arki dan Shelly datang.


"Aku tinggal ke kantor bentar ya, ada berkas yang harus diambil. Titip Malia bentar 😊"


"Iya kak 😊"


Ucap Hans meninggalkan ruangan Malia.


"Malia.." Shelly memeluk Malia yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Ughhh.. Shelly, jam berapa sekarang?"


"Sekarang jam 2, Mal. Aku khawatir setengah mati saat denger kamu dirawat disini, siapa yang melakukan ini Mal? 😩"


Malia melirik Arki.


"Aku sudah memutuskan ikatanku dengannya, dia bukan lagi bagian kelompokku. Dia akan mati seperti omega lain yang tidak memiliki alpha. Aku minta maaf.."


Arki mencium tangan Malia.


"Beta-mu yang melakukannya? Serius?" Tanya Shelly


Note : Alpha memiliki semacam koneksi/ikatan dengan betanya.


"Its ok, Ark"


Arki menatap Malia, wajahnya penuh luka dan lebam. Satu matanya bahkan lebam dan membiru. Tangan kirinya juga terpaksa digips karena patah tulang.


"Kamu terlihat sangat buruk, Apa ini sakit?" Arki membelai pipi Malia yang nampak kebiruan.


Malia menghindar karena sentuhan Arki terasa menyakitkan.


"Aku akan menginap disini malam ini!"


Arki membuka jaketnya dan meletakkannya di sofa disamping ranjang Malia.


"Tidak usah, Ark. Hans akan menemaniku."


"Hentikan omong kosongmu, Malia. Dia tidak bisa melakukan apapun!"


Ucap Arki yang seolah marah karena Hans tidak bisa melindungi Malia.


Arki merebahkan dirinya disofa, rambut panjangnya menjuntai ke lantai.


"Audrey dan Jace akan datang sebentar lagi, kamu makan dulu ya 😊" Shelly menyuapi Malia dengan semangkuk outmeal.


"Aku melewatkan kelas hari ini πŸ™ Apa Miss Katty bertanya tentangku?" tanya Malia


"Miss Katty juga ga ngajar kok hari ini" Ucap Shelly


Kriiiiing


Hp Shelly berdering


"Hallo, Shel.."


"Iya, Drey.. udah sampe mana?"


"Aku udah makan, Malia juga ini lg makan siang. Kamu udah makan belum, Ark?" Tanya Shelly


"Belum, bawain percy burger!" Ucap Arki dengan masih menutup matanya.


"Arki minta percy burger, Drey. Bawain ya, tar uangnya aku ganti 😊"


"Gausah, Shel 😊 Yaudah udah dulu ya bentar lagi aku kesitu. Daah.."


"Daaah πŸ₯°"


Beberapa saat kemudian Audrey dan Jace datang ke ruangan Malia.


Audrey memeluk Malia dengan haru sementara Jace duduk disamping Arki yang tertidur.


"Malia.. kamu gapapa? πŸ₯Ί Mana yang sakit?" Tanya Audrey yang panik melihat keadaan Malia yang babak belur.


"Aku gapapa Drey ga usah khawatir 😊"


"Ini aku beliin snack kesukaan kamu πŸ˜„" Audrey memberikan satu kresek besar berisi macam macam snack favorit Malia.


"Kamu beli Qitqat juga? πŸ™„" Tanya Malia


"Iya tadi ada yg extra Hazelnut" Jawab Audrey


"Hey, Ark! bangun! ini makan siangmu!" Shelly menemparkan bantal kecil ke arah Arki.


"Kamu habis dari mana aja sama Jace?" Tanya Shelly


"Em.. habis nganterin Jace ke tempat temennya didekat bukit Blackhill πŸ˜„" Audrey menjelaskan


"Ugh, nganterin ke tempat temen kok sampe nginep dua hari dua malem 🀭" Ucap Arki yang langsung dijitak oleh Jace


"Awww!"


"Kalian pacaran ya? πŸ˜…" Tanya Malia


"Ih enggak kok, Mal. Jace aja yang ke GR-an tiap diajak jalan😭" Ucap Audrey


"Udah ih jujur aja, kita udah tahu kok πŸ€ͺ" Ucap Shelly


"Hahaha, iya iya kita pacaran.. baru beberapa minggu" Jawab Jace


Mereka tertawa bersama, sejenak Malia melupakan sakit pada seluruh tubuhnya.


Hari mulai gelap, Hans belum juga kembali ke klinik. Isaac datang ke ruangan Malia. Shelly dan Jace tampak tertidur di kursi sementara Audrey sedang mengobrol dengan Malia.


"Selamat sore, Anak manis.."


"Isaac πŸ˜„" Wajah Malia tampak berseri seri melihat kehadiran Isaac


"Anak anak udah makan?" Tanya Isaac pada Audrey menanyakan Jace, Arki dan Shelly.


"Udah kak 😊" Jawab Audrey


"Bagaimana perasaanmu? udah baikan?" Isaac duduk disamping Malia.


"Aku udah baikan kok" Ucap Malia


Sejenak Isaac merasakan rasa bersalah yang mendalam, karena keterlambatannya tadi pagi Malia hampir saja kehilangan nyawanya. Isaac menatap Malia.


"Ada apa? Apa aku sangat jelek? mengapa menatapku seperti itu?"


"Enggak, sayang. Kamu adalah hal tercantik yang hidup dibumi ini 😊 Aku membawakanmu baju ganti, nanti aku minta suster Anie bantuin kamu mandi 😊" Ucap Isaac


"Gausah kak nanti aku aja ynag bantuin Malia 😊" Ucap Audrey menawarkan diri.


"Baiklah.." Isaac memberikan satu stel pakaian klinik dengan motif kelinci berwarna ungu muda untuk Malia.


"Aku tinggal dulu ya, Mal. Nanti aku kesini lagi 😊" Ucap Isaac membelai pipi Malia


"Iya, kamu juga jangan lupa makan ya 😊" Ucap Malia.


Isaac mengangguk dan tersenyum manis pada Malia.


Audrey merasa perhatian mereka sedikit ambigu, seseorang akan mudah mengira mereka adalah sepasang kekasih.


Isaac meninggalkan ruangan.


Audrey langsung menatap mata Malia dengan serius.


"Ada apa Drey? πŸ˜’"


"Apa kamu yakin perasaanmu baik baik saja, Mal? πŸ€” kamu terlihat berbunga bunga saat bersama Isaac. Apa kamu sudah yakin dengan perasaanmu pada Hans?" Tanya Audrey yang meragukan cinta Malia


"Tentu saja aku hanya cinta sama Hans, kamu kok nanya begitu? πŸ˜’"


Audrey diam saja, mungkin Malia tidak menyadarinya atau enggan mengakuinya namun Audrey menyadari satu hal bahwa Malia terlihat lebih berseri saat bersama Isaac dibandingkan Hans.


Episode selanjutnya akan rilis setiap jam 00.00 πŸ˜‰ Jangan lupa like, komen dan votenya ya kakak 😊