
Gerall
Kepala Hans tertunduk merasakan hawa dingin menyelimuti ruangan kakaknya ini. Hans tidak tau apa salah nya sehingga ia dihukum berdir menghadap tembok oleh Kaka dinginnya.
Sejam berlalu kaki Hans mulai pegal di lihatnya sang kaka yang masih berkutat dengan dokumen nya. dengan suara yang dibuat seimut mungkin Hans memanggil kakak nya dan memintanya menghentikan hukuman ini. rengekan Hans tidak di pedulikan oleh sang kakak. Hans sudah pasrah dengan keadaan ini, mata Hans kembali bersinar saat pengawal mengabarkan kedatangan Duke Fredyan. Marcell Valetio Fredyan adalah sahabat raja Gerall dan juga penolongnya. batin Hans.
Dengan raut manis dan mata berkaca-kaca Hans meminta tolong kepada Marcell untuk membantunya lepas dari hukuman sang kakak. Marcell yang sudah biasa melihat tingkah kedua kakak beradik ini sudah tida heran lagi.
sang kakak yang dingin selalu menghukum adiknya bahkan dengan kesalahan yang tergolong remeh, sang adik juga selalu mencari masalah.
" Hans duduklah kamu pasti lelah berdiri lama disitu" ucap Marcell
ibarat mendapat angin segar tanpa banyak kata Hans lalu berjalan ke arah sofa dan menjatuhkan dirinya.
" Hukuman mu belum selesai" ucap Gerall dingin tanpa mengalihkan matanya dari dokumen nya.
mata Hans yang telah terpejam langsung terbuka lebar saat mendengar suara dingin Gerall. Hans yang takut pada Gerall segera berpindah mendekati Marcell untuk meminta pertolongan.
" sudahlah Gerall Hans biarkan Hans beristirahat dia juga sudah kamu hukum." ucap Marcell membuat lega Hans.
" Bagaimana Perkembangannya?" tanya Gerall
" Calm down dude kamu sangat tidak sabar" ucap Marcell
"untuk saat ini mereka belum bergerak " ucap Marcell
" awasi terus " tegas Gerall
" Bagaiman tugas mu Hans ? "tanya Gerall.
Hans yang merasa terpanggil segera menjawab rasa puas tergambar di muka Hans karena berhasil melaksanakan tugas dari sang kakak.
" kenapa begitu lama kamu mendapatkan tikus itu? " tanya Gerall
Hans terdiam tidak dapat menjawab pertanyaan dari kakaknya alasan dia memerlukan waktu lama untuk menangkap tikus berdasi itu.
" dia sangat mahir bersembunyi kak" ucap Hans gugup takut kebohongannya diketahui.
"baiklah kamu boleh pergi" ucap Gerall
Hans menghembuskan nafas nya lega syukurlah dia tidak harus mengatakan alasan sebenarnya bisa-bisa ia harus merangkum buku sejarah kerajaan selama seminggu.
-_-
Marcell yang sudah biasa menghadapi muka dingin Raja sekaligus sahabatnya terdiam merasa bosan dengan sahabatnya ini. Marcell dan Gerall telah berteman selama 14 tahun dan belum pernah melihat Gerall tersenyum lebar.
Marcell yang merupakan anak haram Duke Fredyan dengan pelayan di kediamannya, kehidupan Marcell sebagai anak haram Duke. ibu Marcell meninggal setelah melahirkannya. Marcell kecil selalu mendapat caci maki di kediaman Fredyan tidak hanya oleh Duchess bahkan para pelayan pun turut mencaci maki Marcell. Marcell juga selalu mendapat siksaan dari Duchess Fredyan bahkan Marcell pernah hampir mati oleh pembunuh bayaran yang untungnya ia diselamatkan oleh Gerall. oleh kerena itu Gerall sangat berjasa besar di hidup Marcell.
Ariella
Arliena tengah bersantai dikamar menikmati waktu santainya sebelum pelayan menghidangkan makan malam nya.
Tepukan kecil di pipi Arliena menyadarkannya. Arliena meregangkan tubuhnya sambil melihat sang anak yang tengah menatap polos padanya.
" ibunda maafkan Lino karena membangunkan ibunda" ucap Lino sambil masuk kepelukan ibundanya.
" tidak sayang ibunda memang harus bangun, Lino sudah makan malam?" tanya Arliena dan dibalas gelengan oleh Lino
Arliena pun beranjak sambil membawa Arlino di gendongannya untuk bersiap untuk makan malam.
Arliena masuki ruang makan sambil menggandeng Arlino tidak seperti biasanya, yang hanya makan bertiga Arliena, Arlino dan Alio kali ini mereka kedatangan tamu. pria yang disebut sebagai adik Raja Gerall Pangerang Hans. Alio juga tengah berada di gendongan pangeran Hans, Arlino yang melihat paman kesayanganya itu datang langsung melepaskan genggaman tangan ibundanya dan berlari memeluk kaki Hans yang tengah berdiri menyambutnya.
Arliena berjalan menghampiri Hans dan mengambil alih Alio karena Hans ingin menggendong Arlino keponakan tampannya.
"paman aku merindukan mu" manja Arlino sambil memeluk Hans erat.
" paman juga merindukan mu bocil ku, hidup paman selama 6 bulan hampa tanpa mu Arlino huwa.." Isak Hans lebay
merasa pamanya sedang sedih Arlino mengusap punggung lebar pamannya. bak orang dewasa Arlino menepuk-nepuk punggung Hans dan memberikan penghiburan bagi pamannya ini.
Arliena yang melihat interaksi keduanya merasa aneh dan tidak habis pikir, kenapa Hans memiliki sifat yang aneh dan bertolak belakang dengan sang kakak.
Hans tergolong orang yang friendly dan cengeng mungkin karena sifat itu kedua anaknya lebih dekat dengan nya dibanding dengan ayah nya sendiri.
setelah melepas rindu dengan kedua keponakannya, Hans langsung merentangkan tangannya untuk memeluk Ariella. Ariella yang tau maksud Hans hanya memukul keras kepalanya dengan mainan Alio. yang dibalas dengan dengusan kesal Hans.
setelah drama itu mereka pun makan malam dengan dipenuhi clotehan Hans. yang sekali-kali di tanggapi oleh Arliena dan Arlino.
~99
Marcell Valetio Fredyan