
" Lino, Alio" seru Arliena saat melihat kedua anaknya tengah bermain di depan cafe bersama Mark.
" ibunda" seru mereka berlari ke arah Arliena yang sudah merentangkan tangannya menyambut kedua anaknya.
" ibunda aku merindukan mu" ucap Lino
" ibunda kenapa meninggalkan kita " ucap Alio
" ibunda tidak meninggalkan kalian ibunda hanya ada perlu dengan ayahanda " ucap Arliena
" ibunda jangan dekat-dekat dengan ayahanda, ibunda cuma milik Alio dan kakak Lino " ucap Alio
" ibunda itu milik ayahanda bukan milik Alio" ucap Gerall membuat Alio melirik kesal pada sang ayahanda
" sudahlah kenapa kamu sangat kekanak-kanakan " ucap Arliena
suara batuk Mark menyadarkan mereka, Arliena melepaskan pelukan kedua anaknya dengan raut senang melihat ke arah Mark.
" Mark kamu sudah pulang, " ucap Arliena
" Yoona kamu tidak memeluk ku kita sudah 2 hari tidak bertemu" ucap Mark membuat Gerall menatap tajam kearahnya.
" Mark jangan macam-macam " ucap Arliena memperingatkan Mark dengan tangannya yang menunjuk ke arah Gerall.
Mark tidak mendengarkan peringatan Arliena dan berjalan pelan ingin memeluk Arliena yang kemudian langsung di hadang oleh pukulan keras di pipinya oleh Gerall.
" Mark " ucap Arliena terkejut
" Gerall kenapa kamu memukulnya" ucap Arliena berjalan ke sisi Mark dan membantunya.
" Arliena lepaskan tangan mu dari bajingan itu aku tidak suka" ucap Gerall dengan nada dingin
" aku bilang jangan sentuh dia" ucap Gerall menarik Arliena kepelukannya.
" hey ada apa ini, kamu tidak apa-apa Mark" ucap bibi Elisa menghampiri mereka.
" ada apa ini Yoona, ayo masuk kita bicarakan di dalam tidak enak dilihat pengunjung" ucap bibi Elisa
____
" ARCH bibi sakit " teriak Mark
" rasakan, bibi kan sudah memberitahumu bahwa suami Yoona datang kenapa kamu membuat masalah dengannya " ucap bibi Elisa
" biarkan saja dia ibu, aku tau dia hanya penasaran " ucap Arliena
" maafkan Mark Gerall dia memang jahil jika dengan Yoona" ucap bibi Elisa
" aku tidak suka dengan nya" ucap Gerall dingin membuat Arliena merasa tidak nyaman
" aku juga tidak menyukaimu, harusnya Yoona mendapatkan orang yang lebih baik dari mu" ucap Mark dingin
" Mark " ucap Arliena dan bibi Elisa memperingati.
" iya baiklah aku minta maaf " ucap Mark
" Gerall kamu juga harus meminta maaf pada Mark karena memukulnya" ucap Arliena
" tidak" ucap Gerall dingin bangun dari duduknya dan pergi ke kamar Arliena.
Arliena pun menyusul Gerall
" Gerall kamu tidak boleh bertindak seperti itu Mark sudah aku anggap seperti kakak ku" ucap Arliena
" dia bukan kakak mu aku tidak akan membiarkannya mendekatimu" ucap Gerall
" Gerall Mark dan ibu Elisa adalah keluargaku disini mereka yang menjagaku saat aku terpuruk, mereka yang ada disisiku saat aku hidup dalam rasa bersalah dan kesendirian jadi aku mohon jangan bersikap buruk kepada Mark" ucap Arliena
" maafkan aku karena sifatku membuatmu tak nyaman, seharusnya aku berterimakasih kepadanya aku akan meminta maaf padanya, tapi aku tidak akan membiarkannya menyentuhmu walaupun seujung kuku pun, aku tipe pencemburu Arliena " ucap Gerall
" iya aku akan membatasi interaksi kami, aku tidak ingin suami posesif ku marah " ucap Arliena
" kalau begitu ayo keluar kamu harus meminta maaf pada Mark" ucap Arliena yang disetujui Gerall
Gerall dan Arliena melangkah keluar menemui Mark yang tengah menonton tv dengan kedua anaknya.
" sayang Lino dan Alio ibunda ingin berbicara dengan paman Mark bisakah kalian menemui nenek Elisa dulu" ucap Arliena
" baik ibunda kami turun dulu " ucap Lino menarik tangan Alio yang merasa keberatan.
Arliena mematikan tv, Gerall mengulurkan tangannya ke arah Mark.
" aku meminta maaf atas sikap ku padamu tuan Mark " ucap Gerall dengan nada dingin
" apa kamu serius ingin meminta maaf dengan ekspresi itu?" tanya Mark
Gerall merubah ekspresi dinginnya dan kembali meminta maaf pada Mark.
" akhirnya, akan lebih nyaman jika kalian berteman " ucap Arliena
" tidak mau" ucap Gerall dan Mark bersama
Arliena berdecih melihat dua orang di depannya yang mempunyai sifat yang sama-sama keras kepala.
" Yoona kamu tidak bersiap ini tanggal 20 " ucap Mark
" ah aku hampir lupa terimakasih Mark telah mengingatkan ku" ucap Arliena membuat Gerall mengerutkan dahinya.
" aku akan bersiap-siap dulu kamu tolong beritahu ibu dan kedua anak ku Mark" ucap Arliena menarik Gerall masuk ke kamarnya.
" baru kali ini aku melihat senyum tulus tanpa kepura-puraan Yoona, aku berharap mulai saat ini hidupmu akan bahagia, terimakasih karena mu hidupku lebih bewarna " ucap Mark
___
" ibunda kita mau kemana?" tanya Alio
" kita akan mengunjungi orang yang penting di hidup ibunda" ucap Arliena
" orang yang penting di hidup ibunda" tanya Alio tidak mengerti
" iya dia permata ibunda yang tidak bisa berada di sisi ibunda " ucap Arliena
" Arliena siapa itu?" tanya Gerall dengan muka dingin
" kamu akan tau saat kita sampai" ucap Arliena
" sebenarnya apa yang ingin Arliena tunjukan padanya, kenapa Arliena menyebutnya sebagai permata, apa dia orang yang berharga bagi Arliena " batin Gerall
" orang itu apa lebih berharga dari aku?" tanya Gerall
" kalian sama berharganya, aku bersalah padanya " ucap Arliena membuat Gerall kesal.
mobil mereka sampai di tempat pemakaman umum. Arliena, Gerall dan kedua anaknya turun sedangkan dari mobil di belakangnya turun bibi Elisa dan Mark.
Gerall mengerutkan dahinya bingung kenapa mereka mendatangi area pemakaman. tiba-tiba hari Gerall terasa tidak nyaman dan Air mata tiba-tiba keluar dari matanya. Gerall bingung dengan perasannya.
mereka sampai dimakan bertuliskan Isabella Gerlina Xellfion, dada Gerall terasa sesak melihat nama yang tertera di batu nisan itu, Gerall terduduk dengan air mata yang mengalir. Arliena yang melihat itu menghapus air matanya.
" Putri ku, Isabella maaf kan ayahanda." Isak Gerall
" Isabella maafkan ayahanda, maaf tidak mengetahui keberadaan mu, maaf ayahanda bersalah " Isak Gerall
Arliena memeluk Gerall erat.
" itu bukan salah mu Gerall" ucap Arliena mengusap bahu Gerall
" maafkan aku Arliena ini salah ku aku yang bodoh sehingga membuatmu dan anak kita menderita" ucap Gerall
" aku sudah memaafkan mu, Isabella juga tau kamu tidak bersalah, kita lupakan masa lalu balas rasa bersalah mu untuk selalu mencintaiku dan anak-anak kita " ucap Arliena yang langsung di angguki oleh Gerall.
Alio yang tidak tau hanya terdiam melihat ayahanda dan ibundanya menangisi makam di depannya. sedangkan bibi Elisa dan Mark tersenyum bahagia melihat Arliena yang telah mendapatkan kembali keluarganya.
___
sebagian yang lain telah pergi dari makam Isabela hanya tersisa Gerall dan Arliena.
Gerall mengusap nisan Isabella.
" sayang walaupun kita tidak bisa bertemu tapi ayahanda selalu menyayangi Isabella, terimakasih telah menjadi putri ku, beristirahatlah suatu saat ayahanda akan menemui mu ayahanda, ibunda dan kedua kakak mu sangat menyayangi mu tidurlah yang tenang putri kecilku" ucap Gerall
"ayahanda dan ibunda pamit pulang sayang kami akan mengunjungi mu lagi nanti " ucap Gerall
" ayah dan ibunda mencintaimu sayang putri kecilku" ucap Arliena
mereka berjalan pergi meninggalkan makam putri kecil mereka Isabella Gerlina Xellfion.
____
Gerall terisak pelan di dada Arliena, membuat baju Arliena basah.
" Gerall ikhlaskan Isabella dia akan sedih melihatmu seperti ini" ucap Arliena mengusap rambut Gerall.
Gerall menatap mata Arliena.
" kamu benar aku tidak boleh seperti ini aku tidak mau Isabella kecewa padaku " ucap Gerall
" Arliena terimakasih karena kamu mau mengajak ku bertemu Isabella terimakasih karena memberi nama Xellfion di belakang nama Isabella terimakasih " ucap Gerall
" Isabella adalah anak kita aku tidak bisa dengan egois menghilangkan nama Xellfion dari namanya. " ucap Arliena
" aku berjanji akan menjaga keluarga kita " ucap Gerall bertekad
~99