The Meaning Of Love

The Meaning Of Love
Mark



tok


tok


tok


Mark membuka pintu kamarnya.


kening Mark berkerut saat melihat Duke Delio dan Duchess Alicia mengunjungi kamarnya. Mark pun mempersilahkan kedua nya masuk walau dengan perasaan bingung.


" silangkan duduk Duke Delio dan Duchess Alicia" ucap Mark


" maaf ada keperluan apa ya tuan Duke Delio dan Duchess Alicia kemari" tanya Mark.


" sebelumnya saya minta maaf apa bila saya lancang menanyakan hal ini" ucap Duke Delio


" tidak masalah Duke Delio saya orang yang terbuka " ucap Mark


" kalo begitu saya ingin bertanya tentang asal usul tuan Mark " ucap Duke Delio


pertanyaan Duke Delio membuat Mark mengerutkan dahinya bingung.


" asal usul saya tidak terlalu berkesan tuan Duke" ucap Mark


" mohon maaf sebelumnya apa nyonya Elisa adalah ibu tuan Mark " tanya Duke Delio


" ah bukan bibi Elisa adalah orang penolong saya" ucap Mark


" bagaimana dengan orang tua tuan Mark " tanya Duchess Alicia


Mark mengalihkan tatapannya ke arah Duchess Alicia.


" aku tidak mengetahui siapa mereka, sejak umur 5 tahun aku tinggal di panti asuhan " ucap Mark


" apa orang tua mu sudah meninggal?" tanya Duchess Alicia


" aku tidak tau " ucap Mark


" baiklah terimakasih untuk waktunya tuan Mark kami permisi pergi " ucap Duke Delio


" ya tidak masalah" ucap Mark


Mark terkejut saat Duchess Alicia memeluknya erat.


" maafkan aku tuan Mark, kamu sungguh h mengingatkan ku pada seseorang" ucap Duchess Alicia melepaskan pelukannya


" tidak apa-apa Duchess aku mengetahui rasanya kehilangan seseorang " ucap Mark.


Duke dan Duchess Delifideus meninggalkan kamar Mark.


___


" aku mendapatkannya" ucap Duchess Alicia membuka telapak tangannya yang berisi beberapa helai rambut Mark.


" aku harap apa yang kamu yakini benar" ucap Duke Delio


" itu pasti benar aku bisa merasakan saat memeluknya." ucap Duchess Alicia


____


saat istana kerajaan Xellfion tengah ramai oleh para wartawan yang diundang untuk menghadiri konferensi pers.


" YANG MULIA RAJA GERALL XELLFION DAN RATU ARLIENA XELLFION MEMASUKI RUANGAN "


Gerall dan Arliena berjalan ke tempat duduk mereka dengan tangan yang saling bertaut.


Gerall berdiri dari tempat duduknya menjelaskan alasan kedatangan Ratu Arliena yang ternyata masih hidup, Gerall juga menjelaskan hubungan dari pemalsuan jazad Arliena.


" baik silahkan apa bila ada yang ingin bertanya?" tanya penasihat istana


" Maaf yang mulia ratu saya ingin bertanya apa benar anda mengalami amnesia sehingga anda tidak bisa kembali ke kerajaan Xellfion?" tanya wartawan itu


" saya akan menjawab, setelah kecelakaan saya mengalami koma dan karena beberapa alasan yang tidak dapat saya sebutkan membuat saya baru kembali k kerajaan Xellfion" ucap Arliena


" bisakah anda menyebutkan alasan anda tidak segera kembali?" tanya wartawan


" saya mohon maaf karena masih belum bisa memberikan informasi mengenai alasan itu" ucap Arliena


" seperti yang telah di utarakan Baginda raja Gerall apa anda mengalami amnesia atau ada hal lain?" tanya wartawan


" yang diucapkan oleh yang Mulia Raja benar" ucap Arliena


" saya sangat berterimakasih karena banyak yang memberikan dukungan ke pada saya, dan terimakasih kepada Raja Gerall yang tidak pernah lelah untuk menemukan saya, dan terimakasih kepada Tuhan yang telah mempertemukan saya kembali dengan keluarga saya. " ucap Arliena sambil menatap Gerall dengan senyum tulus.


" saya harap seluruh rakyat kerajaan Xellfion akan selalu mendukung kami." ucap Arliena


___


" sepertinya sekarang aku menjadi orang yang sangat bahagia karena dicintai begitu besar oleh kamu" ucap Gerall


" jika begitu aku juga orang paling bahagia karena mendapatkan mu " ucap Arliena


Gerall mendekatkan wajahnya ke arah Arliena hendak menciumnya.


" ayahanda ibunda " seru Lino dan Alio bersamaan


membuat Arliena memalingkan wajahnya ke arah ke dia anaknya.


" ayahanda ibunda apa kalian tidak malu di lihat oleh pelayan " ucap Lino kesal


Arliena melihat ke sekitar dan benar banyak pelayan yang memalingkan wajahnya.


Arliena merutuki ketidakpekaannya.


"sayang kenapa kamu disini ?" tanya Arliena


" aku merindukan ibunda, aku ingin kita berpiknik di taman istana" ucap Alio


" baiklah ayo sudah lama kita tidak berpiknik" ucap Arliena


.


.


.


Arliena menyandarkan tubuhnya di dada bidang Gerall sambil memejamkan matanya semilir angin membuat Arliena semakin nyaman.


Gerall mengecup dahi Arliena sambil matanya mengawasi kedua putranya yang tengah bermain.


hati Gerall menghangat dengan situasi ini dia bahagia dengan keluarga kecilnya. tangan Gerall menyentuh perut Arliena mengusapnya pelan.


" semoga tuhan segera menghadirkan buah cinta kita hadir di perutmu" ucap Gerall lirih


" aku juga berharap Tuhan segera hadirkan little Gerall atau Arliena hadir disini" ucap Arliena memegang tangan Gerall yang mengelus perutnya.


~99