The Meaning Of Love

The Meaning Of Love
Jujur



"Baru pulang?" tanya Arliena


" Hem" ucap Gerall tidak berniat


" ada masalah? sini cerita" ucap Arliena sambil menepuk tempat di sampingnya.


" tidak ada, Tidurlah" ucap Gerall


" ayolah aku juga pendengar yang baik" ucap Arliena memaksa


"Tidak ada" jawab Gerall


" aish kamu membuat aku penasaran ayo cerita" ucap Arliena lebih memaksa.


" TIDAK ADA, AKU BILANG TIDAK APA KAMU TULI" Bentak Gerall


membuat Arliena terdiam kaku mendengar bentakan Gerall yang baru pertama kali Arliena dengar.


" ya sudah kali tidak mau bercerita tidak usah membentak ku" ucap Arliena kesal langsung masuk ke dalam selimut.


Gerall yang sadar atas perbuatannya menatap Arliena yang terbungkus slimut.


"Maaf " lirih Gerall menatap kearah Arliena.


Gerall melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


__



mereka tengah duduk di dalam pesawat yang akan membawa mereka kembali ke istana karena liburan mereka telah berakhir.


" uwah ibunda aku bisa melihat laut dari atas sini bunda indah sekali" ucap Lino


" iya sayang indah sekali, bolehkah kita kapan-kapan berlibur lagi kesini ibunda." tanya Lino dengan mata berbinar


" tentu sayang tapi ibunda punya syarat kamu harus giat belajar " ucap Arliena


" tentu ibunda aku tidak akan mengecewakan ibunda dan ayahanda." ucap Lino.


" ibunda tau Lino tidak akan membuat kecewa ibunda dan ayahanda." ucap Arliena mengecup dahi Lino


" tenang saja Lino jika ibunda tidak mengajak Lino, paman akan mengajak Lino pergi liburan dua orang pasti sangat seru hahahaha." ucap Hans yang berjalan ke arah mereka.


" tidak mau kalo dengan paman saja Lino mau dengan ibunda juga." ucap Lino membuat dengusan sebal dari Hans.


Gerall yang hanya mendengarkan percakapan mereka berjalan ke arah Arliena.


" kita butuh bicara" ucap Gerall kembali melangkahkan kaki ke arah tempat tidur di kabin pesawat.


Arliena bangun dari duduknya setelah berpamitan dengan Hans dan Lino dan menyuruh mereka menjaga Alio yang tengah tertidur.



Arliena masuk ke dalam kamar dengan muka kesal.


" ada apa?" tanya Arliena


Gerall menatap Arliena yang tengah kesal.


" maaf " ucap


"memang kamu ada masalah apa dengan ku" sindir Arliena


" maafkan aku sudah membentak mu tadi malam" ucap Gerall


" maukah kamu memaafkan aku Arliena " ucap Gerall dengan penuh kesungguhan.


" baiklah aku memaafkan mu" ucap Arliena dengan senyum merekah membuat Gerall tertegun dengan seyuman Arliena. Gerall tidak tau bagaimana senyum Arliena dapat hatinya nyaman dan selalu terpesona dengan senyum Arliena.


bibir pink Arliena tersenyum lembut ke arah Gerall yang tengah menatapnya. Arliena terkejut saat secara tiba-tiba Gerall menciumnya Arliena pun langsung membalas ciuman Gerall.


Disana pun mereka memadu kasih bersama. tanpa beban.


Hans yang tengah mencari Arliena mendengar suara dari balik pintu otak cerdasnya tau apa yang tengah terjadi di dalam kamar itu.


" jangan membuat keputusan yang akan membuat mu menyesal ka" batin Hans sambil berjalan pergi dari depan kamar itu.


___


Arliena memeluk Gerall menyandarkan kepalanya di pundak Gerall.


"aku ingin bercerita" ucap Gerall


" aku dengarkan." ucap Arliena


" dulu saat berusia 15 tahun aku ikut berperang, pada suatu waktu aku terdesak oleh musuh dan jatuh ke dalam sungai aku tidak sadar selama seminggu, saat aku sadar aku sudah berada di sebuah rumah milik seorang janda dengan anak perempuan karena lukaku yang cukup parah jadi aku harus berdiam di rumah itu dulu selama 3 Minggu mereka sangat baik padaku merawatku sampai aku sembuh. bahkan saat aku belum sadar anak perempuan menjagaku.


mereka tidak bisa membawaku ke rumah sakit karena tidak punya uang jadi mereka merewatku dirumah. anak itu berwajah cantik, manis dan baik dia selalu mengikuti ku dan membantuku mengoles obat ditubuhku. aku yang mendapat kan perhatian darinya mulai menyukainya dan menyatakan perasaan ku ternyata dia juga suka padaku kita pun menjalin kasih. setiap harinya dia selalu membuat aku selalu merasa jatuh cinta perasaan hampa karena kematian ibuku terobati dengan keberadaan dia.


aku bertekad untuk menikahinya saat aku naik tahta tapi aku kehilangan jejaknya setelah pihak kerajaan menemukan ku.


sejak itu aku tidak pernah mendengar kabarnya, aku sudah menyuruh orang untuk mencarinya tapi tidak pernah ketemu. sampai akhirnya beberapa hari yang lalu Hans mendatangi kantor ku dan memberitahuku tentang dirinya. tanpa banyak berpikir aku langsung menemuinya tapi ternyata dia tau aku sudah menikah dan mempunyai anak denganmu. hatiku sangat sakit saat dimelarangku untuk bertemu kembali itulah yang membuat aku tebakar emosi.


Arliena yang mendengar perkataan Gerall terkejut bukankah pertemuan Gerall dan Diana masih satu tahun lagi tapi kenapa ini berbeda dengan yang ada di novel.


" apa aku salah karena merindukannya Arliena?" tanya Gerall sambil menatap mata Arliena



Arliena bangun dari tidurnya memegang kedua pipi Gerall menatap mata Gerall.


" tidak ada yang salah tentang cinta Gerall, dia perempuan yang baik aku mengerti posisinya itu, apa dia masih mencintaimu" tanya Arliena


yang di balas gelengan kepala Gerall tanda tidak tahu.


" apa dia menangis saat mengucapkan bahwa kamu sudah punya istri." ucap Arliena


yang dijawab anggukan Gerall


" berarti dia masih mencintaimu Gerall, tapi dia tidak mau menyakiti aku dan anak kita karena itu dia menyuruhmu pergi darinya."


" sekarang aku ingin bertanya kepadamu apa kamu mencintainya?" tanya Arliena


angguk Gerall dia masih memiliki perasaan itu pada Diana walaupun 10 tahun telah berlalu.


" lepaskan aku Gerall" ucap Arliena membuat Gerall terkejut dan langsung menatap mata Arliena tidak mengerti dengan ucapan Arlinean


" ceraikan aku Gerall, itu satu-satunya cara kamu bisa bersama dengan Diana" ucap Arliena


" itu tidak mungkin Arliena" ucap Gerall bingung


" tidak ada yang tidak mungkin, kamu tidak mencintaiku begitupun sebaliknya hubungan kita hanya tentang S*x dan sebagai orang tua anak-anak ." ucap Arliena meyakinkan


Gerall terdiam


" Gerall kerjarlah kebahagiaan mu sendiri, selama ini kamu selalu menderita. aku merestuimu bersama Diana." ucap Arliena yakin


~99