The Meaning Of Love

The Meaning Of Love
Sorry #2



Waktu menujukan pukul 9 malem Arliena menyuruh Arlino untuk kembali ke istana Rosella dan segera tidur. Arlino dan Gerall yang tengah bermain game di ponsel Gerall langsung menggelangakan kepalanya tanda belum ingin tidur.


" ibunda aku tidak ingin kembali ke istana Rosella aku ingin tidur disini dengan ibunda, bolehkan ibunda? '" tanya Arlino


" Tanya ayahanda " ucap Arliena


mata bulat lino menatap Gerall, yang dibalas anggukan kepala sebagai tanda setuju.


Awalnya Arliena ingin kembali ke istana Rosella tapi dilarang oleh Gerall karena kondisinya yang masih lemah bahkan saat ingin ke kamar mandi Ariella di bantu Gerall. Ariella tidak habis pikir bagaimana Gerall bisa baik-baik sedangkan badannya sudah seperti hampir remuk.


Dikecupnya kening kedua anaknya yang sudah berlayar ke alam mimpi, Arliena mengeratkan selimutnya bersiap mengikuti kedua putranya, mata Arliena kembali terbuka saat seseorang masuk ke kamar di lihatnya Gerall yang berjalan kearah tempat tidur, Gerall langsung merbahkan tubuhnya di samping lino jadi sekarang mereka tidur bersama dalam satu kasur.


Arliena mengerutkan keningnya heran dia kira Gerall akan kembali kekamarnya.


" Maaf " ucap Ariella sambil menatap bola lampu diatasnya


" aku sangat menyesal kemarin sudah berlaku kasar dan egois padabhanya untuk urusan yang sepele ucap Arliena sambil memalingkan kepalanya melihat ke arah Gerall yang ternyata sudah memejamkan matanya.


Arliena bangun dari tempat tidurnya berjalan pelan ke arah Gerall, Ariella merendahkan tubuhnya menyamakan tingginya dengan Gerall sejenak Arliena terpaku menatap Gerall. senyum kecil terbit di bibir Arliena.


" aku harap dimasa depan kamu tidak membunuhku Gerall." lirih bangun dari duduknya dan kembali tempatnya dan ikut menjelajah ke alam mimpi.


Mata Gerall terbuka menoleh ke arah Arliena sejenak dan kembali memejamkan matanya.


___


Sudah hampir genap 8 bualan Arliena terdampar di dunia novel ini, banyak plot yang menyimpang dari novel aslinya. dari mulai sifat kedua anaknya yang sekarang lebih banyak tersenyum walaupun hanya padanya, para pelayan yang saat ini sudah sangat dekat dengannya, segala rumor tentang nya, dan kini predikat istri yang tidak dicintai sudah tidak melekat padanya, karna hubungan Ariella dan Gerall sudah semakin baik selain hubungan diranjang mereka juga selalu meluangkan waktu setiap weekend untuk bersantai bersama dan mengajak kedua putra mereka bermain walupun masih tetap tidak ada yang berubah dari sifat dan ekspresi dingin Gerall.


Beberapa waktu lalu Arliena berkunjung di kediaman orang tuanya Duke Delio dan Duchess Alicia. Arliena yang baru bertemu orang tua kandung pemilik tubuh ini langsung jatuh cinta karena kasih sayang yang mereka curahkan pada sang putri. Arlino bahkan tidak mau kembali ke istana karena segala keinginan Arlino selalu di turuti oleh Duke Delio dan Duchess Alicia, tidak hanya Gavelino Alio juga tidak mau lepas dari pelukan Duchess Alicia bahkan sempat Arliena merasa iri karena anaknya terkesan lebih sayang pada kakek dan nenek nya dibanding ibu mereka sendiri.


pernah suatu kali Arliena tidak keluar kamar seharian karena anaknya tidak mau tidur dengannya alhasil hari itu Arliena mendapat ceramah dari sang Duchess untuk menghilangkan sifat childdis nya yang mudah cemburu dan banyak lagi. Arliena yang tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua sangat bersyukur bisa mendapatkan kasih sayang dari Duke dan Duchess Delifideus.


Dalam waktu beberapa bulan ini Arliena merasa bahagia karena bisa melihat tumbuh perkembangan kedua anaknya terutama Alio dari kata pertamanya, kesibukannya mengurus Alio dan pertumbuhan giginya sampai dia sekarang bisa berjalan sendiri. walau Arliena tidak merasakan sakitnya melahirkan tapi Ariella bersyukur bisa merasakan kesusahan dan kebahagiaan menjadi seorang ibu.


___


Suara tangis Alio menggelegar mengisi kamar Arliena, Arliena yang telah selesai dirias oleh lisa berdiri menghampiri bayi gemoynya dan langsung memeluk dan menyusui Alio. setelah dirasa Alio sudah kenyang Arliena menyusuruh pengasuh Alio untuk memandikannya.


"no.. belsama..ibunda." ucap Alio semakin erat memeluk Arliena.


Arliena tertawa melihat wajah gemoy putranya dengan bibir di masukan dan mata berkaca-kaca.


"kalo gitu Alio harus mandi dan bersiap dengan bibi pengasuh oke." ucap Arliena.


bibir Alio mengerucut lucu tapi tetap mengiyakan saat pelayan pengasuh mengambil Alio dan membawanya dari kamar Arliena. tak lama suara derita pintu terbuka muncul Lino dengan jas kecilnya disusul dengan Alio yang digendong oleh pengasuh.


Arliena berjalan kearah Lino dan Alio diciumnya pipi Lino, setelah itu baru mengambil Alio dari gendongan pengasuh dan mencium pipi gembul Alio.


_


Arliena dan kedua putranya berjalan pelan menuju mobil untuk mengantarnya ke panti asuhan dan rehabilitasi anak. niat Arliena membawa kedua anaknya semata-mata agar anaknya selalu bersyukur dengan kehidupan yang ia punya.


jarak dari istana ke panti asuhan lumayan jauh karena di luar ibu kota. sudah banyak orang bahkan wartawan yang memadati depan panti asuhan edelweis senyum Ariella tidak pernah hilang dari bibirnya. rengekan kecil dari Alio membuat Ariella harus menggendong Alio sepertinya anaknya itu takut dengan para wartawan itu. Arliena bersama kedua anaknya memasuki panti dengan dijaga oleh pengawal. mata Arliena terbuka lebar saat melihat anak-anak panti yang berbaris rapi menyambutnya dibarengi dengan nyanyian mereka. Arliena tersentuh mendapatkan sambutan itu.


_ _


Arliena telah duduk bersama dengan pengurus panti membicarakan hal-hal berkaitan dengan perkembangan panti edelweis. sedangkan kedua anaknya tengah bermain dengan anak panti Lino tengah membantu teman-temannya menyusun Lego berbentuk pesawat. sedangkan Alio tengah berlarian mengelilingi lapangan bersama teman barunya.


suara tangisan kencang mengalihkan perhatian semua orang kearah pangeran kecil itu, kini Alio tengah terduduk dengan air mata yang mengalir deras dan wajah yang penuh dengan debu. Arliena yang melihat itu tidak beranjak masih menikmati wajah gemas anaknya. "tunggu sebentar nak ibunda masih ingin melihat wajah lucu mu itu" batin Arliena


Lino yang mendengar suara tangis adiknya langsung menghampirinya dan mengusap air mata Alio dan membawanya ke gendongannya dana berjalan kearah Arliena yang masih terkikik geli melihat muka cemong anaknya.


_ _


Arliena masih terkikik geli saat teringat muka melas dan nelangsa Alio, Arliena memeluk lengan kekar pria disampingnya yang tengah fokus membaca buku tebal di depannya. Arliena menatap Gerall dengan senyum lebar merasa risih Gerall pun mengalihkan pandangannya pada Arliena. Arliena yang masih tertawa langsung tanpa diminta menceritakan kejadian lucu di panti asuhan tadi bagaimana lucunya Alio saat jatuh dengan muka lebih dulu jangan lupa mukanya yang di penuhi debu dan air matanya yang meleleh deras dari mata mungilnya.


Gerall merasa heran dengan tingkah Ariella yang menertawakan penderitaan anaknya itu.


tidak mendapat tanggapan dari Gerall bibir Arliena berkerut tanda sebal.


"Dasar menyebalkan, pria es " maki Ariella sambil melepaskan tangan Gerall dari pelukannya. dan langsung membelakangi Gerall dan memejamkan matanya.


.


.


Dalam tidurnya Arliena merasa bibirnya di cium.


~99