
Suasana istana kian mendung tidak adalagi canda tawa, hanya ada teriakan marah Arliena setiap harinya.
" keluarlah Gerd jika hanya itu yang bisa kamu beritahukan pada ku " ucap Gerall
"aku akan keluar sebentar " ucap Gerall
Gerall bangun dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangan. berjalan kearah taman dekat istana Ratu.
"AUCH."
Gerall Yeng mendengar suara itu segera menghampiri asal suara.
" Apa yang kamu lakukan Arliena" marah Gerall segera menahan tangan Arliena yang akan memukul Diana lagi.
" ah maafkan aku yang mulia tadi ada nyamuk di dahi lady Diana jadi aku ingin menangkapnya." ucap Arliena dengan senyum sinis.
" apa aku sebodoh itu tertipu dengan muslihatmu itu" ucap Gerall
Gerall menyuruh pelayan pribadi Diana untuk membawa Diana pergi dari hadapan Arliena.
" aku tidak akan melepaskan mu sekalipun kamu menyakitinya." ucap Gerall dingin.
" kita lihat saja siapa yang akan menang" sinis Ariella berjalan pergi diikuti Arliena.
___
Gerall berjalan cepat membawa amplop ditangannya dengan ekspresi marah.
dibantingnya pintu kamar Arliena membuat semua orang yang ada di dalam nya terkejut begitupun Arliena.
" KELUAR SEMUANYA" ucap Gerall dengan suara keras membuat para pelayan berlarian pergi.
" APA INI?" tanya Gerall marah sambil melemparkan amplop di tangan nya keatas meja rias.
Arliena membuka amplop Arliena terkejut dengan isi amplop itu, Arliena mengeluarkan selembar foto yang berisi fotonya saat dia dan Lisa keluar dari rumah sakit di pinggiran kota dan ada bukti surat bahwa Arliena melakukan Depo Provera untuk menunda kehamilan.
" begitu sulitkah kamu untuk hidup bersamaku sampai kamu tidak mau mengandung anak ku lagi" marah Gerall
" ya kamu benar aku melakukan semua ini karena ingin pergi dari mu pergi dari kehidupan memuakan ini karena itu ceraikan aku secepatnya." ucap Arliena marah
" baiklah besok aku akan mengirimkan kepadamu surat cerai itu" ucap Gerall melangkah pelan meninggalkan kamar Arliena.
___
seperti janji Gerall semalam Lisa datang dengan membawa surat cerai yang sudah di tanda tangani oleh Gerall tanpa banyak berpikir Arliena menandatangani surat itu.
" bereskan barang-barang ku Lisa aku akan pergi dari istana ini setelah aku memberikan surat ini" ucap Arliena
" tapi yang Mulia" ucap Lisa dengan air mata mengenang di matanya
" tersenyumlah Lisa ini memang bukan milik ku aku hanya melepaskan yang bukan milik ku" ucap Arliena
" aku akan pergi bersamamu yang mulia" ucap Lisa
" aku pasti akan menepati janjiku yang mulia ratu." ucap Lisa
" Lisa masukan barang-barang ku kedalam mobil" ucap Arliena
" baik yang mulia" ucap Lisa
____
Arliena berjalan pelan menyusuri lorong istana emerald, Arliena berdiri sejenak memandang pintu ruang kerja Gerall diketuknya pintu itu. Arliena melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan yang berisi Gerall dan Gerd.
mata Arliena menatap Gerall intens, membuat Gerall yang merasa di pandangi mengalihkan pandangannya ke arah Arliena.
" Ada perlu apa?" tanya Gerall dingin
" aku hanya ingin menyerahkan surat cerai yang sudah aku tanda tangani" ucap Arliena
" begitu cepat" lirih Gerall yang bisa di dengar Arliena
" karena aku tidak sabar untuk segera pergi dari istana ini Gerall" dengan senyum lebar di bibirnya.
hati Gerall sakit melihat dan mendengar perkataan Arliena, Gerall mengepalkan tangannya melihat senyum lebar yang sudah beberapa bulan ini tidak dilihatnya. Gerall membenci senyuman itu sekarang.
"Gerall aku akan pergi dari istana setelah ini" ucap Arliena yang membuat Gerall terdiam kaku.
" bagaimana dengan anak-anak " ucap Gerall
" aku tidak terlalu peduli dengan mereka ada kamu yang akan memenuhi kebutuhan mereka dan ada Diana yang menyayangi mereka." ucap Arliena
mendengar ucapan Arlinean tentang anak-anak mereka membuat Gerall tersulut amarah.
" pergilah sejauh mungkin dan jangan pernah kembali" ucap Gerall dingin.
" aku juga tidak akan mungkin kembali Gerall, selamat tinggal" ucap Arliena
___
Arliena mengambil kunci yang disodorkan oleh Lisa, Arliena melihat sekeliling istana.
" apa suatu saat aku akan kembali lagi ke istana ini?" batin Arliena
" sepertinya itu tidak mungkin mulai saat ini aku akan membuka lembaran baru hidupku tanpa orang-orang yang mengenalku" ucap Arliena bersiap memasuki mobil.
langkah Ariella terhenti saat suara Lino memanggilnya membuat Arliena mengalihkan pandangan pada Lino yang tengah berlari ke arahnya dengan tangis di matanya.
Arliena hanya tersenyum lembut ke arah Lino dan langsung masuk ke dalam mobil dan melaju kencang.
Lino yang tidak bisa mengejar ibundanya terduduk dengan mata menangis. Gerall yang melihat itu menggendong Lino dan menenangkannya. dengan mata yang terus menatap arah mobil Arliena pergi.
~99