
Arliena di buat bingung dengan permintaan ayahnya yang memintanya dan semua orang kecuali Lino dan Alio untuk berkumpul di kamarnya.
" sebenarnya apa yang ingin ayah beritahukan pada kita ?" tanya Arliena
" tunggu saja itu pasti sesuatu yang penting" ucap Gerall
Arliena memicingkan matanya melihat ke arah Gerall.
" kamu sudah tau kan alasannya" ucap Arliena
" Hem "ucap Gerall
" kamu sekarang bermain rahasia dengan ku" ucap Arliena kesal
" tidak aku hanya menghargai ibu dan ayah agar mereka bisa menyampaikan sendiri." ucap Gerall
" tetap saja kamu menyembunyikan sesuatu dari ku aku membencimu pergilah dari sampingku" ucap Arliena kesal
" Arliena aku tidak menyembunyikan sesuatu darimu" ucap Gerall
" pergi sana duduk di samping Mark saja " ucap Arliena
" tapi" ucap Gerall
" duduk disana aku tidak menerima penolakan" ucap Arliena dengan raut muka kesal.
melihat itu Hans terkikik geli, kapan lagi dia bisa melihat kakaknya itu tengah tidak berdaya.
Gerall dengan terpaksa berpindah ke samping Mark.
pintu ruangan terbuka dan munculah Duke dan Duchess Delifideus, Arliena segera berdiri dan menghampiri ibunya saat melihat nya menangis pelan.
" ayah ada apa dengan ibu kenapa dia menangis?" tanya Arliena
" tidak apa-apa sayang ayo duduk ada yang perlu ayah sampaikan" ucap Duke Delio
mereka pun duduk dengan Arliena yang masih memeluk ibunya.
Duke Delio menyerahkan dokumen yang tadi dia bawa ke arah Mark.
" bukalah Mark" ucap Duke Delio
Mark pun membuka nya dan membaca dokumen itu.
mata Mark terbuka lebar terkejut dengan isi dokumen itu.
" apa ini Duke" ucap Mark bingung
" seperti yang kamu pikirkan saat ini, kami telah melakukan tes DNA terhadapmu dan ternyata kamu adalah putra kami" ucap Duke Delio membuat semua yang hadir di situ terkejut
" ba..gimana aku menjadi putramu" ucap Mark menatap Duke Delio tajam
" aku akan menceritakan semuanya " ucap Duke Delio
" Dahulu kami pernah memiliki anak laki-laki bernama Alexio, saat berumur 5 tahun Alexio hilang dalam sebuah festival. kami sudah berusaha mencarinya berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun tapi tidak pernah ada yang berhasil menemukan nya. sampai kemarin saat Duchess Alicia melihat Mark dan merasa bahwa Mark adalah Alexio putra mereka yang hilang Alicia, dengan segenggam harapan kami melakukan tes DNA dan hasilnya dia memegang Alexio. putra kami putra tercinta kami." ucap Duke Delio menatap Mark dengan mata berkaca.
"sayang kamu putra kami Alexio " ucap Duchess Alicia
"ALEXIO…..." Seru Duchess Alicia
" ibu ayah benarkah Mark adalah kakak ku?" tanya Arliena
" iya sayang maafkan ibu karena tidak menceritakan padamu ibu tidak ingin kamu melihat kami bersedih saat mengingat tenang kakakmu" ucap Duchess Alicia
" maafkan aku ibu karena tidak tau kesedihan ibu dan ayah" ucap Arliena memeluk Duchess Alicia erat.
___
Bibi Elisa duduk di samping Mark yang tengah Dian melamun
" Mark " ucap bibi Elisa lirih
" aku tidak tau bibi harus bereaksi seperti apa" ucap Mark.
" dadaku terasa sakit dan senang secara bersamaan" ucap Mark
" aku tidak tau apa mereka senang bertemu dengan ku atau tidak, aku tidak tau apa aku layak menjadi putra mereka atau tidak. " ucap Mark
" Mark saat pertama kita bertemu bibi sangat menyayangimu kamu orang yang mandiri, pintar dan menyenangkan. bibi yakin orang tua mu pasti akan senang dengan mu" ucap bibi Elisa
" bukan kah kamu selama ini mengharapkan untuk bertemu dengan mereka, tapi kenapa kamu bimbang sekarang" ucap bibi Elisa
" bibi bisa melihat rasa kecewa Duchess Alicia karena kamu seperti tidak menginginkannya." ucap bibi Elisa
" mereka juga tersiksa karena kehilangan mu jangan buat mereka lebih tersiksa dengan kamu yang tidak mengakui mereka." ucap bibi Elisa
Mark memeluk bibi Elisa.
" terimakasih bibi karena kamu telah memberikan kasih sayang yang begitu besar untukku, tidak ada yang bisa menggantikan posisimu di hatiku" ucap Mark
" bibi juga sangat menyayangimu Mark kamu putra bibi bagaimana pun keadaannya." ucap bibi Elisa
" minta maaflah pada kedua orang tuamu dan katakan semua perasaan mu" ucap bibi Elisa
" baik bibi" ucap Mark.
___
Mark masuk kedalam ruangan dengan tangan yang menggandeng bibi Elisa.
Mark menatap kedua orang tuanya, bulir air mata jatuh dari matanya.
" ibu ayah maafkan aku" ucap Mark sambil menundukan kepalanya.
Duchess yang mendengar untuk tersenyum lembut dan memeluk Mark.
" anakku Alexio maafkan ibu karena baru menemukan mu sekarang maafkan kami" ucap Duchess Alicia memeluk Mark
Duke Delio berjalan ke arah istrinya dan putranya memeluk mereka erat.
Gerall berjalan ke arah Arliena dan memeluknya yang tengah terisak melihat keluarganya yang telah berkumpul.
~99