
Hans melangkah kan kakinya ke ruang kerja Gerall di villa sambil membawa map ditangannya. sepanjang jalan Hans meyakinkan dirinya untuk memberikan dokumen ditangannya. jika boleh memilik Hans ingin sekali membuang dokumen ini tapi dia sudah berjanji kepada kakak iparnya itu.
Hans mengetuk pintu kerja Gerall dan masuk ke dalam ruangan setelah mendapat ijin. dilihatnya Gerall yang tengah fokus dengan dokumen di depannya masalah kota Cadiz sudah 100 selesai dan kota ini sudah berjalan seperti sebelumnya, mereka memutuskan untuk tinggal sementara untuk berlibur sejenak.
Hans menaruh dokumen di atas meja kakaknya. yang dibalas dengan kerutan didahi Gerall dengan raut bertanya.
" kakak buka saja" ucap Hans
Gerall pun membuka dukumen itu, mata Gerall terbuka lebar terkejut, Gerall melihat ke arah Hans.
" aku menemukannya, orang yang kakak cari selama 10 tahun ini ."ucap Hans dengan raut dingin.
" aku harap kakak tidak menyakiti kakak ipar" tegas Hans. melangkah pergi kari ruangan kakaknya.
Gerall terpaku saat melihat foto di depannya.
___
Hans melangkahkan kakinya ke tempat Arliena dan kedua anaknya tengah bermain.
" ibunda ini bukan kakinya." protes Alio
"maaf kan bunda sayang" ucap Arliena
" ibunda payah sekali " ejak Alio
"apa kamu bilang ibunda payah rasakan ini" ucap Arliena sambil mengglitiki badan Arliena
" aaaaaa ibunda geli, geli ibunda hahhahha" tawa Alio
" ayo minta maaf pada ibunda kalo tidak ibunda tidak akan berhenti" ucap Arliena tetap mengglitiki Alio.
" hahaha bunda Alio minta maaf, sudah bunda geli" tawa Alio
Arliena menghentikan glitikan ya dan mencium pipi gembul Alio. Alio pun balas mencium Arliena.
" Alio sayang ibunda, ayahanda, Lino dan paman Hans."ucap Alio mengabsen orang-orang yang dia sayang.
senyum terbit dari bibir Arliena. dipeluknya Alio.
Lino yang hanya tertawa melihat penderita adiknya. Lino ikut memeluk Arliena dia juga sangat menyayangi ibundanya itu.
Hati Hans merasa hangat dengan interaksi tiga orang di depannya. niat untuk menemui Arliena dia urungkan.
" aku harap kamu tidak menyia-nyiakan mereka kak" batin Hans.
__
Gerall berdiri sebrang jalan matanya fokus pada wanita didepannya yang tengah melayani pengunjung di cafe itu.
Gerall melangkahkan kakinya untuk menemui wanita di depannya dengan langkah pelan.
" Diana " panggil Gerall dengan suara lirih tapi dapat didengar oleh orang didepannya.
" Diana ini aku Gerall" ucap Gerall memegang tangan Diana untuk berhenti.
Gerall menatap orang didepannya yang tengah menundukan kepalanya.
" aku merindukanmu " ucap Gerall
mendengar itu Diana langsung mengangkat kepalanya. menatap Gerall dengan air mata di matanya.
" aku merindukanmu Diana " ucap Gerall sambil menarik Diana kepelukannya.
tangis Diana kian kencang mendengar perkataan pria yang dicintainya selama ini.
Hans menggenggam erat tangannya melihat dua orang didepannya yang tengah melepas rindu. tak lama Hans berjalan pergi.
" kamu benar kakak ipar, aku berjanji akan selalu mendukung keputusan mu" batin Hans
___
Gerall menatap perempuan didepannya dengan bibir tersenyum.
" bagaimana kabarmu Diana?" tanya Gerall
" Aku baik" gugup Diana
" aki selalu mencari mu sejak 10 tahun lalu" ucap Gerall membuat Diana terkejut tapi tidak menutup rasa hangat di hatinya.
" kenapa kamu bisa ada di tempat ini?" tanya Gerall
" hidupku sudah berubah Gerall" ucap Diana
" apa hatimu juga sudah berubah?" tanya Gerall
membuat dada Diana terasa sakit.
" perasaanku tidak pernah berubah Diana" ucap Gerall
" Tidak Gerall kamu sudah berubah " lirih Diana
" sepertinya aku harus pergi Gerall, aku masih harus bekerja" ucap Diana
" aku sudah meminta ijin kepada atasanmu kamu tidak bisa menghindari ku diana." ucap Gerall
" aku merinduka mu Diana" ucap Gerall
" cukup Gerall ini salah, kamu sudah memiliki istri bahkan anak jangan buat aku menjadi orang jahat yang menginginkan milik orang lain" tegas Diana
" jangan temui aku lagi kita hanya masa lalu " ucap Diana.
~99