
Suara tawa terdengar dari kamar di depannya tanpa banyak bicara Arliena melepaskan pelukannya dari tangan Gerall. dan berjalan cepat ke dalam ruangan. dilihatnya kedua orang tuanya tengah bermain dengan Lino dan Alio. tawa Alio menggelegar saat neneknya mengglitikinya.
" ayah, , ibu" sapa Arliena menghentikan glitikan Duchess Alicia di tubuh cucunya itu. Arliena berjalan ke arah sang ibu dan memeluknya erat.
" aku kira kalian tidak akan datang" ucap Arliena
" kejutan" ucap Duchess Alicia sambil merentangkan tangannya. dengusan sinis dilayangkan oleh Arliena pada ibunya itu.
" kami hanya mampir sebentar, ayah dan ibu harus kembali keselatan " ucap Duke Delio membuat Ariella mengerucutkan bibirnya sebal.
" tapi aku masih rindu kalian" ucap Arliena
" Kitakan setiap hari selalu mengobrol lewat telfon dan kalo kamu rindu kamu bisa berkunjung keselatan." ucap Duchess Alicia
" iya benar ucapan ibumu itu Arliena" ucap Duke Delio menimpali
" kan ibu tau sendiri tugasku masih banyak aku belum bisa berkunjung ke keselatan." ucap Arliena
" Tidak apa-apa kamu tidak ke selatan yang terpenting kamu dan keluargamu selalu sehat itu yang terutama bagi ibu dan ayah." ucap Duchess Alicia sambil mengelus kepala Arliena sayang.
Tok Tok Tok
dari balik pintu james muncul tangan kanan ayahnya mengabarkan bahwa mereka harus pergi sekarang.
" mohon maaf yang mulia kami tidak berkunjung terlalu lama" ucap Duke Delio
" Tidak masalah Duke Delio, Terimakasih atas waktunya" ucap Gerall
Duke Delio dan Duchess Alicia pun pergi meninggalkan ruangan meninggalkan keluarga empat orang itu.
" Gerall aku lelah, boleh aku dan anak-anak langsung pergi istirahat "ucap Arliena
" oke, bawa anak-anak aku akan menyelesaikan sisanya disini. jangan kembali ke istana Rosella" ucap Gerall berjalan keluar
_ _ _
" kemuliaan selalu menyertai anda yang mulia Ratu" salam pelayan tua di depannya
" Sebelumnya perkenalkan saya Liam pelayan pribadi yang mulia Raja, hamba di perintahkan untuk membawa yang mulia Ratu untuk pergi ke kediaman yang mulia Raja. " ucap Liam.
" Hay Liam, senang bertemu dengan mu, dan terimakasih atas bantuannya." ucap Arliena
" hamba sangat senang melayani anda yang mulia" ucap Liam sambil membungkukkan badannya.
" Lisa boleh tolong gendong Alio? " ucap Arliena yang langsung di setujui oleh Lisa
Dengan arahan Liam mereka menuju kediaman Raja Gerall.
_ _
Arliena masuk ke dalam kamar Gerall. seperti yang dia sangka tidak ada yang menarik dari kamar Gerall dibanding kamarnya hanya saja ukuran kamar Gerall lebih luas. sama seperti pemiliknya kamar Gerall terkesan dingin dan terlalu sederhana tidak ada hal lain selain tempat tidur, sofa dan rak tv di kamar.
Arliena menyuruh Lisa untuk menidurkan Alio di tempat tidur, sedangkan Lino tengah membersihkan badannya di bantu pelayan. Arliena merebahkan badannya merasa lelah, tak lama Lino datang dengan tampilan yang lebih fresh. tanpa banyak kata lino naik ke tempat tidur berguling kearah Arliena dan mengecup pipi nya.
" selamat malam ibunda" ucap Lino yang langsung berbaring di samping adik kecilnya itu.
" selamat malam putra bunda, mimpi indah" ucap Arliena mengecup dahi Lino dan Alio.
Arliena bangun dari tidurnya melangkahkan kakinya kearah kamar mandi.
_ _
Arliena terkejut saat matanya menangkap sosok Gerall yang tengah melihat kearahnya. Arliena menghembuskan nafasnya pelan merasa kesal.
" kamu sudah kembali? apa pertanya sudah selesai? " tanya Arliena yang hanya di balas anggukan kepala Gerall.
" apa kamu mau mandi?" tanya Arliena
" iya" ucap Gerall singkat
Arliena melangkah ke tempat Gerall berdiri dan berdiri tepat di depan Gerall.
" menunduk sebentar " ucap Arliena yang membuat kening Gerall berkerut.
" ayolah" paksa Arliena yang mau tidak mau Gerall turuti.
Gerall menundukan kepalanya sedikit. mata Gerall melebar saat secara tiba-tiba Arliena mengecup bibirnya dua kali dengan kilat.
" Ciuman pertama hadiah karena kamu mau ikut membuat kejutan di malam ulang tahun Lino dan ciuman yang kedua karena kamu sudah membuat pesta ulang tahun Lino dengan sangat meriah." ucap Arliena sambil mengusap pelan pipi Gerall.
senyum kecil menyungging di bibir Gerall, tanap kata Gerall memegang keua pipi Arliena dan mencium bibirnya dalam. pukulan kecil di dada Gerall membuatnya melepaskan bibir sexy Arliena.
Bibir Gerall mendekat berbisik ke telinga Arliena.
" ingin kamu" lirih Gerall sensual.
mendengar itu tangan Arliena turun kearah celana dan mengusap pelan pusaka Gerall. bibir Arliena menj**** telinga Gerall DNA membisikan sesuatu. yang membuat raut wajah Gerall menjadi memerah.
setelah membisikan kata itu Arliena berjalan meninggalkan Gerall menuju meja rias dekat tv ingin dan melakukan ritual wajibnya. tanpa mempedulikan Gerall Arliena mulai membersihkan wajahnya. untungnya Lisa sangat peka dengan keadaan tanpa diminta Lisa sudah mempersiapkan skincare nya di kamar tidur Gerall.
usapan di wajah Arliena terhenti saat tangannya di tarik oleh Gerall dan berjalan cepat ke arah kamar mandi.
__
Arliena keluar dengan Bathrobe ditubuhnya, dan dengan bibir yang mengerucut sebal. tidak lama Gerall juga keluar dengan wajah yang lebih segar dan handuk yang hanya menutupi tubuh bagian bawah Gerall.
Arliena membalikan badannya menatap kesal kearah Gerall, yang hanya di balas dengan wajah dingin Gerall.
saat Arliena akan mengomeli Gerall Arliena merasakan rasa sakit di rahangnya.
" auch sakit" ucap Arliena membuat Gerall berjalan kearahnya dan melihat rahangnya.
" sakit? aku panggilkan dokter?" tanya Gerall
cubitan Arliena di perutnya membuat Gerall mengasuh terkejut. Gerall mengerut kan dahinya bingung dengan tingkah Arliena.
" yak apa kamu sungguh tidak tau malu! bagaimana bila dokter tau kalo rahangku sakit karena perbuatan kita tadi. dan dicap sebagai Raja dan Ratu yang mesum. " kesal Arliena
Gerall yang tau maksud Arliena hanya mengangguk kecil tanda paham
Arliena yang masih kesal terus berbicara menyalahkan Gerall.
" kamu lebih dulu" ucap Gerall membela diri
" kamu sudah salah tetap membela diri, aku kan sudah bilang aku sedang datang bulan. aku juga hanya mencium kamu dua kali dimana letak kesalahannku? malah disini aku yang rugi rahangku dan tanganku sakit karena juniormu itu. "ucap bela Arliena
" maafkan aku" ucap Gerall akhirnya dengan tampang biasanya.
" kamu sebenarnya tulus minta maaf pada ku tidak? kenapa wajahmu seperti orang yang tidak berniat meminta maaf. sudahlah aku ingin tidur tangan dan rahangku sakit karena membantu orang menuntaskan keinginannya." ucap Arliena sambil naik ke tempat tidur, memejamkan mata sambil memeluk Alio.
~99