
Derap kaki melangkah melewati lorong istana tangan halus membuka pintu di depannya dengan pelan. tubuh kecil itu berbaring dibawah selimut, bisikan dan usapan halus di pipinya mengganggu tidur pemilik tubuh itu.
pemilik tubuh kecil itu bangun dari tidurnya.
" Happy birthday sayang selalu menjadi anak kebanggaan ibunda dan ayahanda." bisik Arliena di telinga kecil Lino.
senyum Lino merekah dia tidak menyangka ibunda dan ayahandanya akan membuat kejutan ulang tahun.
" selamat ulang tahun boy" ucap Gerall mencium puncak kepala Lino.
" sayang tiup lilinnya dulu tapi sebelum itu buat permohonan dulu. " ucap Arliena
Lino pun memejamkan matanya.
" oke sekarang tiup lilinnya. " ucap Arliena sambil
Lino melihat kedua orang tuanya, isakan Lino mengejutkan Ariella dan Gerall, walaupun sejak tadi Gerall masih menunjukan wajah dinginnya Arliena tau bahwa Gerall juga senang dengan bisa memberikan kejutan untuk Lino. Gerall dan Ariella terkejut mendengar Isak tangis dari Lino.
Arliena memeluk Lino yang kian mengencangkan tangisannya. tidak lama tangis Lino mereda, Arlino melepaskan pelukan ibundanya, menatap Arliena dan Gerall bergantian.
" ibunda ayahanda Lino sangat bahagia sekarang dulu Lino sama sekali tidak berani memimpikan hal ini. Lino sayang kalian jangan pernah berubah" ucap Lino memeluk kedua orang tuanya.
Arliena sadar walau sebaik apapun dia saat ini Lino masih trauma dengan masa lalunya.
"maafkan perlakuan ibunda dulu sayang, ibunda janji saat ini dan kedepannya kasih sayang ibunda tidak akan pernah berubah." ucap Arliena.
Gerall mengusap lembut rambut Lino.
__
senyum manis tidak pernah luntur dari bibir Lino, sepanjang jalan Lino selalu mendapatkan ucapan selamat ulang tahun yang di balas dengan senyum ramah. tidak seperti hari ulang tahun sebelumnya ucapan selamat selalu terkesan memuakan bagi Lino, Lino tidak butuh ucapan selamat dari para pelayan dan orang disekitarnya, orang yang ia inginkan untuk memberinya ucapan selamat dan ciuman sayang hanya kedua orang tuanya. tapi harapan itu hanya bisa Lino telan mentah-mentah pasalnya kedua orang tuanya tidak terlalu peduli pada hari ulang tahunnya. walaupun ibunya selalu mengadakan acara ulang tahun yang megah untuknya hal itu semata-mata untuk menetapkan posisinya sebagai Ratu yang bahkan melahirkan putra yang diyakini akan menduduki tahta kerajaan Xellfion. ayahnya bahkan tidak pernah datang di pesta ulang tahunnya.
Lino bersyukur permohonan nya terwujud di ulang tahun ke - 6, dan sekarang Lino sudah mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya.
suara pintu Terbuka mengejutkan seisi ruangan, dengusan sebal Arliena layangkan pada sang adik ipar Hans, Hans berjalan cepat menghampiri Lino yang tengah memilik pakaian untuk pestanya nanti malam di peluknya sang keponakan.
Happy Birthday ponakan paman yang imut sambil menarik kecil pipi Lino. Lino pasrah dengan tingkah pamannya yang tergolong childis bahkan Lino saja yang masih anak-anak lebih bersikap dewasa dari pada Hans.
" sayang paman punya hadiah untuk kamu." ucap Hans. beberapa orang masuk dengan membawa kotak berukuran besar.
"wah besar sekali paman apa boleh Lino buka." ijin Lino yang di bolehkan oleh Hans.
Lino melepas pembungkus kotak dibantu beberapa pelayan. mata Lino terbuka lebar saat dilihatnya IMMH Lego Queen Mary di depannya. IMMH Lego Queen Mary adalah produk baru Lego dan telah rilis beberapa hari yang lalu, model lego IMMH Lego Queen Mary sudah membuat Lino jatuh cinta, Lino sempat berpikir untuk meminta untuk di belikan tapi lino urungak karena harganya yang mahal dan bukan sesuatu yang Lino butuhkan.
walaupun begitu keinginan Lino untuk memiliki model IMMH Lego Queen Mary tidak pernah surut karena itu Lino tengah menabung untuk membelinya.
Lino memeluk erat Hans berterimakasih berkat Hans Lino berhasil mendapatkan mainan kesukaannya.
__
Pintu kamar Arliena terbuka dan muncul Gerall dengan stelan jas hitam, senada dengan pakaian Lino dan Alio. Alio yang tengah bermain menghampiri sang ayah Minta di gendong, yang langsung di turuti Gerall.
Mata Gerall terpaku menatap Arliena dalam membuat Arliena salah tingkah.
" sudah? " tanya Gerall yang diangguki oleh Arliena
keluarga empat orang itu berjalan menuju aula istana tempat pesta perayaan ulang tahun Lino diadakan.
YANG MULIA RAJA GERALL ELINDRIO XELLFION
YANG MULIA RATU ARLIENA ANGELICA XELLFION
YANG MULIA PANGERAN ALIO MARK XELLFION
Seru pengawal mengabarkan kedatangan Raja Dan Ratu kerajaan Xellfion.
Para tamu undangan menunduk hormat kepada keluarga kerajaan.
Raja, Ratu dan kedua putranya berjalan menuruni tangga menuju singgasana.
" Selamat malam semua telah berkenan menghadiri pesta ulang tahun putra saya, Gavelino Xellfion. selain itu saya ingin mngumumkan bahwa mulai hari ini saya mengangkat putra pertama saya sebagai putra mahkota". ucap Gerall tegas
Sorakan tepuk tangan diberikan oleh para tamu, walaup masih ada tanya di benak mereka. Dengusan sebal dan iri tergambar di muka para wanita, karena dengan diangkatnya Gavelino Xellfion menjadi putra mahkota maka pengaruh Arliena akan semakin besar.
Arliena terkejut dengan titah Raja Gerall pasalnya gelar putra mahkota bisa diturunkan kepada putra raja dengan siapa pun tidak mesti harus anak dari Ratu. Dan yang membuat Ariella lebih terkejut karena di novelnya gelar putra mahkota di berikan oleh Gerall kepada putra nya dengan Diana.
setelah kehebohan yang terjadi karena ucapan Raja Gerall acara kembali dilanjutkan dengan Lino yang meniup lilin ulang tahunnya, dengan di bantu oleh Arliena Lino memotong kue ulang tahunnya dan menyuapi Arliena, Gerall dan terakhir kepada adik kecilnya.
Acara berlanjut tapi area anak dan orang dewasa terpisah, diruang anak Lino tengah asik merakit Lego tidak mempedulikan suasana sekitarnya dan tidak ada yang berani menghampiri kerena Lino, wajah dingin Lino yang minim ekspresi membuat teman-teman seusianya tidak berani menyapa. Lino mengerutkan dahinya saat tangan mungil menghalangi pandangannya bermain Lego, Lino mengangkat wajahnya melihat pemilik tangan mungil itu.
" Hallo pangeran aku Deren Fernand anak Marques Imanuel Fernand." ucap Deren
Lino tidak menanggapi sapaan Deren dan kembali asik bermain dengan legonya.
Deren menurunkan tangannya, bukannya pergi Deren malah duduk di samping Lino dan ikut bermain Lego. melihat Lino yang tidak masalah dengan keberadaan Deren membuat senyum lebar merekah.
Berbanding terbalik dengan Lino, bocah gemoy itu malah tidak mau berhenti bermain dengan teman barunya sambil menenteng makanan di kedua tangannya.
Arliena yang bosan hanya duduk di kursi ratu melirik orang di sebelahnya yang tengah duduk diam menatap lurus ke depan. Arliena mencolek tangan Gerall membuat pria itu mengalihkan perhatiannya ke Arliena.
" Aku lapar aku ingin mencari kue disana, kamu ikut? " tanya Arliena
" Tidak" ucap Gerall singkat
Arliena bangun dari kursinya berjalan menuju tempat kue berada. mata Arliena berbinar melihat kue-kue cantik di depannya.
suapan Arlien terhenti saat sekelompok wanita menyapa dirinya. yang dibalas dengan ramah oleh Arliena.
mata Arliena memicing mengalihkan pandangannya pada perempuan disampingnya yang melihat Arliena dengan mata berkilat tajam. sejenak Arliena terpesona dengan keindahan wajah wanita itu.
Arliena tidak tahu alasan pandangan tidak suka yang di arahkan oleh wanita padanya.
" Selamat untuk gelar baru pangeran Gavelino yang mulia Ratu" ucap Emily putri Duke sanders dengan senyum munafiknya. yang dibalas dengan senyum kecil oleh Arliena.
" Dan saya berharap kasih sayang Baginda raja juga akan anda dapatkan Ratu"ucap lady Emily dengan nada mengejek.
senyum kecil terbit dari bibir Arliena merasa lucu dengan perkataan lady di depannya ini, Emily mengepalkan tangannya dari balik gaunnya melihat Arliena yang tidak terprovokasi oleh sindirannya.
" honey.." panggil Arliena saat melihat Gerall yang berjalan kearahnya.
mendengar panggilan Arliena dahi Gerall berkerut tapi tetap melangkahkan kakinya ke arah Arliena.
para wanita yang tadi mengerumuni Ratu Arliena membuka jalan untuk Raja Gerall. rona pipi merah muncul pipi mulus mereka saat melihat wajah tampan Sang Raja.
" cek, cek ,cek lihatlah para wanita muda ini " batin Arliena.
" kemuliaan selalu mengelilingi yang mulia Raja Xellfion." sapa Emily dengan pipi merona. sapaan itu hanya diangguki oleh Gerall tanpa melihat wajahnya.
kini Arliena dan Gerall menjadi pusat perhatian semua tamu, bagaimana tidak kalimat panggilang Arliena yang tergolong intim mematahkan Rumor bahwa Ratu Arliena tidak dicintai Raja Gerall dan rumor tentang wanita simpanan Raja.
Dan dapat mereka lihat interaksi keduanya menunjukan bahwa mereka keluarga yang harmonis.
" sudah selesai? Duke Delio dan Duchess Alicia sudah menunggu kita "ucap Gerall
" oh sudah, ayah ibu datang? ayo kita kesana." ucap Arliena yang kemudian berpamitan dengan para lady yang mengobrol dengannya tadi.
Arliena menggandeng tangan Gerall berjalan pergi.
~99