The Meaning Of Love

The Meaning Of Love
Over



Seminggu sudah Arliena berada di kota Cadiz saat ini Arliena tengah membagikan bahan makanan kepada penduduk kota Cadiz, Raut bahagia di muka mereka menghangatkan hari Arliena. walau sempat dilarang Gerall untuk tidak pergi ke daerah terpapar Arliena tetap kekeh ingin membantu membagikan makanan. sedangkan Gerall sendiri tengah mengadakan rapat dengan wali kota, jajarannya, peneliti dan dokter untuk mencari solusi tentang wabah ini.


beberapa hari yang lalu para peneliti menemukan asal wabah berasal yang ternyata disebabkan oleh Bakteri Emerging dari hewan yang menyebabkan urbanisasi dan penghancuran habitat asli (memungkinkan manusia dan hewan hidup lebih dekat). untuk percepatan bakteri juga kian kuat karena perubahan iklim.


para peneliti memperkirakan bahwa bakteri dapat di matikan dengan menyuntikan vaksin yang mengandung thimerosal. peneliti juga sudah mencoba menyuntikan vaksin thimerosal kepada salah satu pasien dan saat, dari penelitian itu terbukti vaksin thimerosal mampu membunuh bakteri.


berdasarkan perkiraan para peneliti vaksin thimerosal sudah dapat selesai di buat dan di bagikan ke masyarakat seminggu kedepan.


___


pencapaian Raja Gerall dalam menghadapi wabah dalam kurun waktu singkat mendapat pujian kerajaan-kerajaan lain. peraturan lock done sudah di cabut oleh pemerintah kota tempat wisata, pelabuhan, fasilitas publik juga sudah dibuka. saat ini para penduduk kota Cadiz mengadakan perayaan sebagai bentuk syukur karena wabah telah hilang.


Berbeda dengan penduduk kota yang tengah bahagia, di sebuah kamar Arliena tengah mengerutkan bibirnya kesal karena Gerall tidak mau pergi melihat perayaan. pria dingin itu malah asik membaca bukunya. tanpa mempedulikan Arliena yang kesal. tadinya karena Gerall menolak ikut Arliena akan mengajak Hans pergi tapi pria dingin itu malah mengunci pintu kamar tidak memperbolehkannya keluar.


Arliena menghela nafasnya jengkel, sepintas ide memenuhi kepala Arliena.


Arliena melangkahkan kakinya ke tempat Gerall berdiri di samping tempat duduknya. bibir Arliena mendekat kearah telinga.


" aku milikmu malam ini " bisik Arliena


membuat Gerall melihat ke arah Arliena, menarik nya sehingga Arliena duduk di pangkuan Gerall. Arliena menahan bibir Gerall yang akan menciumnya.


" tapi ada syaratnya, ajak aku pergi ke perayaan kalo tidak. aku tidak akan mau tidur dengan mu lagi" ancam Arliena


" kamu mengancam ku " ucap dingin Gerall


" benar." ucap Arliena sambil mengalungkan tangan nya dileher Gerall.


" turun" perintah Gerall membuat Arliena mengerutkan dahinya.


" turun dari pangkuan ku, bersiaplah." ucap Gerall membuat bibir Arliena tersenyum lebar.


takut Gerall akan berubah pikiran Arliena langsung bangun dan mengganti pakaiannya.


_ _



Decakan kagum terus keluar dari bibir Arliena melihat indahnya pantai didepannya yang sudah di pasangi lampu-lampu.


Arliena menggenggam tangan Gerall mengajaknya menyusuri pantai. sambil sesekali Arliena membeli makanan yang dijual di sepanjang jalan.


" Gerall aku ingin minum air kelapa itu" ucap Arliena menarik tangan Gerall mendatangi penjual tersebut.


" Bibi tolong air kelapa untuk dua orang." ucap Arliena


" baik nona cantik, kalian sungguh pasangan yang serasi baru pertama kali aku melihat pasangan yang sama-sama cantik tampan" ucap bibi itu


" ah terimakasih bibi aku sungguh malu mendapat pujian dari bibi" ucap Arliena menimpali


" apa kalian tengah berbulan madu?" tanya Bibi


" hahaha bibi tau saja " ucap Arliena sambil sudut matanya melirik Gerall


" baiklah nikmati waktu kalian" ucap bibi itu sambil memberikan pesanan Arliena


" terimakasih, kami pergi dulu" ucap Arliena melangkah pergi.


Gerall dan Arliena memang tidak membawa pengawal, sebenarnya Arliena yang tidak memperbolehkan pengawal mengikuti mereka yang tentunya tidak disetujui setelah lama berdebat diambil jalan tengah mereka akan membawa pengawal tapi mereka hanya boleh mengawasi kita dari jauh dan harus berpakaian biasa agar tidak membuat orang curiga.



Arliena menarik Gerall untuk duduk di tepi pantai untuk menyantap makanan yang mereka bawa. sambil menikmati hembusan angin laut.


" kamu tidak makan?" tanya Arliena


" kamu saja" ucap Gerall


" buka mulut mu, , ,a " ucap Arliena yang di jawab gelangan Gerall


" ayo tangan ku pegal ini" paksa Arliena yang kemudian dituruti Gerall.


" enak kan tidak kalah dari masakan istana" ucap Arliena


" a. . " suap Arliena yang diterima Gerall


" padahal kamu baru makan sedikit" ucap Arliena kembali memakan makanannya.


__


" mau bermain air?" tanya Arliena


" air dingin" ucap Gerall


Arliena mengerutkan dahinya melihat Gerall yang sejak memijat keningnya, Arliena memegang dahi Gerall.


" astaga kening kamu panas sekali, kenapa tidak bilang kalo sakit ayo pulang sekarang." ucap Arliena keras membuat orang di sekitarnya menatap mereka.


sepanjang jalan Arliena tidak berhenti mengomeli Gerall membuat kepala Gerall semakin pusing.


" aku pusing diamlah" ucap Gerall menyandarkan kepalanya di senderan kursi mobil


" makannya seharusnya kamu bilang, kamu membuatku terlihat kejam" ucap Arliena sambil menarik kepala Gerall untuk tidur di pangkuannya Arliena memijat pelan kepala Gerall membuat nya nyaman.


_ _


mobil telah sampai di depan villa mereka Arliena menyuruh pengawal untuk membawa Gerall masuk kedalam.


Dibaringkannya Gerall diatas tempat tidur, Arliena melepas sepatu dan kaos kaki Gerall. tak lama Arliena datang dengan wadah berisi air Arliena mengganti baju dan celana Gerall dengan baju yang nyaman.


Arlienna menyuruh pengawalnya untuk memanggil dokter tidak lama dokter datang memeriksa Gerall.


" bagaimana dok keadaannya" tanya Arliena


"Baginda Raja Gerall hanya mengalami Demam, kelelahan dan kekurangan cairan Baginda Ratu saya sudah memberikan infus pada Baginda anda hanya harus membuat Baginda meminum obat demamnya. dan untuk saat ini Baginda di perkenankan untuk lebih banyak beristirahat." ucap dokter


" baiklah terimakasih untuk bantuannya dokter."ucap Arliena


" sudah menjadi kewajiban saya Baginda Ratu. saya ijin pergi" pamit dokter itu. dan di iyakan oleh Arliena


Arliena berjalan ke depan pintu kamar meminta pelayan untuk membuatkan bubur untuk baginda Raja.


" hey ayo bangun kamu harus minum obat" ucap Arliena lirih membangunkan Gerall


" Gerall bangun sebentar" ucap Arliena


" kepalaku pusing" lirih Gerall


" karena itu kamu harus bangun makan dan minum obat" ucap Arliena membantu Gerall bangun menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang.


" ayo buat mulutmu " ucap Arliena yang diterima Gerall


" rasanya tidak enak" ucap Gerall


" itu karena kamu sedang sakit makanya rasanya tidak enak" ucap Arliena kembali menyuapi Gerall.


" aku keyang " ucap Gerall setelah 5 suapan dan disetujui oleh Arliena


" sekarang minum obatnya" ucap Arliena


yang dibalas gelengan tanda tidak mau


" kamu harus meminumnya agar sembuh" ucap Arliena


" aku tidak bisa minum obat " ucap Gerall sedikit malu memberitahukan kekurangannya.


" jangan banyak alasan ayo cepat minum" tegas Arliena yang di balas gelengan Gerall


" aku sungguh tidak bisa minum obat " ucap Gerall


Arliena yang mulai kesal memasukan obat dan air kemulutnya dan mencium Gerall mendorong obat itu ke mulut Gerall. Arliena menghapus sisa air yang jatuh dari bibirnya. Gerall terdiam masih syok dengan kejadian tadi.


" sekarang kamu boleh istirahat" ucap Arliena tidak peduli dengan ekspresi Gerall yang terkejut.


" kamu tidurlah aku ingin mandi dulu" ucap Arliena berjalan ke kamar mandi.


~99