
Matahari mulai menampakan sinarnya, waktu untuk orang-orang bangun dan memulai aktifitas.
Tapi itu tidak untuk Gerall dan beberapa orang lainnya yang tengah berusaha menemukan Alio, banyak pihak telah membantu tapi tidak ada tanda - tanda keberadaan Alio.
Lino masuk ke ruangan ayahnya menanyakan perkembangan tentang keberadaan Alio.
" ayahanda maafkan aku tidak menjaga Alio" ucap Lino dengan kepala tertunduk.
Gerall berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Lino mensejajarkan tubuhnya.
"sayang itu bukan kesalahan mu, lebih baik kita berdoa agar tidak ada hal buruk yang menimpa Alio. " ucap Gerall memeluk Lino.
" kalau begitu ayo kita pergi mencari Alio ayahanda kita tidak bisa hanya menunggu kabar" ucap Lino
" ayahanda setuju ayo kita cari Alio " ucap Gerall menggandeng tangan Alio.
berjalan keluar dari ruangan
" tetaplah disini segera kabari aku bila ada kabar tentang Alio" ucap Gerall
" Baik yang mulia" ucap Gerd
___
" masuklah ayahanda akan menyetir" ucap Gerall membukakan pintu untuk Lino sekaligus memasangkan seat belt dan berjalan duduk di kursi kemudi.
.
.
" ayah kemana kita akan mulai mencari Alio?" tanya Lino
" kita akan mencari sedikit jauh dari pantai" ucap Gerall
____
Alio membuka matanya pelan, sejenak Alio menatap orang didepannya yang tengah memejamkan mata. isakan pelan keluar dari bibir Alio tanpa ragu Alio memeluk tubuh didepannya.
" hik hik hik Hua Alio rindu" ucap Alio di barengi isakan tangis.
tangisan dan pelukan erat Alio membangunkan wanita bermata indah di depan Alio.
" hey bocil kenapa kamu menangis dan memeluk ku" ucap wanita itu
" ayo lepaskan Kaka cantik ini" ucap wanita itu lagi
" hik hik ibunda aku tidak akan melepaskan ibunda " ucap Alio
" hey lepaskan aku dulu aku sulit bernafas karena pelukan mu itu" ucap wanita itu.
" tidak mau hik hik tidak mau nanti ibunda pergi lagi Alio tidak akan melepaskan ibunda" ucap Alio
" aku tidak akan pergi bocil bagaimana aku bisa pergi jika kamu memeluk ku begitu erat, bisa-bisa aku mati karena kehabisan nafas dan benar-benar meninggalkan mu." gumam wanita itu
" Tidak ibunda, jangan mati Alio lepaskan " ucap Alio segera melepaskan pelukannya di tubuh wanita itu.
Alio melihat wanita di depannya bangun dari tidurnya menghela nafas mencoba menghilangkan rasa sesak di dadanya.
setelah lumayan membaik wanita itu melihat ke arah Alio.
" nama mu siapa bocil?" tanya wanita itu
" ibunda tidak mengingat Alio" " ucap Ali hendak menangis tapi bibirnya langsung di bungkam oleh tangan wanita didepannya membuatnya tidak jadi menangis.
"jadi namamu Ali? kenapa kamu sejak tadi malam menyebut ku ibunda " ucap wanita itu.
" ibunda kamu melupakan ku" ucap Alio dengan mata berkaca.
" oke oke jangan menangis kupingku sakit mendengarnya." ucap wanita itu.
kruk
kruk
" ayo kita makan setelah itu kamu tunjukan dimana rumah mu" ucap wanita itu
" aku tidak ingin pulang aku ingin tinggal dengan ibunda" ucap Alio
" tadi kamu bilang namamu Alio kan?" tanya wanita itu yang diangguki oleh Alio.
" oke Alio sekarang ikut aku kamu harus berkemas setelah itu kita sarapan" ucap wanita itu.
___
" Alio kakak cantik mau tanya dimana rumah mu?" tanya wanita itu
"aku tinggal di villa tidak jauh dari pantai ibunda, bersama ayahanda dan kakak Lino." ucap Alio
" oke habiskan sarapan mu habis itu aku akan mengantarkan mu kesana." ucap wanita itu.
.
.
bunyi pintu di buka menyadarkan wanita itu dari menatap Alio. dilihatnya seorang pria bertubuh tinggi dengan wajah yang tampan masuk ke dalam rumah.
" Yoona, tadi aku bertemu bibi dia bilang kamu membawa seorang anak tadi malam" ucap pria bernama Mark sambil berjalan ke arah dalam rumah
" ckckck bisakah kamu duduk dulu sebelum bicara " ucap Yoona memukul lengan Mark keras.
" Arck kenapa kamu memukulku apa kamu tidak tau betapa sakitnya pukulan mu itu." ucap Mark kesal
" tidak peduli" ucap Yoona kembali berjalan ke tempat Alio.
" rasakan ini ha ha ha ha " ucap Mark Yang sedang memiting kepala Yoona
" YA lepaskan Mark, YA!!! Wah oke kalo itu mau mu" ucap Yoona yang langsung menggigit lengan kekar Mark membuat Mark langsung melepaskan pitingan nya dari kepala Yoona.
Yoona tanpa ampun menjambak rambut pirang Mark dan memukul kepala keras.
" ampun Yoona jangan tarik rambutku aku baru menatanya YA!! YOONA" ucap Mark
Mark juga balas menjambak rambut Yoona
" YA MARK lepaskan rambutku, YA!! SAKIT Bodoh " ucap yoona
"YAK KALIAN BERHENTI" Teriak seorang wanita dari pintu rumah
teriakan itu membuat keduanya langsung menghentikan aksi mereka.
wanita itu berjalan ke arah keduanya dan menarik kuping mereka.
" kalian itu sudah dewasa bukan anak kecil lagi kalian tidak malu mengajarkan hal buruk untuk anak itu" ucap bibi Elisa sambil mengarahkan matanya ke tempat Alio berdiri masih syok dengan pertengkaran di depannya.
" Ah bibi Yoona duluan yang mulai " ucap Mark
" enak saja kamu duluan ya siapa suruh teriak-teriak seperti orang gila saja " ucap Yoona
ARCH...SAKIT......
teriak keduanya saat bibi Elisa mengeraskan jewerannya pada ke dua manusia dewasa di sampingnya.
"ibu telinga ku sakit ayo lepaskan " ucap Yoona dengan wajah di buat imutnya.
" hentikan wajah menjijikan itu Yoona " ucap Mark berlaga ingin muntah.
Yoona mengarahkan kakinya hendak menendang Mark tapi tidak berhasil.
" ibu pusing melihat tingkah kalian, cepat saling minta maaf atau ibu tidak akan melepaskan jeweran ini" ucap bibi Elisa
" aku minta maaf Yoona " ucap Mark mengawali yang kemudian dibalas sama oleh Yoona.
bibi Diana melepaskan jewerannya dan berjalan ke arah Alio yang tengah bingung.
" hallo sayang siapa nama mu" ucap bibi Elisa
Alio tidak menjawab pertanyaan Diana malah berlari ke arah Yoona.
" ibunda Alio takut" ucap Alio sambil bersembunyi di belakang tubuh Yoona.
sebutan Alio untuk Yoona membuat kedua orang di sana terkejut.
" ya Yoona kenapa dia memanggilmu ibunda?" tanya Mark
" aku tidak tau sejak tadi malam dia selalu memanggilku ibunda" ucap Yoona acuh.
" sekarang coba ceritakan kenapa kamu bisa membawa pulang Anak itu dan memanggilmu ibunda" ucap bibi Elisa
" jadi gini ceritanya. . . . .
~99
Menurut kalian Yoona itu Arliena apa bukan ya 🤔