
Arliena memeluk Gerall erat menyembunyikan wajahnya di dada bidang Gerall, membuat Gerall terbangun dari tidurnya.
Gerall mengecup dahi Arliena lembut, tangan Gerall menggenggam tangan Arliena dan membawa tangan Arliena untuk dia cium.
" aku merindukan pelukan ini, merindukan harum tubuh ini" ucap Gerall
" aku juga merindukan wajah dingin ini" ucap Yoona sambil mencium Gerall yang langsung dibalas intens oleh Gerall.
Gerall membawa tubuh Arliena untuk duduk di atas tubuhnya, Gerall membuka baju Arliena menyisakan bagian dalam kain yang melekat di tubuh Arliena.
" hari ini kamu yang memimpin " ucap Gerall
Yoona mengecup bibir Gerall mengeksplor bibirnya, bibir Arliena turun ke leher dan sampai di dada Gerall Arliena memainkan dada Gerall dengan sensual, Yoona mencium area gerall dengan intens membuat Gerall kalang kabut dibuatnya.
gaya Arliena yang pelan membuat Gerall gemas , Gerall harus mempercepat nya sendiri Gerall tau Yoona melakukan nya karena ingin menggodanya.
Gerall membalikan badannya sekarang Gerall berada diatas Arliena memanjakan Arliena membuat Arliena berkali-kali meneriakkan namanya.
" Gerall aku lelah" ucap Arliena
"tunggu sayang aku masih belum, aku akan cepat jadi tahan sebentar." ucap Gerall
" ah Gerall ah ah ah" desah Arliena
" Gerall....ah aku.....
" bersama sayang " ucap Gerall lebih mempercepat perbuatannya.
" archhhh Arliena aku mencintaimu" ucap Gerall di akhir pelepasannya
badan Gerall menindih Arliena melampiaskan rasa puasnya.
_____
Arliena mengusap dada Gerall.
" Gerall, aku ingin bertanya sesuatu" ucap Arliena
" ya katakanlah" ucap Gerall mengusap lembut punggung Arliena
" apa benar kamu tidak tidur dengan Diana?" tanya Arliena
" hey dengar sayang aku memang dulu menyukai Diana tapi untuk tidur dengan nya aku tidak pernah, satu-satunya wanita yang aku sentuh cuma kamu tidak ada yang lain" ucap Gerall menatap mata Arliena.
Arliena bisa melihat kejujuran dari mata Gerall.
" Tapi kenapa dia bisa menggunakan telepon mu?" tanya Arliena
" aku juga tidak tau, memang waktu malam itu aku tengah menunggu Marcell dan lupa membawa telpon ku, tapi besok paginya aku menemukan telpon ku ada di laci kamar hotel dan tidak ada panggilan dari mu." ucap Gerall bingung
" aku akan meminta Gerd untuk mencari tau " ucap Gerall
" aku senang akhirnya bisa bersamamu lagi, tolong jangan pergi dari hidup kami lagi Arliena." ucap Gerall
" aku tidak akan bersikap bodoh untuk kedua kalinya." ucap Arliena memegang sisi wajah Gerall dan menciumnya dalam menyalurkan segala perasaan cintanya untuk pria didepannya itu.
" terimakasih telah menunggu ku " ucap Arliena menitihkan air matanya.
" jangan menangis aku tidak akan membiarkan kamu mengeluarkan air mata lagi di hidup ini." ucap Gerall dengan senyum lembut dan tangan yang menghapus air mata Arliena.
" aku mencintai mu Gerall dari dulu, sekarang maupun masa depan " ucap Arliena mengungkapkan perasaannya untuk pertama kalinya.
bibir Gerall tersenyum lebar mendengar pernyataan cinta Arliena untuknya.
" aku bahagia mendapatkan cintamu dan aku akan berusaha untuk menjaganya tetap utuh" ucap Gerall sambil memeluk Arliena.
drrrrt
drrrt
drrrt
suara dering telepon menyadarkan mereka, Gerall bangun dari tidurnya dan mengangkat telponnya.
" AYAHANDAAAAAA DIMANA IBUNDA " ucap Alio dari seberang telpon dengan suara keras.
" Alio ayahanda tidak suka kamu berteriak seperti itu" ucap Gerall dengan nada tegas
" ayahanda sangat kejam mengambil ibunda dari kami" ucap Alio
" ayahanda tidak mengambil ibunda dari Alio, ibunda memang milik ayahanda " ucap Gerall membuat Arliena memukul lengannya dan mengambil telponnya.
" sayang maafkan ibunda tidak bersamamu, ibunda sedang ada urusan dengan ayahanda sebentar lagi ibunda akan pulang jadi tunggu ibunda ya, ibunda mencintai Alio dan kakak Lino " ucap Arliena
" ibunda cepatlah pulang jangan bersama ayahanda Alio tidak suka, ibunda hanya milik Alio " ucap Alio yang masih bisa di dengar Gerall
Gerall langsung mengambil telponnya dari Arliena dan memutuskan sambungan telepon.
" jangan terlalu memanjakan nya, kamu hanya milik ku " ucap Gerall membuat Arliena mengerutkan dahinya.
" aku orang pencemburu jadi jangan memanjakan kedua anakmu melebihi aku" ucap Gerall mencium bibir Arliena
" kamu cemburu dengan kedua anakmu ?" tanya Arliena
" ya aku tidak suka mereka memonopoli mu" ucap Gerall
" Gerall mereka anak-anak kita buah cinta kita jadi jangan cemburu dari versi mini mu itu" ucap Arliena dengan senyum lebar gemas dengan ke posesif an suaminya.
" tetap saja" ucap Gerall lirih yang masih bisa di dengar Arliena.
Arliena mengecup pipi Gerall yang tengah memasang muka kesal, membujuknya dan hal itu berhasil membuat wajah kesal Gerall berganti dengan senyuman lembut.
"baiklah sekarang kamu harus mandi aku tidak ingin Alio marah dengan kita " ucap Arliena
" bagaimana kalau kita mandi bersama agar mempersingkat waktu" ucap Gerall
yang langsung ditolak oleh Arliena, tanpa mempedulikan bujukan Gerall Arliena bangun dari tempat tidur dan berjalan masuk ke kamar mandi saat akan menutup pintu Gerall menahan pintu dan berjalan masuk memeluk Arliena akhirnya mereka mandi bersama.
.
.
Gerall keluar dari kamar mandi dengan menggendong Arliena dan mendudukkannya di atas tempat tidur.
Gerall mengecup bibir Arliena yang tengah berkerut kesal
" jangan menciumiku, aku membencimu" ucap Arliena kesal
" aku minta maaf sayang kamu terlalu menggodaku " ucap Gerall
" aku kan sudah bilang tidak mau mandi bersama kita, tapi kamu malah kekeh aku tidak bisa mengatasi sifat mesum mu itu" ucap Arliena kesal
" aku menyesal " ucap Gerall
" sepertinya tidak ada penyesalan dari kata-katamu" ucap Arliena yang melihat senyum Gerall
" tidak aku benar -benar menyesal" ucap Gerall
tok
tok
" sepertinya itu bajumu aku akan mengambilnya sebentar " ucap Gerall
Gerall masuk dengan tangan membawa paper bag di tangannya, Gerall mengeluarkan pakaian Arliena.
" aku akan memakaikannya." ucap Gerall
" tidak aku saja " ucap Arliena
" diamlah dan turuti saja aku hanya akan memakaikan mu pakaian tidak ada yang lain" ucap Gerall
" kamu berjanji" ucap Arliena
" ya aku berjanji" ucap Gerall
Arliena pun menuruti keinginan Gerall.
Gerall membuka Bathrobe Arliena memperlihatkan seluruh tubuh polos Arliena. Gerall terdiam sejenak memperhatikan tubuh indah Arliena, Gerall dengan pelan memakaikan pakaian Arliena satu persatu.
" akhirnya selesai juga, kamu cantik" ucap Gerall
" aku memang cantik kamu saja yang baru sadar" ucap Arliena bangga.
" sekarang kamu yang memakaikan pakaian ku" ucap Gerall yang langsung ditolak oleh Arliena
tanpa peduli Arliena berjalan ke arah meja rias dan memoles make up di wajahnya.
Gerall yang kesal mau tidak mau pergi ke walk in closet untuk mengganti bajunya.
~99