The Meaning Of Love

The Meaning Of Love
Different



Dua bulan setelah malam itu Gerall dan Ariella tidak pernah bertemu, Ariella sibuk dengan tugas nya sebagai ratu dan ibu bagi dua anak gemoynya. Ariella juga tidak terlalu peduli dengan keberadaan Gerall, setelah mereka menghabiskan malam berdua Ariella bertekat untuk mengikuti alur novel dengan catatan dia harus pergi setelah protagonis wanita dan pria bertemu dan tidak menghalangi kisah cinta mereka. selama mereka belum bertemu dia akan menikmati waktunya sebagai ratu kerajaan Xellfion. hal ini juga agar ia bisa mengumpulkan uang untuk biaya hidupnya dan kedua anaknya setelah keluar dari istana.


menurut perkiraan Ariella kedua tokoh utama akan bertemu dua tahun lagi masih ada waktu untuk Ariella mempersiapkan rencananya.


Ariella merenggangkan lehernya matanya melihat kearah jam sudah pukul 5 sore waktunya ia menjemput 2 anaknya. Lino saat ini tengah mengikuti kelas bahasa Lino termasuk sebagai anak yang jenius hampir 14 bahasa dia kuasai Lino juga sekarang sudah akrab dengan Ariella bahkan sekarang di wajahnya tidak lagi hanya ekspresi datar walaupun hanya di depan Ariella. di dunia luar Lino masih menyandang gelar sebagai pangeran yang dingin.


hubungan Gerall dan kedua anaknya juga tidak ada perkembangan rasa segan, dan takut masih di miliki Lino pada ayahnya itu. sebenarnya Ariella sudah berusaha membujuk Lino untuk sering menyapa ayahnya hal itu agar Lino mendapat kasih sayang dari ayahnya. walau bagaimana pun Gerall adalah ayah nya. dia ingin kedua anaknya bisa dekat dengan ayahnya sehingga bila Ariella pergi masih ada Gerall yang menjaga mereka.


Misi Ariella



pergi ketika protagonis wanita dan pria bertemu


menjalankan tugas ratu demi uang


mendekatkan Gerall dengan kedua anaknya.



___


Ariella berjalan melewati taman istana Rosella harum mawar tercium wangi. Ariella melangkahkan kakinya menuju rumah kaca yang jaraknya tidak jauh dari taman. sebenarnya Ariella ingin menjemput Lino tapi ternyata kelas anaknya itu masih belum selesai baby gemoynya juga masih tidur jadi disinilah Ariella terdampar sambil menikmati senja terbenam.



tanpa sadar Ariella memenjamkan matanya sambil menghirup aroma bunga yang ditanam di rumah kaca itu tidak butuh waktu lama mata Ariella terpejam. Derap langkah tidak berhasil mengusik tidur Ariella, pemilik sepatu itu yang merasa situasi aman berjalan mendekati Ariella dengan langkah dibuat pelan.


" KAKA IPAR.! " Kejut orang tersebut.


" ahhhh GEMPA TOLONG. . " seru Ariella panik Ariella yang masih dalam mode panik berlari keluar dari rumah kaca.


seruan Ariella membuat para pelayan disekitarnya berlari kearah Ariella. Ariella yang keluar dari rumah kaca dengan panik tanpa sengaja tersanjung pot tanaman dan jatuh terguling.


para pelayan yang melihat Ariella segera membantunya bangun terduduk. Ariella yang kembali sadar menatap bingung para pelayan yang dibalas dengan tanya oleh pelayan.


tidak hanya Ariella yang terkejut orang yang tadi mengejutkan Ariella juga ikut terkejut melihat tingkah heboh kakak iparnya itu. saat melihat Ariella terjatuh orang itu langsung segera mendatangi Ariella.


" Kaka ipar kamu tidak apa-apa?" tanya pria itu.


pertanyaan pria itu hanya di balas dengan muka bodoh Ariella.


" sadarlah Kaka ipar, ada apa dengan mu kenapa kamu semakin bodoh setelah aku tinggal." ucap pria itu songong.


" adik Ipar ? siapa dia? " batin Ariella


pria itu kemudian membantu Ariella untuk bangun, merasa sudah bisa berdiri tegak Ariella segera menendang kaki pria didepannya. karena telah membuatnya terkejut dan terjatuh serta karena pria itu telah mengatainya bodoh. enak saja dia di sebut bodoh yang benar dia hanya Lola dalam memahami situasi itu saja.


" Aukh sakit Kaka ipar kamu sangat kejam kenapa kamu menendang ku?" ucap pria itu


"rasakan itu akibatnya karena telah mengusikku, dan aku bukan Kaka iparmu" ucap Ariella ketus sambil berjalan menjauhi pria tersebut.


Makian terucap dari bibir penuh Arliena merutuki nasibnya bertemu pria gila itu Arliena dengan dongkol berjalan cepat ke arah istana Rosella. Arliena yang tidak memperhatikan jalan didepannya menabrak dinding tebal. jiwa dongkol Arliena ingin merutuki tembok didipannya caci maki yang hampir keluar segera dimasukan kembali saat sadar bahwa tembok didepannya adalah Raja Gerall.


"astaga hampir saja aku mengeluarkan kalimat mutiara ini" batin Arliena


Gerall


Di pandanginya wanita di depannya, muka dan gaun kotor sangat tidak mencerminkan seorang ratu. Gerall heran dengan tingkah Ariella belakangan ini yang sudah tidak pernah menyiksa dayangnya lagi, tidak menghadiri pesta bersama teman sosialitanya lagi dan bahkan sekarang hubungan Ariella dengan anak mereka semakin dekat. menurut orang kepercayaannya kepribadian Ariella berubah setelah bangun dari demamnya.


" KAKAK ...!


merasa terpanggil kedua orang yang tengah saling bertatapan itu mengalihkan perhatiannya kesumber suara. tidak jauh dari tempat mereka berdiri terlihat seorang pria tengah melambaikan tangan kearah mereka dengan senyum merekah. dapat dilihat perbedaan raut wajah dari kedua orang itu saat melihat pria itu. yang satu dengan ekspresi dinginnya yang satu lagi dengan ekspresi kesal.


pria itu secara tiba-tiba memeluk Gerall dengan ekspresi lebay nya. membuat Ariella jijik melihat kelakuannya. setelah memeluk Gerall pria itu kemudian memeluk Ariella yang di balas dengan tendangan kaki Ariella.


" hey Kaka ipar kenapa kamu bertambah bar-bar saja padahal aku hanya pergi selama 6 bulan saja." ucap pria itu kesal


" Hans" ucap Gerall dingin orang yang di panggil langsung bergidik ngeri dan berlindung di belakang Ariella.


" Hans aku tunggu diruangan ku" ucap Gerall sambil berjalan meninggalkan kedua manusia itu.


" kakak ipar kenapa Kaka ku semakin dingin saja apa kamu tidak memberinya jatah" ucap pria bernama Hans itu


" aku juga tidak tahu mungkin dia baru kembali dari kutub Utara jadi hawa dinginnya masih terbawa sampai sekarang. " acuh Arliena


" oh ya aku juga belum selesai berurusan dengan mu." ucap Ariella sambil menatap tajam Hans


Hans yang merasa memiliki firasat buruk segera berlari meninggalkan Arliena yang sudah dalam mode beruang kutub nya.



Hans Milano Xellfion