
Gebrakan meja menghentikan aksi saling tunjuk dan debat antara para dewan di ruang rapat.
pagi ini istana tengah diributkan tentang masalah wabah yang menyerang kota Cadiz. kota Cadiz sendiri berada di wilayah Utara kerajaan Xellfion dan menjadi salah satu kota yang paling makmur. karena menjadi tempat transit bagi kapal-kapal di berbagai dunia. Cadiz juga memilik pantai yang indah dan terkenal di seluruh dunia. akan tetapi pertumbuhan penduduk di kota Cadiz tergolong rendah dibanding kota lain di kerajaan Xellfion.
Dan sekarang kita Cadiz tengah di serang wabah mematikan, sudah ada lebih dari 300 nyawa hilang akibat wabah ini. yang lebih menghawatirkan penularan penyakit ini tergolong cepat.
setelah banyaknya korban jiwa wali kota segera menghubungi istana. oleh karena itu disinilah Gerall menghadiri rapat untuk menyelesaikan permasalahan di kota Cadiz. bukannya saling memberikan solusi para dewan hanya saling menyindir kinerja satu dengan yang lain.
Gerall yang kesal menggebrak meja rapat itu membuat semua orang terdiam menundukan kepalanya.
" Bagaimana pendapat mu Duke Fabian." ucap Gerall
" mohon maaf yang mulia menurut hamba kita harus lebih dulu melihat kondisi kota Cadiz baru kita memikirkan langkah selanjutnya. " ucap Duke Fabian
"untuk menyelesaikan wabah di kota Cadiz, Duke Febian dan Saya akan pergi ke kota Cadiz untuk saat ini kita hanya bisa mengirim beberapa tenaga medis, obat-obatan dan makanan untuk penduduk kota Cadiz" titah Raja Gerall
Hal itu mendapat pertentangan dari beberapa dewan karena mereka tidak tau bagaimana wabah itu dan menghawatirkan keselamatan baginda raja.
" selama saya tidak ada sebagian pekerjaan sementara akan di pegang oleh Marques Marcell." ucap Gerall
" aku tidak menerima bantahan" tegas Gerall bangun dari tempat duduknya dan melangkah pergi keluar dari ruangan itu.
_ _
Arliena berlari menuju istana Raja, setelah tahu bahwa Raja akan pergi ke kota Cadiz untuk menyelesaikan wabah di kota itu.
pintu ruangan kerja Gerall terbuak dan munculah Arliena dari balik pintu itu.
Arliena berhenti di depan meja kerja Gerall menghembuskan nafasnya cepat.
" apa , ,huh , ,apa kamu akan pergi ke kota Cadiz? ucap Arliena dengan nafas tersnggal2.
" iya " ucap Gerall
" apa aku boleh ikut" ucap Arliena dengan mata memohon
Gerall mengerutkan dahinya tidak habis pikir dengan ide Arliena.
" kamu tidak melarang ku pergi?" tanya Gerall
" tidak, itu memang tugasmu. jadi bagaimana aku boleh ikut kan? "tanya Gerall
" Tidak, keluar sekarang" bentak Arliena
mendengar bentakan Gerall membuat Arliena terkejut dan mau tidak mau keluar dari ruang kerja Gerall.
_ _
Arliena tengah menikmati sorenya di rumah kata.
Arliena tengah mengingat-ingat kesalahannya pada Gerall sehingga membuat Gerall marah padanya. lamunan Arliena terhenti saat Hans duduk di depannya.
" hey kakak ipar ada apa dengan mu sejak tadi aku memanggilmu tapi kamu tidak menjawab." ucap Hans
" sejak kapan kamu disini?" tanya Arliena
" sejak tadi, salah kakak sendiri melamun, ayo cerita ada masalah apa" ucap Hans
Arliena kemudian menceritakan tentang apa yang dipikirkan kannya.
Tawa Hans membuat Arliena menggetok kepala nya. Hans mengaduh sakit dan dibalas cengiran lebar.
" Ka Gerall sedang marah pada kakak karena tidak mencegahnya pergi. Dan jelas kak Gerall tidak memperbolehkan kakak ipar untuk ikut karena khawatir bila terjadi sesuatu pada nya. " ucap Hans
" Apa benar seperti itu, sepertinya Gerall tidak mungkin menghawatirkan ku, kurasa alasan aku tidak di perbolehkan ikut karena takut akan membuat dia sudah. " ucap Arliena
" siapa yang khawatir, aku ingin ikut karena ingin membantu menyelesaikan wabah itu." dengus Arliena merasa lucu dengan ucapan Hans.
" kapan kalian akan berangkat? " tanya Arliena
" besok pagi" ucap Hans
Arliena bangun dari duduknya dan pamit pada Hans untuk kembali ke istana Rosella.
____
Gerall, Hans dan Duke Febian berjalan ke arah mobil yang terparkir di depan istana. siap berangkat menuju bandara dan terbang ke kota Cadiz beberapa pengawal berdiri rapih di samping mobil.
" dimana dia?" tanya Gerall
" yang mulia Ratu sejak semalam mengurung dirinya di kamar yang Mulia" ucap gerd
" Baik, kabari aku apabila ada masalah" ucap Gerall
" Baik yang mulia " ucap gerd
sekarang Gerall, Hans dan Duke Febian tengah berada di pesawat menuju kota Cadiz.
Gerall memejamkan matanya sejenak untuk mengistirahatkan pikirannya. Dahi Gerall berkerut saat disadarinya ada tangan yang hendak menyentuh mukanya.
teriakan kesakitan orang di depannya membuat Hans yang tengah tidur tidak jauh dari kursi Gerall segera beranjak melihat apa yang terjadi.
dilihatnya sang kakak tengah melintir tangan orang didepannya dengan ekspresi dingin dan marah. suara kesakitan terdengar dari orang di depan sang kakak Hans tidak tahu siapa orang itu karena menggunakan masker dan kacamata hitam sehingga tidak terlihat wajahnya. sepertinya dia adalah salah satu pengawal hal itu dilihat dari pakaian yang dikenakannya. tapi dari teriakannya seprtinya tidak asing."pikir Hans
" Gerall lepaskan ini aku " ucap Arliena sambil membuka kacamata hitamnya membuat semua orang di pesawat itu terkejut.
Gerall yang terkejut melepaskan tangannya. dan menatap Arliena dingin. Arliena yang mendapat tatapan dingin itu hanya bisa tersenyum Pepsodent. beberapa pengawal dan pramugari pun pergi melihat tidak ada yang terjadi. Hans berjalan ketempat duduk kakaknya dengan masih memasang muka syok melihat kehadiran Arliena di pesawat.
" kakak ipar kenapa kamu ada disini? " tanya Hans
" ceritanya panjang lain kali aku akan menceritakannya padamu."ucap Arliena
Arliena membisikan sesuatu di telinga Hans membuat Hans langsung berdiri kembali ke tempat duduknya yang semula.
Arliena memusatkan perhatiannya kearah Gerall yang tengah memandang keluar jendela pesawat. Arliena mendekatkan dirinya dan masuk ke pelukan Gerall ditatapnya Gerall yang masih bersikap acuh padanya. tanpa diminta Arliena menceritakan dari awal sampai akhirnya dia ikut naik pesawat
flashback
"Lisa " panggil Arliena dari dalam kamar
tidak lama Lisa muncul.
" tolong kemasi barang ku aku akan ikut Raja Gerall ke kota Cadiz siapkan baju yang nyaman saja." ucap Arliena
" tapi yang mulia bukankah Anda tidak diijinkan untuk ikut." ucap Lisa
" walaupun tanpa ijinnya aku tetap akan ikut, dan aku membutuhkan bantuan mu lisa" ucap Arliena
paginya Arliena telah siap dengan seragam dan wig hitamnya dan dengan sembunyi-sembunyi ikut berbaris di barisan pengawal dan ia sangat bersyukur tidak ada yang mengenalinya sampai ia tiba di pesawat. merasa sudah aman Arliena berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke tempat Gerall saat berjalan ke sana Arliena tidak diperbolehkan masuk. setelah ia membuka masker dan kacamatanya pengawal itu pun langsung bersujud hormat. dan membiarkan Arliena masuk.
Arliena melihat Gerall yang memejamkan matanya, Arliena juga melihat Hans yang tertidur. Arliena menaruh jarinya didiepan bibir tanda untuk diam saat dilihatnya Duke Febian yang akan menyapanya. Duke Febian yang mengerti pun menutup mulutnya. Arliena berjalan pelan kearah Gerall, saat akan mengelus pipi Gerall Arliena terkejut saat tangannya di tahan dan diplintir oleh Gerall dalam kondisi masih memejamkan matanya.
hawa dingin dirasakan Arliena saat mata dingin itu menatap marah padanya.
flashback end
~99