The Meaning Of Love

The Meaning Of Love
Berubah



pagi ini Arliena di buat bingung dengan tingkah Gerall pasalnya beberapa jam lalu dia datang ke kamarnya dengan senyum diwajahnya, Gerall mengajak sarapan bersama, dan mengajaknya pergi ke kota.


Arliena tersenyum lebar dengan tingkah bodoh Gerall yang menggunakan bando kelinci di kepalanya dan dengan raut wajah kesal, sekarang mereka tengah menghabiskan waktu di Marne-la-Vallée yang merupakan area bermain terbesar di kerajaan Xellfion.



" apa kamu begitu senang melihatku terlihat bodoh" kesal Gerall


" hahaha kamu sangat lucu Gerall, hahaha aku tidak bisa berhenti tertawa" ucap Arliena sambil mengusap air mata yang di matanya.


" aku benci kamu Arliena" kesal Gerall yang merasa malu


" hey hey jangan marah kamu memang lucu menggunakannya terasa begitu imut seperti Alio." bujuk Arliena


" benarkah?" tanya Gerall


" Hamba tidak akan berbohong Yang Mulia" ucap Arliena sambil membungkukkan badannya hormat.


" kamu mengerjaiku kan? " ucap Gerall dengan mata terangkat.


" hahaha aku tidak tau kalo kamu mudah sekali digoda." ucap Arliena kembali tertawa.


" teruslah tersenyum seperti ini di depanku Arliena agar aku tau kamu bahagia" ucap Gerall mengusap pipi Arliena


" baiklah ayo kita bahagia sampai nanti waktunya kita berpisah" ucap Arliena, yang hanya ditanggapi diam oleh Gerall.


__



" Gerall ayo naik itu" ucap Arliena


Arliena menaiki wahana role coaster di depannya mereka tertawa bahagia.



tidak hanya itu mereka juga mencoba semua wahana yang di suguhkan. seperti saat ini mereka tengah masuk ke dalam rumah hantu Arliena menggenggam tangan Gerall takut.


" ayo keluar saja sepertinya kamu takut" ucap Gerall


" tidak aku akan tetap disini setidaknya aku pernah mencoba walaupun hanya sekali." ucap Arliena


" oke, lebih mendekatlah padaku" ucap Gerall membuat Arliena mengeratkan pelukannya.


" AHHHHH" Teriak Arliena saat secara tiba-tiba muncul hantu di depannya dengan muka rusak


" GERALL usir dia" ucap Arliena menyembunyikan mukanya ke pelukan Gerall


" hahaha tenanglah Arliena di sudah pergi, ayo berjalan lagi" ucap Gerall


" apa masih jauh untuk keluar?"tanya Arliena


" tidak sebentar lagi" ucap Gerall


Arliena berjalan perlahan dengan senter di tangannya suara gerakan terdengar di telinga Arliena, Arliena menyinari bagian itu dengan senter tapi tidak ada siapa- siapa pandangan Arliena kembali ke depan tapi tiba-tiba bulu kuduk Arliena berdiri merasa dingin di tubuhnya Arliena colekan di bahu Arliena membuat nya menoleh ke belakang dengan pelan.........


Gerall yang terkejut dengan reaksi Arliena yang tiba-tiba memeluknya dengan kaki yang melingkari badannya hanya bisa memgang Arliena agar tidak jatuh.


" pulang Gerall hu hu pulang aku mau pulang huaaaaaa." ucap Arliena dengan tangis keras


" tenang lah Arliena ayo kita pergi" ucap Gerall sambil mengusap kepala Arliena dengan bibir tersenyum lebar merasa lucu dengan tingkah Arliena.


___



Arliena masih dalam pelukan Gerall dengan Isak tangis pelan.


" hey sayang tenanglah kita sudah keluar" ucap Gerall


" aku mau pulang " lirih Arliena


" baiklah kita pulang sekarang" ucap Gerall


" kamu tidak ingin turun?" tanya Gerall yang di jawab gelengan


Gerall tengah menunggu pengawalnya untuk membawa mobil. kedekatan intim mereka menjadi ajang foto bagi pengunjung saat tau dua orang yang tengah berpelukan itu adalah Raja dan Ratu mereka.


Gerall memasuki mobil dengan Arliena di pelukannya walaupun sedikit susah.


" Arliena tatap mataku" ucap Gerall


" ayo tatap mataku tidak perlu malu disini hanya kita aku sudah menarik batas di mobil." ucap Gerall


Arliena dengan perlahan mengangkat wajahnya dari pelukan Gerall, mata Gerall terkejut dengan muka Arliena yang merah padam.


" hahahaha mukamu lucu sekali Arliena" tawa Gerall


Arliena yang merasa di tertawakan memukul dada Gerall kencang berulang kali


" haha baiklah aku berhenti jangan pukul aku lagi" ucap Gerall menghentikan pukulan Arliena dan membawanya kepelukannya, dikecupnya rambut Arliena sayang.


" jangan biarkan orang lain melihat ekspresinya tadi atau aku akan memenggal kepala mereka" ucap Gerall


" ekspresi memalukan itu, memang aku sudah gila" ucap Arliena kesal.


" hanya aku yang boleh melihatnya" ucap Gerall tegas.


" terserah" ucap Arliena masih kesal


" jangan memasuki rumah berhantu lagi tanpa aku" ucap Gerall yang dijawab anggukan kepala Arliena


" aku juga tidak akan pernah pergi ke tempat mengerikan itu lagi, rasanya jantungku hampir copot" ucap Arliena menggebu


Gerall mengecup bibir Arliena gemas dengan tingkahnya.


~99