
Arliena berjalan kearah Hans dan kedua anaknya Yeng tengah tertidur.
Hans melihat ke arah Arliena dengan raut muka sedih.
" apa yang aku lakukan benar ka?" tanya Hans
Ariella duduk di depan Hans menggenggam tangan nya.
" kamu melakukan hal benar Hans" ucap Arliena dengan senyum teduh
" tapi bagaimana dengan mu ka, aku ingin kamu bahagia." ucap Hans dengan mata berkaca
" aku bahagia Hans aku punya kedua putra dan adik ipar yang selalu sayang padaku, mungkin juga nanti aku akan menemukan orang yang tulus mencintaiku juga, kamu harus membantu aku mencari orang itu Hans " ucap Arliena membuat senyum terukir di bibir Hans.
" aku pasti akan mengenalkan Kaka pada teman-temanku mereka ganteng dan kaya walau masih kalah jauh dari kakak ku." ucap Hans
Tawa Arliena menggelegar mendengar perkataan Hans.
" memang kakak mu itu luar biasa, apa tuhan sangat suka padanya sehingga menciptakan Gerall dalam tampilan yang sempurna.
" ka Gerall memang sempurna dalam segi tampilan dan kekuasaan tapi untuk pengendalian emosi dia sangat banyak kekurangan. "ucap Hans menggebu yang di setujui oleh Arliena
___
mereka turun dari pesawat dengan Alio yang berada di gendongan Gerall sedangkan Lino berjalan sambil menggandeng tangan sang ibunda.
" kilatan kamera menemani perjalan mereka sampai ke dalam mobil yang akan membawa mereka ke istana.
semua pelayan dan pengawal berjejer rapi menyambut kedatangan Raja dan Ratu mereka, begitupun dengan gerd dan Marcell.
Gerall turun dengan Alio digendongnya diikuti oleh Lino, dan Alio.
sedangkan Hans berada di mobil lain.
" KEMULIAN DAN KEJAYAAN UNTUK PENGUASA XELLFION " ucap mereka serempak.
Raja Gerall berjalan dengan dingin melewati orang-orang yang membungkuk dan berhenti di tempat gerd dan Marcell.
" bangunlah " ucap Raja Gerall membuat gerd, Marcell dan para pelayan dan pengawal bangun.
" ada masalah?" tanya Gerall
" Tidak ada yang mulia, kota Cadiz mengirimkan hadiah untuk untuk yang mulia Raja dan Ratu sebagai ucapan Terimakasih atas bantuannya" ucap gerd
" tunggu aku di ruang kerja" ucap Gerall dan segera disetujui oleh gerd dan Marcell.
____
Arliena, Gerall dan kedua anaknya berjalan kembali ke istana Rosella.
Gerall menidurkan Alio dikamarnya sedangkan Lino kembali kekamarnya, Arliena menatap Gerall yang tengah mengusap pelan Alio.
" apa kamu bahagia?" tanya Arliena
" aku tidak tau, awalnya aku sangat membencimu tapi beberapa bulan ini aku serasa sangat membutuhkan mu" ucap Gerall
" aku senang kamu tidak membenciku" ucap Arliena
" Arliena bisakah kita tidak berpisah?" ucap Gerall
" tidak Gerall kamu tidak bisa memiliki kita berdua" ucap Arliena
" tapi" ucap Gerall
" aku juga ingin bahagia Gerall, aku ingin dicintai oleh seseorang, dulu aku mencintaimu tapi sekarang tidak kebahagiaan ku bukan bersamamu " ucap Arliena menatap Gerall
" apa kamu tidak bahagia dengan ku?" tanya Gerall
" ya aku tidak bahagia" ucap Arliena tegas
Gerall mengepalkan tangannya.
" baiklah Arliena jika itu yang kamu mau mari kita urus perceraian kita tapi sepertinya kamu harus tetap hidup di sisi ku beberapa bulan lagi." ucap Gerall dingin dan langsung keluar dari kamar Arliena.
__
Gerall membanting pintu di belakangnya membuat Gerd, Marcell dan Hans terperranjat terkejut.
mereka bertiga terdiam tidak berani bertanya apa yang membuat raja mereka marah itu.
" Marcell siapkan surat cerai untuk Ratu." ucap Gerall dingin
" APA Yang Mulia?" tanya Gerd dan Marcell berbarengan.
" apa kakak sudah gila?" ucap Hans dingin
" Beraninya kamu menyebutku gila, dia yang menginginkan lepas dari ku" ucap Gerall
" bukankah itu berawal dari kakak yang masih mencintai wanita lain sedangkan sudah mempunyai istri dan anak, wanita mana yang tetap bertahan dengan pria seperti itu." ucap Hans marah
" harusnya kakak bersyukur mempunyai istri seperti kakak ipar, aku akan membenci kakak seumur hidupku jika kakak menceraikan kakak ipar." ucap Hans melangkah pergi membuat gerd dan Marcell terkejut dengan keberanian Hans.
" maaf Gerall sebagai sahabatmu aku tidak setuju dengan keputusan ini hanya Arliena yang pantas menjadi ratu dan jika kalian bercerai bagaimana dengan anak-anakmu dan pasti para dewan menentang keputusan ini. Aku harap kamu memikirkan keputusan mu lagi" ucap Marcell
" aku juga tidak ingin bercerai dengan nya tapi dia bilang tidak bahagia hidup dengan ku" ucap Gerall sambil memijit keningnya pusing.
" aku tau kamu pasti punya jalan terbaik dari situasi ini. Beristirahatlah kamu membutuhkan itu saat ini." ucap Marcell
~99