The Meaning Of Love

The Meaning Of Love
Membaik



suara isakan tangis membuat Arliena.


" ibunda bangun? Lino sangat menghawatirkan ibunda" ucap Lino dengan nada menahan tangis.


Arliena mengusap pipi Lino lembut.


" jangan menangis sayang ibunda tidak apa-apa" ucap Arliena menenangkan Lino dan memeluknya


" Dimana ayahanda Lino "tanya Arliena


" ayahanda pergi keluar menenangkan Alio yang menangisi ibunda." ucap Lino


" tolong panggilkan ayahanda sayang " ucap Arliena yang langsung dilakukan oleh Lino.


Lino keluar dari ruang rawat ibundanya dan mencari ayah dan adiknya itu. tidak jauh dari ruangan Arliena Lino melihat ayahnya yang tengah menggendong Alio.


Lino berjalan menghampiri keduanya.


" ayahanda ibunda sudah bangun ayo kita ke dalam" ucap Lino yang langsung disetujui oleh Gerall


" ibunda..... ayah ........ibunda " Isak Alio


" iya ayo kita keibunda Alio tidak boleh menangis ok nanti ibunda sedih" ucap Gerall yang langsung diangguki oleh Alio.


Alio mengusap bekas air matanya membuat Gerall gemas melihat tingkah anaknya itu.


Cekrek


" Ibunda Hua ibunda " tangis Alio saat masuk ke dalam ruang rawat.


Gerall pasrah dengan tingkah Alio yang seketika lupa dengan janjinya, sekarang malah dia telah memeluk ibundanya dengan tangis keras.


" Hey hey kenapa anak ibunda menangis, ayo berhenti nanti Alio tidak keren lagi" ucap Arliena membuat Alio langsung berhenti tertawa. membuat Gerall mengerutkan dahinya bingung dan kesal kenapa Arliena gampang sekali membuat Alio berhenti menangis, sedangkan dia butuh beberapa jam itupun tidak sepenuhnya diam.


" Alio mau minum susu?" tanya Arliena


" susu ibunda Alio minum susu" ucap Alio dengan senyum senang


" Alio sudah ayahanda bilang kamu itu sudah besar tidak boleh minum susu pada ibunda lagi." ucap Gerall yang tidak ditanggapi oleh Alio.


" lihat dia tidak peduli dengan yang aku katakan" kesal Gerall


" sudahlah Gerall biarkan saja lagian umur Alio masih butuh banyak ASI. " ucap Arliena membuat bibir Gerall berkerut kesal.


" ayahanda tidak boleh seperti itu ada adik" ucap Lino menasehati Gerall


" oh jadi tidak ada yang membela ayahanda disini baiklah ayahanda akan keluar ayahanda kesal " ucap Gerall membuat Lino dengan buri-buru memegang kaki Gerall agar ayahnya tidak keluar.


" jangan pergi ayahanda " ucap Lino sambil memeluk kaki Gerall tangan kan melangkah keluar.


Gerall mengangkat Lino dan menggendongnya.


" baiklah ayahanda tidak akan pergi kalo Lino bilang kalo Lino mendukung ayahanda." ucap Gerall


" oh baiklah kalau gitu lino harus merasakan hukuman ayahanda" ucap Gerall langsung membawa Lino seperti di lempitan bahunya dan manjatuhkannya di sofa Gerall kemudian mengglitiki Lino membuat Lino kegelian.


" ayah tidak akan melepaskan mu kecuali Lino mendukung ayahanda " ucap Gerall


" HA HA. HA geli ayahanda geli HA HAA, Alio bantu aku Ha Ha ayahandaaa geli." tawa Lino


Alio yang melihat kakak dan ayahandanya bermain meleskan dada Arliena.


"ibunda tulun" ucap Alio yang langsung di setujui Arliena.


Alio berlari kearah keduanya dan langsung naik ke atas sofa dengan kaki kecilnya. Alio membantu kakanya untuk mengglitiki sang ayahanda.


Gerall yang tau gerak-gerik Alio pun berhenti mengglitiki Lino kini posisi berganti Alio dan Lino yang mengglitiki Gerall.


Arliena tersenyum haru melihat ketiga orang yang disayanginya tengah tertawa bahagia.


" sayang sudah kasian ayahanda " ucap Arliena melerai mereka bertiga.


suara nafas memburu keluar dari bibir ketiganya rasa lelah sehabis bermain membuat mereka menyandarkan dirinya disofa.


kruk


kruk


Gerall mengalihkan pandangannya ke arah Arliena yang tengah tertawa malu.


Gerall merogoh saku celananya mengambil handphone dan menghubungi seseorang.


tidak lama muncul gerd dan beberapa orang membawa makanan. membuat Lino dan Alio berseru senang.


Gerall menyusun makanan di depan ranjang Arliena dan meposisikan ranjang Arliena agar duduk.


Gerall menyuapi Arliena. setelah Arliena selesai makan baru Gerall, Lino dan Alio makan.


___


sudah 2 Minggu sejak Arliena di rawat sekarang Arliena tengah bersiap pulang, Gerall menggendong Arliena dan mendudukkannya di kursi roda.


Gerall mendorong kursi roda Arliena diikuti oleh beberapa dokter dan para petinggi rumah sakit.


" Terimakasih atas bantuannya " ucap Arliena kepada pihak rumah sakit


" sudah menjadi kewajiban kami yang mulia Ratu " ucap petinggi rumah sakit.


" kami pergi dulu" ucap Arliena masuk ke dalam mobil.


Arliena menunggu Gerall yang tengah berbicara dengan pemimpin rumah sakit.


tidak lama mobil mereka berjalan meninggalkan rumah sakit.


~99