
Arliena melangkahkan kakinya ditepian pantai, semilir angin menerbangkan rambut pirang Arliena. dalam benak Arliena masih terlintas ekspresi terkejut Gerall mendengar perkataan Arliena tentang pemilih hatinya.
Arliena tidak tau kenapa hatinya terasa tidak nyaman saat tidak ada sanggahan dari Gerall seakan membenarkan ucapan Arlinean.
" seharusnya kamu tidak usah memberikan ingatan itu Arliena." batin Arliena
flashback
Arliena membuka matanya dengan nafas tersengal Arliena.
" tenang Arliena itu tidak akan terjadi ini masih dua tahun sebelum peristiwa itu, tenang Arliena, tenang."
Arliena terdiam memikirkan mimpinya tadi, mimpi yang terasa sangat nyata, tapi ada yang berbeda dari ingatannya tentang isi novel di dalam mimpinya Gerall dan Diana sudah pernah bertemu sebelum kejadian di hotel di kerajaan Hellius kini novel itu terasa masuk akal dengan sifat Gerall tidak mungkin dia tiba-tiba jatuh cinta tanpa alasan yang jelas apalagi Gerall sudah mempunyai istri dan anak.
Beberapa hari berlalu Arliena sudah tidak memikirkan mimpi itu dia seakan tidak peduli, tiba-tiba Hans masuk ke dalam rumah kaca dan menyapa Arliena yang tengah menikmati waktu sorenya sambil menunggu Lino.
" kakak ipar aku sungguh kesal dengan suami mu itu dia selalu saja memberiku tugas yang banyak padahal tugasku yang ia perintahkan juga belum berhasil masa aku harus mencari orang lain lagi." ucap Gerall
" memang siapa yang tengah dia cari apa orang yang berkhianat?" tanya Arliena
Hans yang sadar akan ucapannya menutup mulutnya dengan mata terbuka lebar shock bahwa dia secara tidak sengaja menyebarkan rahasia Raja.
" ah tidak bukan siapa-siapa ka" gugup Arliena
Arliena yang penasaran memaksa Hans untuk memberitahunya. dibawah ancaman Arliena Hans mau tidak mau memberitahu Arliena.
" a,,,,ku aku di suruh mencari wanita bernama Diana oleh ka Gerall" ucap Hans terbata membuat Arliena terkejut
ditatapnya Hans untuk memberitahunya lebih jauh
" Diana adalah wanita yang disukai ka Gerall mereka bertemu saat Gerall berusia 15 tahun saat dia pergi berperang dan selama ini ka Gerall selalu mencari Diana. " ucap Hans sambil menatap Arliena sedih
" Ah ... pantas saja mereka langsung di novelnya mereka langsung saling suka ternyata sudah ada bumbu-bumbu cinta di antara keduanya". ucap Arliena
dahi Hans berkerut ia kira Arliena akan marah dengan ucapannya tadi tapi sekarang tidak ada wajah sedih, marah atau kecewa di raut muka Arliena.
" kakak ipar kamu tidak apa-apa?" tanya Hans masih menghawatirkan Arliena
"tenang saja aku tidak apa-apa, kamu tau aku sudah tidak terlalu mengharapkan Gerall aku hanya akan menyelesaikan tugas ku dan merawat anak-anak soal Gerall aku sama sekali tidak peduli" ucap Arliena enteng.
" aku juga akan menyerahkan posisi ini kalo jika Diana datang dan atas perintah Gerall " ucap Arlienna
" TIDAK.. kakak ipar ku hanya kamu aku tidak menginginkan orang lain bersanding dengan kakakku." tegas Hans yang dibalas dengan kerutan di dahi Arliena
" hey tenanglah jika pun aku turun dari posisi ini dan bercerai dengan Gerall kamu tetap adikku, kita tidak bisa terus menghalangi kebahagiaan Gerall" ucap Arliena
" tapi " ucap Hans menundukan kepalanya.
Arliena bangun dari duduknya berjalan ke arah Hans dan mengusap rambut Hans sayang
" Terimakasih Hans aku sangat senang punya adik seperti kamu." ucap Arliena
Hans bangun dari duduknya dan memeluk Arliena.
" jika hari itu tiba aku akan selalu mendukung sepenuhnya keputusan kakak" ucap Hans yakin .
" Terimakasih Hans" ucap Arliena
flashback end
~ 99