
" Dingin ibunda haha ha ha" ucap Alio air pantai mengenai kakinya kecilnya.
" ibunda apa Lino boleh bermain air" ijin Lino dengan binar memohon. senyum Lino merekah saat Arliena menganggukkan kepala nya.
Lino segera membawa Alio untuk bermain air di tepi pantai dengan diawasi oleh Arliena dan Gerall yang tengah duduk di bawah pohon kelapa. Arliena menyenderkan kepalanya di pundak Gerall menikmati suasana pantai.
" Terimakasih sudah mengajak mereka ke sini" ucap Arliena tanpa menatap Gerall yang dijawab deheman pelan Gerall.
" aku tidak tau kamu ternyata romantis juga, kamu menjemput anak-anak datang kesini untuk berlibur." ucap Arliena
" Hanya ingin" balas Gerall
" kamu tau ini liburan pertama keluarga kita," ucap Arliena sambil menatap manik gerall.
dibalas anggukan kecil.
" Gerall, kehidupan pernikahan kita terkesan baik-baik saja tapi aku tau disini kamu memiliki yang lain, biarlah seperti berjalan seperti ini sampai pemilik hati ini kembali" ucap Arliena mengalihkan pandangannya di dada Gerall.
tubuh Gerall tiba-tiba menjadi kaku mendengar perkataan Arliena. ditatapnya manik mata Arliena. sekarang mereka tengah saling memandang dengan banyak pikiran di benak mereka.
Arliena memutuskan tatapan mereka, di usapnya pipi Gerall lembut berdiri berjalan kearah kedua anaknya. dan ikut bermain bersama.
Gerall menatap tiga orang di depannya dengan pandangan rumit. Lino yang melihat ayahnya duduk sendirian segera menghampirinya dan mengajaknya ikut bermain yang tentu di tolak Gerall.
" ibunda ayahanda tidak mau bermain bersama" ucap Lino membuat Arliena, Lino dan Alio menyeret Gerall dengan paksa untuk ikut bermain bersama mereka.
suara tawa memenuhi tepi pantai itu. Gerall yang biasanya hanya menampilkan raut dingin kini bibirnya tersenyum lebar menikmati suasana hangat ini yang baru pertama kali ia rasakan.
Gerall mengambil kamera Daris alah satu pengawalnya dan tanpa sepengetahuan ketiganya memotret momen itu.
" ambil gambar kami " ucap Gerall sambil memberikan kamera nya ke pengawal.
___
" ibunda haus " ucap Lino dan Alio berbarengan
" anak bunda haus ya, ini minum kalian" ucap Arliena membawa Alio duduk di atas alas duduk mereka.
Arliena juga memberikan botol minum kepada Gerall.
Arliena menatap ketiga pria didepannya, merasa bahagia dengan keadaan nya sekarang walaupun Arliena tidak berharap hubungannya dengan Gerall tapi dia sangat berterimakasih karena Tuhan memberikannya keluarga yang bahagia.
___
mereka mulai menyantap hidangan laut didepannya.
" ibunda Alio mau udang" ucap Alio yang langsung dituruti Arliena yang lebih dulu mengupas kulit udang dan memasukanya ke mulut kecil Alio. begitupun dengan Lino.
Gerall menatap Arliena yang tengah menyuapi kedua anaknya. dengan senyum di wajahnya tidak menunjukan keengganan.
Arliena mengalihkan tatapannya kearah Gerall.
" kamu mau udang juga? " tanya Arliena
yang dibalas gelengan oleh Gerall.
Tangan Arliena yang akan mengupas udang dihentikan oleh Gerall. Gerall mengambil udang itu dan mengupasnya dan memberikannya kepada Alio.
" makanlah " ucap Gerall membuat Arliena tersenyum dan kembali menyantap makanannya.
____
Arliena, Gerall dan kedua anaknya melangkah keluar dari cafe.
" Aw " ucap Arliena terkejut
Arliena jatuh terduduk akibat tabrakan perempuan didepannya.
" ah maaf kan aku, nona aku sungguh tidak sengaja. tolong maaf kan aku" ucap gadis itu sambil membungkukkan badannya berulang kali.
" sudah lah tidak apa-apa ini bukan sesuatu yang besar." ucap Arliena dengan senyum di bibirnya.
"ada apa ini" ucap orang di belakang gadis itu.
Arliena berjalan kearah Gerall memberitahunya kejadian tadi.
gadis itu membalikan badannya melihat orang didepannya. mata gadis itu terkejut saat melihat orang di depannya, ia menundukan kepalanya.
" berhentilah jika tidak bisa bekerja" ucap Gerall dingin.
Arliena memalingkan kepalanya dahi Arliena berkerut saat melihat perempuan itu melihat kearahnya dengan ekspresi sedih dan rindu.
" siapa perempuan itu." batin Arliena
~99
menurut kalian perempuan itu siapa ya? Monggo komennya.