
Gerall merapikan helaian rambut yang menghalangi wajah Arliena yang tengah tertidur, gerakan kecil Gerall membuat Arliena membuka matanya. Arliena mengeratkan pelukannya di tubuh Gerall.
" Arliena jangan mengujiku, aku tidak bertanggung jawab kalo besok kamu tidak bisa berjalan". ucap Gerall memperingati
" sekarang kamu juga sudah membuatku susah berjalan, dan membuat bagian privatku sakit " dengus Arliena
"kali ini kalo kamu masih menggodaku kurasa kamu tidak akan berjalan selama dua hari." ucap Gerall
" is menyebalkan dia nya saja yang mudah tergoda, aku kan hanya memlukmu tidak berniat menggoda mu" kesal Arliena berbalik memunggungi Gerall.
Gerall menggeser tubuhnya memeluk Ariella dari belakang dan men*** telinga Arliena. membuat Arliena mendesah lirih, Gerall sangat tau titik lemah ditubuhnya ini.
" maaf, ayo sekali lagi kali ini dengan cepat" ucap Gerall yang tangannya tengah me**** dada Arliena.
Arliena terbawa pemainan Gerall mengiyakan tanpa banyak kata Gerall segera membawa Arliena ke kamar mandi.
___
tok tok tok
Gerall membuka pintu dan menyuruh pelayan itu untuk menyiapkan makanan.
" air liur Arliena hampir menetes karena melihat makanan di depannya. tanpa menunggu Gerall Arliena langsung menyantap makanannya.
" perlahan " ucap Arliena
" tidak aku sungguh sangat lapar, aku melewatkan makan siangku. tadi karena orang diatasku tidak mau melepaskan ku." sindir Arliena
Gerall tidak mendengarkan sindiran Arliena dan hanya melanjutkan makan.
___
Gerall dan Arliena tengah menikmati waktu menonton TV walau hanya Arliena yang seratus persen fokus menatap layar tv.
ketukan di pintu membuat Gerall beranjak untuk membuka pintu.
" IBUNDA ...." teriak Lino berlari memeluk Arliena
Arliena mengerutkan dahinya menemukan putranya ada di depannya.
" IBUNDA. Hua .....Ibunda.... " tangis Alio yang berada di pelukan Gerall
Arliena beranjak dari duduknya mengambil Alio dari gendongan Gerall. Arliena memeluk kedua buah hatinya yang selama tiga Minggu ini LDR di ciuminya seluruh permukaan muka Lino dan Alio membuat bayi gemoy itu terkikik geli.
" Lino kangen ayahanda " ucap Lino yang langsung masuk kepelukan sang ayahanda.
"kalo Alio?" tanya Gerall
" kangen tapi lebih kangen ibunda" ucap Alio yang di balas dengan kecupan sayang dari Arliena.
__
tak jauh dari sana Hans tersenyum bahagia melihat kelurga kecil sang kakak dia harap kakaknya bisa menjaga keutuhan keluarga kecilnya dan tidak berlarut dengan masa lalu.
rasa kesal menghinggap di hati Hans saat teringat betapa tidak bertanggung jawab ya kakak dan kakak iparnya yang membuat dia harus mengundur waktu kencannya karena harus menjaga kedua ponakan gemesnya itu. pasalnya Hans di perintahkan oleh sang kakak untuk membawa kedua ponakan gemoynya kesini yang langsung di sanggupi oleh Hans.
pagi itu Hans membawa ke dua ponakanya ke villa sang kakak Hans sempat menanyakan keberadaan kakaknya pada pengawal yang berjaga di depan villa dia mengatakan bahwa Raja dan Ratu berada di dalam sedang beristirahat karena Semalam Raja jatuh sakit.
mendengar kakanya sakit Hans langsung membawa kedua ponakannya masuk. Hans memanggil kakak dan kakak iparnya tapi tidak ada jawaban.
Hans menyuruh Lino dan Alio untuk menonton TV dulu sedangkan Hans berjalan menaiki tangga menuju kamar kakaknya. saat akan mengetuk pintu Hans mendengar suara ******* dari dalam kamar. tanpa banyak kata Hans langsung membawa kedua ponakanya itu berjalan- jalan. sepanjang jalan Hans selalu mengeluarkan umpatan untuk kedua kakak dan kakak iparnya itu.
Hans juga gagal untuk berkencan dengan perempuan yang baru dia kenal di bar kemarin.
___
Hans menatap sinis kakak dan kakak iparnya yang membuat Arliena mengerutkan dahinya.
" ada apa dengan muka mu Hans apa ada masalah? " tanya Arliena
" iya dan itu karna kalian" kesal Hans
" kenapa karena kita " tanya Arliena
" yang pertama karena kakak dan kakak ipar menelantarkan kedua ponakan ku sehingga aku harus menjaga mereka, kemudian membuat aku kehilangan wanita kencanku lalu karena kakak telah menodai pria lurus ini." ucap Hans menggebu
" Wait menelantarkan mereka? kapan aku menelantarkan kadua anak ku itu aku juga baru tau kalo mereka datang kemari" ucap Arliena
Arliena dan Hans saling pandang dan mengalihkan matanya ke arah Gerall yang di balas seolah tidak peduli.
" kejutan" ucap Gerall membuat Hans dan Arliena berkerut bingung
" kejutan untuk mu " kesal Gerall
" Oh ..." seru Arliena dan Hans bersamaan
merasa kesal Gerall mengusir Hans dari kamarnya. setelah berpamitan dengan kedua ponakannya Hans pun melangkah pergi meninggalkan keluarga beranggotakan empat orang itu.
~ 99