
" Arliena turun sayang kamu bisa jatuh" seru Gerall
" aku akan memakan buah dulu baru turun" ucap Arliena sambil duduk di dahan pohon
" Arliena jangan duduk disitu nanti kamu jatuh, ayolah sayang aku tidak ingin kamu terluka turun ya " bujuk Gerall
" kamu berisik sekali, baiklah aku turun " ucap Arliena
.
.
" hik hik hik aku tidak bisa turun Gerall tolong aku" ucap Arliena terisak
" jangan menangis Arliena, aku akan naik jadi diamlah aku takut dahan itu patah" ucap Gerall memperingati
" hik hik Gerall tolong aku" Isak Arliena
Gerall bersiap akan memanjat pohon tapi di hentikan oleh beberapa pengawal, tanpa peduli Gerall langsung memanjat pohon dan menghampiri Arliena.
" Arliena bergeraklah perlahan ke arah ku " ucap Gerall
" perlahan Arliena " ucap Gerall
Arliena mengikuti perintah Gerall dan hap Arliena pun berhasil memeluk Gerall.
" sekarang kita turun eratkan pelukan mu " ucap Gerall
" akhirnya " ucap Gerall setelah berhasil turun dari pohon
Gerall melepaskan pelukan Arliena dan menatap Arliena kesal.
" aku sudah bilang kamu tidak boleh memanjat pohon apa kamu tidak memikirkan bagaimana jika kamu jatuh kamu sekarang tengah mengandung Arliena bahkan kandungan mu sudah membesar bersikap bijaklah " ucap Gerall marah
Arliena hanya menunduk saat Gerall memarahinya.
" jangan menunduk terus kamu selalu seperti itu tidak pernah mendengarkan perkataan ku aku tidak mau kejadian dua bulan lalu terjadi lagi " ucap Gerall marah
" hik hik huaaaa kamu jahat aku benci kamu" ucap Arliena berjalan cepat ke arah istana emerald.
Gerall menggelangakan kepalanya melihat sifat keras kepala istrinya.
" Lisa aku menyuruhmu untuk mengawasi Arliena kenapa kamu lengah" ucap Gerall marah
" maaf yang mulia tadi hamba diminta untuk mengambilkan minuman untuk yang mulia Ratu saat hamba kembali yang mulia Ratu sudah berada diatas pohon" ucap Lisa menyesal
" kali ini aku memaafkan mu tapi tidak lain kali" ucap Gerall berjalan pergi.
___
" sayang " panggil Gerall saat memasuki kamar pribadinya yang sekarang menjadi kamar nya dengan Arliena
tidak ada balasan dari Arliena, Gerall naik ke atas tempat tidur dan memeluk Arliena yang memunggungi nya.
" sayang aku minta maaf karena telah memarahi mu, aku hanya khawatir terjadi apa-apa dengan mu dan anak kita aku tidak ingin kejadian dua bulan yang lalu terjadi lagi aku tidak ingin kamu terluka dan kesakitan." ucap Gerall
" Arliena maaf kan aku" ucap Gerall mengecup leher Arliena
Arliena membalikan badannya dan melihat ke arah Gerall dengan muka kesal.
" maaf kan aku ya" ucap Gerall mengusap pipi Arliena
" aku mau kamu" ucap Arliena membuat senyum timbul di bibir Gerall
" aku juga menginginkan mu" ucap Gerall mengecup bibir Arliena dalam saling mengecap.
Gerall mengusap perut buncit Arliena menciumnya lembut.
" ayahanda berharap kamu sehat selalu nak jangan menyusahkan ibunda " ucap Gerall
.
.
.
.
" Aku mencintai mu Arliena " ucap Gerall di akhir pelepasannya
" Aku Juga Mencintai mu Gerall" ucap Arliena
___
" Gerall kenapa kamu hanya memilih warna pink harusnya kita memilih warna netral bagaimana jika anak kita itu laki-laki" ucap Arliena kesal
" aku hanya berharap anak kita perempuan " ucap Gerall
" pokoknya jangan hanya memilih warna pink pilih warna netral juga untuk baju anak kita" putus Arliena
" sayang kita istirahat dulu kamu sejak tadi berputar-putar kesana kemari kasian anak kita" ucap Gerall
" aku belum lelah kamu saja yang istirahat" ucap Arliena
" sayang beristirahat lah atau kita pulang" tegas Gerall
" his menyebalkan " ucap Arliena menuruti perkataan Gerall
" istri ku manis sekali kali sedang cemberut" ucap Gerall mengusap pipi Arliena yang tengah kesal.
" aku sungguh tidak ingin kamu kenapa-napa aku sudah mengijinkan mu untuk berbelanja di mall jadi turuti perintahku yang ini" ucap Gerall
___
Gerall berlari di lorong istana menuju arah ruangan yang telah di persiapkan untuk persalinan Arliena.
di depan pintu ruangan telah menunggu Duke Delio dan Mark.
" masuklah yang mulia " ucap Duke Delio
Gerall memasuki ruang bersalin dilihatnya Arliena yang tengah kesakitan tanpa pikir panjang Gerall berlari kearah Arliena menggenggam tangannya.
Arliena mengalihkan pandangannya dari Duchess Alicia ke arah Gerall. seketika air mata menetes dari mata Arliena.
" ini sakit Gerall" ucap Arliena dengan tangis
" bertahan lah sayang aku tau kamu bisa aku bersamamu disini" ucap Gerall mengusap peluk di dahi Arliena
" kamu pasti bisa Arliena" ucap bibi Elisa mengusap tangan Arliena
" sudah pembukaan ke -10 yang mulia tarik nafas dan hembuskan lalu mengejan " ucap dokter
" ayo lebih keras yang mulia kepalanya hampir keluar " ucap dokter.
" ayo sayang kamu pasti bisa" ucap Gerall
" huh huh AAAA" terik Arliena
suara bayi memenuhi ruangan Gerall meneteskan air matanya mencium Arliena.
" terimakasih sayang telah bertahan untuk anak kita aku mencintaimu " ucap Gerall menggenggam tangan Arliena dan mengecup dahinya lama
Arliena hanya tersenyum lemah sambil menatap Gerall
" selamat Arliena seorang pangeran" ucap bibi Elisa sambil membaringkan bayi di pelukan Arliena
" selamat datang baby boy terimakasih karena hadir di hidup kami ayahanda dan ibunda mencintaimu" ucap Arliena
Gerall mencium putranya, bahagia karena bertambah buah cintanya dengan Arliena. Gerall tidak peduli walau bukan seorang putri dia tetap bahagia.
" selamat datang baby kecil ayahanda dan ibunda kami mencintai mu" ucap Gerall
___
" ibunda apa adikku laki-laki?" tanya Alio sambil menatap adik bayi nya yang tengah tertidur.
" iya sayang" ucap Arliena
" wah itu bagus" ucap Alio
" tapi aku menginginkan adik perempuan ibunda" ucap Lino kesal
" sayang laki-laki atau perempuan itu tidak masalah yang penting dia sehat, ibunda harap Lino menjaga Dede bayi " ucap Arliena
" iya ibunda Lino akan menjaga Dede bayi, tapi ibunda siapa nama adik Lino?" tanya Lino
" bagaimana jika kalian tanya pada ayahanda" ucap Arliena
Lino dan Alio pun langsung berlari keluar menuju sang ayah yang tengah berbicara dengan kakek mereka.
" ayahanda siapa nama adikku?" tanya Lino
" ayo kembali dulu ayahanda akan memberitahu kalian di dalam" ucap Gerall membawa ke dua anaknya masuk ke ruangan Arliena
" apa kamu sudah mempersiapkan nama anak kita?" tanya Arliena begitu Gerall dan kedua anaknya duduk disampingnya.
" Gabriel Adelard Xellfion" ucap Gerall
" bagus aku suka, Gabriel Adelard Xellfion " ucap Arliena
" jadi nama adik kita Gabriel, baby El ibunda " ucap Alio semangat
~99
jangan lupa baca novel baru author