
Hari menjelang malam Gerall baru keluar dari hutan dengan dua kepala harimau dan beruang ditangannya.
Gerd yang melihat sang raja telah keluar langsung menghampiri Rajanya.
" ada masalah?" tanya Gerall
" dimana Arliena?" tanya Gerall
" maafkan hamba yang mulia, yang mulia Ratu belum kembali saat ini para pengawal tengah mencari nya." ucap Gerd dengan nada takut.
Gerall mencekik leher Gerd membuat Gerd tidak bisa bernafas.
" apa yang kau katakan" ucap Gerall dengan suara dingin dan menyeramkan.
suasana menjadi dingin membuat semua orang menunduk takut dengan amarah Raja mereka.
" tenanglah kak lepaskan Gerd kita harus segera mencari kakak ipar" ucap Hans membuat cengkraman Gerall di leher Gerd terlepas.
" kerahkan semua pengawal!! jika kalian tidak menemukan nya segera mungkin kepala kalian taruhannya." ucap Gerall dingin
Tanpa banyak waktu Gerall, Hans dan Gerd pergi ke arah hutan. mereka bertiga berpencar untuk mencari Arliena.
ARLIENA
YANG MULIA RATU
ARLIENA
KAKAK IPAR
ARLIENA
ARLIENA
" ARLIENA JAWAB AKU" Teriak Gerall
Gerall berlari semakin jauh kedalam hutan.
Tidak lama Gerall melihat seseorang yang berbaring dengan panah yang menancap di punggung orang itu.
Gerall berlari kencang kearah orang yang tengah terbaring.
" ARLIENA BANGUN ARLIENA" ucap Gerall membalikkan badan Arliena tanpa mengenai menyentuh panah di punggung nya.
Gerall menggendong Arliena dan berlari cepat keluar hutan.
" Arliena aku mohon bertahanlah, ku mohon Arliena" lirih Gerall
Gerd yang melihat Rajanya berlari sambil membawa ratu langsung berlari ke arah luar hutan untuk bersiap membawa Ratu ke rumah sakit.
Gerall meletakan Arliena dengan posisi telungkup agar panahnya tidak tertekan bergerak semakin dalam dan agar darah yang dikeluarkan tidak semakin banyak
Gerall naik ke dalam ambulan dan langsung pergi ke rumah sakit.
para dokter dan petinggi rumah sakit sudah berjejer di depan ruang UGD setelah tau bahwa Ratu mereka tengah dilarikan ke rumah sakit ini.
mereka pun Sampai dan langsung masuk dan langsung di tangani oleh dokter ahli.
Gerall dan semua orang berdiri di ruang operasi.
Gerall berjalan bolak balik dengan raut cemas, tidak lama Hans, Marcell dan Gerd datang.
" Selamatkan dia Tuhan, selamatkan dia, aku sadar aku mencintainya, tolong selamatkan dia, jangan ambil dia dari hidup ku, tolong selamatkan dia tolong, aku mencintainya selamatkan Arliena" batin Gerall
pintu ruang operasi terbuka munculah dokter yang menangani Arliena.
" Bagaimana keadaan nya?" tanya Gerall
" operasinya sukses yang mulia, yang mulia ratu sekarang tengah dalam pengaruh bius kami akan membawanya ke ruang rawat." ucap dokter itu membuat perasaan Gerall lega.
____
Arliena membuka matanya pelan suasana gelap, dan bau disinfektan membuat dahi Arliena berkerut, saat akan mengangkat tangannya Arliena baru sadar ada orang yang tengah tidur di samping ranjangnya dalam posisi duduk.
gerakan Arliena membuat Gerall terbangun dari tidurnya mata Gerall membulat melihat Arliena yang telah sadar.
" akhirnya kamu sadar " ucap Gerall mengecup kening Arliena lama
setetes air mata mengenai muka Arliena dan isakan tangis keluar dari bibir Gerall.
Arliena mengangkat tangannya yang masih tidak di infus untuk mengusap air mata di pipi Gerall.
" tenanglah Gerall aku tidak apa apa" ucap Arliena menenangkan Gerall.
Arliena mengusap punggung Gerall menenangkannya. setelah lama Gerall akhirnya melihat ke wajah Arliena di kecupnya lagi kening, hidung, pipi dan bibir Arliena lama menyalurkan rasa frustasinya karena takut Arliena akan meninggalkannya.
" Gerall aku ingi minum" ucap Arliena yang sedari tadi harus menahan rasa hausnya karena menenangkan Gerall.
" kamu haus sebentar aku ambilkan " ucap Gerall
Gerall pun memberikan segelas air dengan sedotan kepada Arliena.
" sebentar aku panggilkan dokter" ucap Gerall menekan bel di samping tempat tidur Arliena
tidak lama beberapa dokter datang bersamaan dengan Gerd, Marcell dan Hans.
" kondisi yang mulia ratu sudah setabil yang mulia, sekarang yang mulia Ratu hanya harus beristirahat." ucap dokter.
" baiklah" ucap Gerall
" terimakasih dokter" ucap Arliena dengan senyum hangat
" kamu permisi dulu yang mulia Raja, " ucap dokter
yang hanya diangguki oleh Gerall
" kakak ipar kamu membuatku hampir mati karena khawatir " ucap Hans yang hendak memeluk Arliena tetapi dihentikan oleh Hans dan langsung mendorongnya ke arah Marcell membuat Hans terbengong karena terkejut.
" kakak aku hanya ingin memeluk kakak ipar kamu jahat sekali" kesal Hans yang langsung di mendapatkan tatapan maut dari sang kakak.
" pokoknya aku senang kakak selamat jangan, semoga cepat sembuh kak aku pergi dulu dah" ucap Hans sambil melangkahkan kakinya cepat pergi dari ruang rawat Kakak iparnya itu. takut dengan raut marah kakaknya.
" semoga lekas sembuh yang mulia Ratu, kami mohon undur diri" ucap Gerd dan Marcell bersamaan setelah mendapatkan tatapan maut dari sang Raja.
"istirahatlah aku akan menjagamu" ucap Gerall kembali duduk di bangku samping ranjang Arliena.
" tidurlah disini " ucap Arliena sambil menepuk samping badannya.
" ranjangnya sempit aku tidak mau menyakitimu." tolak Gerall
" tidak tempat nya masih luas ayo berbaring disamping ku" ucap Arliena
" tidak tidurlah" ucap Gerall
" ini keinginan ku, kamu tidak mau menuruti keinginanku" ucap Arliena dengan bibir berkerut
cup
" kamu tidak di ijinkan mencium ku jika kamu tidak ingin tidur di samping ku" ucap Arliena kesal
" baiklah sayang aku akan tidur disamping mu tapi jika aku menyakitimu kamu harus beritahu aku." ucap Gerall yang di setujui Arliena
Arliena menarik lengan Gerall sebagai bantal dan memeluknya erat
" aku suka dengan panggilan mu" ucap Arliena
" mulai sekarang hanya panggilan itu yang akan aku sematkan untukmu" ucap Gerall mengecup dahi Arliena.
" itu harus karena kamu milik ku" ucap Arliena posesif
" aku memang milik mu" ucap Gerall membuat Arliena mengeratkan pelukannya.
" tidurlah kamu masih harus beristirahat." ucap Gerall
~99