
tok
tok
"tunggu sebentar" ucap bibi Elisa membenarkan gelungan rambutnya mata bibi melihat ke arah jam menunjukan pukul 11 malam.
Bibi Elisa mengintip dari celah jendela, dahi bibi Elisa berkerut saat melihat seorang pria dewasa dan dua anak kecil di luar pintu rumahnya.
merasa aman bibi Elisa membuka pintu rumahnya.
" maaf tuan ingin cari siapa?" tanya bibi Elisa
" sebelumnya maafkan ketidak sopannan ku nyonya, kami ingin bertemu dengan Yoona" ucap Gerall
" Tuan ada keperluan apa dengan putri saya?" tanya bibi Elisa
" maaf nyonya apa boleh saya menjelaskan nya di dalam " ucap Gerall
" ah maaf kan aku tuan, hari sudah malam apa tidak bisa bertemu dengan Yoona besok pagi?" tanya bibi Elisa merasa tidak enak kepada orang di depannya itu, yang menurut bibi Elisa bukan orang bisa bisa dilihat dari beberapa pengawal yang bersiaga di depan cafe nya.
" maaf kan aku nyonya menggangu waktumu apa boleh di panggilkan Yoona karena anak saya ingin bertemu dengannya. " ucap Gerall dengan Alio di gendongannya.
bibi Elisa yang melihat Alio dengan mata merah bekas menangis menjadi iba ia pun mengijinkan Gerall dan ke dua anaknya masuk.
" tunggu sebentar tuan saya akan panggilkan Yoona " ucap bibi Elisa kemudian melangkah pergi.
bibi Elisa masuk ke ruangan Yoona, dilihatnya Yoona yang tengah memejamkan matanya tidur. dengan berat hati bibi Elisa membangunkan Yoona.
" Yoona, bangun ada tamu untukmu" ucap bibi Elisa dengan pelan
" ibu Yoona lelah" gumam Yoona
" ibu tau tapi mereka sangat ingin bertemu dengan mu" ucap bibi Elisa
" memangnya siapa yang bertamu malam-malam begini apakah mereka gila" ucap Yoona kesal
" ah ibu lupa menanyakan namanya pokoknya dia seorang pria dengan dua anak laki-laki. " ucap bibi Elisa membuat Yoona membuka matanya lebar terkejut.
Yoona membuang selimutnya dan berlari ke luar kamar, Yoona terdiam membisu saat orang yang sejak tadi hinggap di pikirannya tengah duduk manis dengan kedua anaknya.
" ibunda" ucap Lino berlari memeluk Yoona
" sayang kenapa Lino disini?" tanya Yoona
Yoona mengarahkan tatapannya ke arah Gerall.
"Hey kenapa kamu kesini? dan kenapa kamu tau rumah ku? " ucap Yoona terkejut
Alio yang mendengar suara ibundanya langsung menegakan tubuhnya dan meminta turun dari gendongan sang ayahanda.
ikut memeluk sang ibunda bersama Lino.
Yoona merendahkan badannya membalas pelukan Lino dan Alio.
" kamu tiba-tiba pergi, jadi aku menyusul mu kedua anakmu juga menangis mencari kamu" ucap Gerall
" dan kenapa aku tau alamatnya itu dari kartu pengenal yang kamu tinggalkan di villa.
"tuan ini sudah malam apa kamu tidak berpikir dulu sebelum kesini?" ucap Yoona kesal membawa Alio dan Lino ke sofa tempat mereka duduk tadi.
" sebenarnya aku ingin kesini sedari tadi tapi ada sesuatu hal yang harus aku urus, alasan kami kesini karena merindukanmu " ucap Gerall santai.
" ibunda kenapa kamu pergi meninggalkan kami lagi" ucap Lino
" karena Tante harus pulang ke rumah sayang" ucap Yoona
" kenapa ibunda harus pulang dan tidak tinggal dengan kami?" tanya Alio
" karena . . ta.
" karena ibunda harus menemani bibi Elisa sayang" ucap Gerall memotong ucapan Yoona.
" ibunda Alio mengantuk " ucap Alio
" Yoona cepat bawa kedua anak itu ke kamar mu kasian mereka sudah mengantuk" ucap bibi Elisa yang tengah berjalan ke arah mereka dengan minuman di tangannya.
" tapi ibu" ucap Yoona
" sudah bawa dulu mereka ke kamar mu" ucap bibi Elisa yang kemudian di lakukan oleh Yoona.
____
Yoona berjalan ke arah kedua orang yang tengah berbincang. Yoona duduk di sebelah bibi Elisa tidak menghiraukan Gerall yang mencuri pandang kearahnya, bibi Elisa yang melihat tingkah keduanya tersenyum lembut. tidak lama bibi Elisa pamit untuk beristirahat.
Gerall menatap Yoona yang bersikap acuh padanya dengan pandangan yang fokus melihat tv.
" Yoona apa kamu marah padaku?" tanya Gerall
Tidak ada sautan dari Yoona
" aku minta maaf " ucap Gerall
Yoona memalingkan wajahnya menatap Gerall dengan muka dingin.
" apa kamu tau kesalahan mu?" tanya Yoona
" Tidak " ucap Gerall dengan muka polos
" kamu sungguh tidak tau apa kesalahan mu?" tanya Yoona dengan menekan setiap kata membuat Gerall menundukan kepalanya.
" iya aku tidak tau" ucap Gerall
" YAK kamu mencium ku, bertindak mesum padaku dan mengurungku" ucap Yoona kesal
" Maaf tapi kamu juga menikmati ciuman ku" ucap Gerall dengan senyum lebar.
" itu karena kamu yang memulai duluan" ucap Yoona dengan pipi bersemu merah merasa malu.
" oke aku minta maaf dengan segala perbuatan ku tadi " ucap Gerall memeluk Yoona.
" yak, kamu tidak diizinkan untuk memeluk ku" ucap Yoona
" baiklah istriku aku berjanji akan selalu memelukmu" ucap Gerall
membuat Yoona kesal dengan sifat Gerall yang tidak tau malu.
" aku bukan istrimu" ucap Yoona
" Yoona memang bukan istriku tapi kamu istri ku Arliena " ucap Gerall
" sudah ku katakan aku bukan Arliena " ucap Yoona
" kita lihat siapa yang benar istriku " ucap Gerall mencium bibir Yoona kilat dan berlari masuk ke dalam kamar Yoona.
" Yak kenapa kamu masuk ke kamar ku" ucap Yoona berlari ke arah kamarnya
"keluar Gerall ini kamar ku " ucap Yoona menarik lengan Gerall yang memeluk Alio
" tidak aku akan tidur disini" ucap Gerall kekeh
" kasurnya tidak muat jika kamu tidur disini" ucap Yoona
" bisa jika kamu tidur diperlukan ku" ucap Gerall
" tidak mau lebih baik aku tidur dengan ibu" ucap Yoona melangkah keluar dengan rasa kesal
Yoona mengetuk pintu kamar bibi Elisa tapi tidak ada tanda-tanda pintu kamar akan di buka, Yoona dengan pasrah kembali ke kamarnya.
Arliena mengambil selimut di lemari dan menggelar nya di samping tempat tidur.
menarik bantal yang di gunakan Gerall dan meletakkannya di atas selimut tadi. Yoona merebahkan badannya dan menarik selimut untuk melindunginya dari udara dingin.
Yoona memejamkan matanya, Yoona merasakan seseorang memeluknya dari belakang, Yoona membiarkan itu dia nyaman dengan pelukan ini.
~99
masih ada kah yang menunggu cerita ini?
.
.
Terimakasih atas like dan komennya🙏