
Arliena melihat ke arah Gerall yang masih melihat kearah luar, tapi Ariella tau Gerall mendengarkan ceritanya.
Arliena mencium pipi Gerall tanpa melepaskan pelukannya.
" maafkan aku?" ucap Arliena dengan cengiran lebar.
Gerall menghela nafasnya dan mengalihkan tatapannya ke Arliena dan menatapnya intens.
" aku sungguh minta maaf Gerall sungguh!." ucap Arliena
" kanapa kamu kesini" ucap Gerall kembali mengarahkan perhatiannya ke luar jendela.
" aku sungguh ingin ikut membantu penduduk di kota Cadiz, dan mungkin disini ada yang bisa aku lakukan." ucap Arliena merebahkan kepalanya di pundak Gerall
"Bagaiman dengan anak-anak?" tanya Gerall
" mereka mengijinkan aku pergi " ucap Arliena
Gerall mengerutkan dahinya dalam tidak yakin pasalnya dia tahu sekali bagaimana dekatnya mereka bahkan mereka tidak berjauhan. karena bila Arliena pergi mereka juga akan ikut.
" benar mereka mengijinkan aku pergi, Lino sedang mempersiap kan dirinya untuk pergi ke akademi. tadi aku sempat mau mengajaknya tapi karena kita akan pergi ke kota yang terserang wabah maka Alio aku titipkan pada Lisa. " ucap Arliena
Gerall melihat telinga Arliena yang memerah tanda tengah berbohong menghela nafas panjang.
" biarlah aku urus nanti" batin Gerall
Arliena yang merasa terselamatkan dari cecaran Gerall menghembuskan nafasnya lega. sebenarnya saat Arliena memberitahu Lino tentang rencananya Lino berniat ikut tapi dengan bujuk rayu Arliena akhirnya Lino pun pasrah untuk tidak ikut dengan Arliena dan menjaga Alio selama ayah ibunya tidak ada.
_ _
Dengan posisi masih memeluk Gerall, Arliena memejamkan matanya dia lelah karena harus bangun pagi-pagi untuk melancarkan aksinya itu.
Arliena membuka matanya pelan cahaya lampu menerobos masuk ke retinanya tangan Arliena bergerak menghalangi sinar itu.
Mata Arliena mengitari seisi kamar ordeng besar menghalangi pantulan matahari Arliena beranjak berjalan menuju kaca besar di depannya di sibaknya gordeng itu. mata Arliena berkilat takjub dengan pemandangan pantai di depannya.
Gerall masuk kedalam kamar yang berisi Arliena, mata Gerall melihat setiap sisi kamar mencari keberadaan Arliena yang sudah tidak ada di tempat tidur. Gerall melangkahkan kakinya ke arah balkon dilihatnya Arliena yang tengah memasukan kakinya dengan senyum lebar.
Arliena menolehkan kepalanya saat dirasa ada yang sedang memperhatikannya. senyum Ariella melebar saat melihat Gerall yang tengah memperhatikannya.
" Gerall ayo duduk " ucap Arliena.
Tidak mendapat respon dari Gerall Arliena bangun dari duduknya dan menarik tangan Gerall untuk ikut duduk bersamanya. alhasil mereka kini tengah duduk bersama menikmati suasana sore sambil menikmati keindahan laut lepas di depannya.
___
" iya sayang ibunda juga menyayangi kalian, love you. tidur yang nyenyak." ucap Arliena sambil mematikan sambungan telepon.
Arliena memandang langit gelap di depannya. merasa bosan dengan suasana kamar nya dia ingin sekali keluar dan menikmati suasana malam di tepi pantai. sayangnya hal itu di perbolehkan karena wabah yang menyerang kota Cadiz, dilakukan pembatasan mobilitas penduduk para penduduk dilarang untuk keluar rumah, segala kebutuhan para penduduk di bagikan ke setiap rumah. selama seminggu ini kota Cadiz selayaknya kita mati semua transportasi umum tidak beroperasi, sekolah dan kantor diliburkan. Hanya rumah sakit yang tetap beroperasi menyelamatkan penduduk yang terkena wabah. karena program ini pertumbuhan angka penduduk yang terkena wabah menurun.
waktu menunjukan pukul 1 dini hari Gerall masuk ke dalam kamar suara isakan dari dalam kamar membuat Gerall melangkahkan kakinya cepat.
Dilihatnya Arliena yang tengah menangis sesenggukan dengan tangan memegang tisu, sambil matanya melihat layar TV yang tengah menayangkan film.
Arliena mengalihkan perhatiannya ke arah Gerall setelah film yang dia tonton selesai dengan mata yang sembab.
" kamu sudah pulang?" tanya Arliena bukannya menjawab pertanyaan Arliena Gerall malah berjalan ke arah kamar mandi.
" kamu tidak mendengar ku? "teriak Arliena dari luar kamar mandi.
Gerall yang baru keluar dari kamar mandi melihat Arliena yang tengah tertidur pulas. Gerall menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah Arliena tadi menangis dan sekarang tidur seperti orang tidak punya beban.
Gerall berjalan ke tempat tidur, merebahkan badannya di samping Arliena. tubuh Gerall terdiam kaku saat Arliena mendekat kepadanya dan meluknya dengan kepala diatas dadanya. telinga Gerall memerah saat tidak secara tidak sengaja kaki Arliena mengenai juniornya membuat ia terbangun.
~99
sorry guys kalo banyak tipo, ditunggu part selanjutnya 🥰 jangan lupa komen dan like nya. kritik dan saran dipersilahkan 🙏