
Yoona membuka matanya, dahi Yoona berkerut saat melihat pria tampan didepan nya yang tengah tertidur sambil memeluknya erat. Yoona menyamankan tidurnya sambil melihat ke arah Gerall tangan Yoona membelai pipi Gerall lembut.
Gerall memegang tangan Yoona yang masih mengusap pipi Gerall lembut. membuat Yoona segera mengambil kembali tangan ya tapi dihentikan oleh Gerall.
" tetap lah seperti ini" ucap Gerall sambil menggenggam tangan Yoona di pipinya dan kembali memejamkan mata.
.
.
.
" hey bangunlah ini sudah siang" ucap Yoona membangunkan Gerall.
" aku masih mengantuk Arliena, baru kali ini aku tertidur nyenyak setelah 2 tahun. " ucap Gerall menatap Yoona yang tengah menatapnya kesal.
" Yoona bukan Arliena" ucap Yoona membenarkan
" ya, Yoona " ucap Gerall
" cepat bangun tuan hari sudah siang aku ingin pulang" ucap Yoona
" Yak kenapa kamu memeluk ku begitu erat kamu ingin membunuhku" ucap Yoona kesal karena bukannya bangun Gerall malah memeluknya erat.
" Arliena bisakah kamu tidak bergerak seperti itu" ucap Gerall
" makanya lepaskan aku" ucap Yoona masih berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Gerall.
" Arliena aku tidak akan bisa menahan ini jika kamu kembali bergerak" ucap Gerall dengan suara agak serak.
" maksudmu?" tanya Yoona menatap Gerall yang sudah menutup matanya dengan telinga berwarna merah.
yoona tahu masalah apa yang diperbuatnya, tanpa banyak berpikir Yoona menendang bagian bawah Gerall dan melepaskan pelukannya. Yoona berlari ke arah kamar mandi dengan takut.
" Yak Arliena kamu menyakitinya ." Teriak Gerall dari luar kamar mandi.
.
.
.
.
satu jam berlalu Yoona masih di kamar mandi dan tengah bingung bagaimana dia harus keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan selembar handuk yang hanya menutupi sedikit area privatnya.
Yoona ingin memanggil Gerall tapi dia sangat malu. Yoona pun memberanikan diri untuk memanggil Gerall dan meminta bantuannya, tapi tidak ada jawaban dari Gerall. Yoona berpikir mungkin Gerall sudah pergi dari kamar Yoona pun memberanikan diri keluar dari kamar mandi dengan mengendap takut Gerall masih berada di dalam kamar.
" AAAAAAA " teriak Yoona saat tiba-tiba ada orang yang memeluknya dari belakang.
terdengar suara tawa dari orang yang memeluknya, Yoona pun membuka matanya dan berbalik wajah Yoona menjadi merah karena Mali dan marah.
saat Yoona akan memarahi Gerall yang hanya terdiam melihat kearahnya membuat dahi Yoona berkerut mata Yoona melihat apa yang tengah Gerall lihat dan .
" AAAAAAA Dasar Mesum " teriak Yoona sambil tangannya menghalangi pandangan Gerall dari aset tubuhnya yang terbuka karena handuk yang jatuh tergeletak di bawah kaki Yoona.
tanpa menghiraukan teriakan Arliena Gerall langsung memeluk tubuh toples Yoona dan mencium bibir Yoona intens sambil tangan nya bergrilya di tubuh Yoona.
Yoona memukul dada Gerall meminta untuk melepaskannya. tapi tidak di pedulikan oleh Gerall.
" ARKH Tuan . . . ." desah Yoona
" Gerall panggil aku Gerall" ucap Gerall melepaskan ciumannya
Gerall mencium setiap jengkal di tubuh Yoona, Gerall memainkan dua buah dada kembar Yoona dengan tangan dan bibirnya.
" Gerall ini salah " ucap Yoona di tengah- tengah permainan mereka.
" aku menginginkan mu Arliena" ucap Gerall
mendengar nama Arliena Yoona dengan sisa kekuatannya mendorong Gerall dan berlari ke Walk in closet meninggalkan Gerall.
Gerall yang melihat Yoona berlari ke arah Walk in closet memberikan tatapan mendalam, dan tanpa banyak kata berjalan ke arah kamar mandi.
___
" hey" sapa Yoona
" ibunda sini bermain dengan kita" ucap Lino dan Alio
tanpa menjawab ajakan mereka Yoona berjalan ke arah Lino dan Alio duduk di depan mereka dan mengusap kepala mereka.
" Tante Yoona ingin keluar sebentar ya Alio dan Lino bermain sendiri dulu" ucap Yoona
" oke ibunda segeralah kembali ibunda " ucap Lino
Yoona berjalan keluar dari vila dengan tenang tanpa ada larangan dari para pengawal Yoona menghentikan taxi dan pergi meninggalkan vila di belakangnya.
" aku berharap kita tidak akan bertemu lagi" ucap Yoona.
___
Yoona turun dari taxi yang ditumpanginya, memintanya menunggu sebentar untuk mengambil uang. karena Yoona keluar tanpa membawa barang-barang nya Yoona.
Yoona masuk ke dalam cafe berlantai dua, banyak pengunjung cafe melihat kearah Yoona dengan ekspresi aneh.
" Yoona kemana saja kamu ibu menghawatirkan mu" ucap ibu Elisa menghampiri anaknya itu.
" Yoona baju siapa yang kamu pakai, baju itu sangat kebesaran di tubuh mu" ucap Elisa
" ibu biarkan aku beristirahat sebentar nanti akan aku ceritakan semuanya, tolong bayar taxi didepan toko" ucap Yoona sambil berjalan menaiki tangga ke tempat tinggal nya.
.
.
Yoona termenung di atas tempat tidur.
tok
tok
" masuk" ucap Yoona
bibi Elisa masuk dengan nampan berisi makanan ditangannya setelah siang tadi Yoona pulang dia tetap berdiam diri di kamar sampai malam dan melewatkan makan malam nya.
bibi Elise menaruh nampan berisi makanan di meja samping tempat tidur, bibi Elise mengusap rambut Yoona merasakan kegalauan di hati anaknya itu.
" Yoona sudah siap bercerita?" tanya bibi Elisa
yang di jawab gelengan kepala oleh Yoona
" baik, kalau begitu Yoona makan dulu ibu sudah memasakkan makanan favorit Yoona " ucap bibi Elisa
" tapi aku sedang bad mood ibu bolehkan Yoona tidak usah makan" ucap Yoona
" ibu suapi kamu hanya perlu membuka mulutmu" ucap bibi Elisa
" aku tidak akan menang dengan ibu" ucap Yoona pasrah kemudian memakan makanannya
" beristirahatlah, segala masalah pasti ada jalan keluarnya" ucap bibi Elisa mengecup dahi Yoona dan melangkahkan kakinya keluar kamar Yoona.
~99
maaf ya kalo kalian bingung buat nama Yoona dan Arliena, disini Gerall selalu menganggap Yoona itu Arliena.
.
.
Terimakasih buat para pembaca karena selalu memberi Support dengan like dan komen.
🙏