
Gerall melangkahkan kakinya cepat ke arah instal kuda, sampainya di situ gerd sudah menunggu dengan dua kuda di sampingnya tanpa banyak bicara Gerall langsung menaiki kudanya dan berlari kencang. gerd yang terkejut langsung menaiki kudanya dan menyusul sang Raja gerd tau Raja sedang marah besar gerd mengasihani dirinya yang sebentar lagi akan menjadi sasaran kemarahan Raja.
Gerall telah memutari lapangan balap kuda di depannya selama hampir 2 jam tanpa henti gerd yang tadi turut serta mendampingi Gerall angkat tangan dan berhenti di pinggir lapangan. Gerall turun dari kudanya berjalan kearah gerd dan memerintahkannya untuk menghubungi Hans dan Marcell sekarang juga.
Hans yang baru saja terlelap berjalan gontai menghampiri kakaknya kesal sebenarnya tapi Hans bisa apa kalo sang kakak sudah memutuskan. tak lama munculah Marcell menghampiri mereka raut bingung tergambar di muka mereka kemungkinan-kemungkinan tentang hal penting apa yang menjadi alasan mereka di panggil di jam sedini ini.
" Hans ambil pedang mu, Marcell dan gers juga kalian bertiga lawan aku" tegas Gerall
ketiganya yang memiliki firasat buruk langsung menyanggupi perintah Gerall 3 jam berlalu sejak pertarungan mereka di mulai Hans sudah lebih dulu kalah disusul gerd dan marcell. Gerall menang dalam pertarungan itu.
_ _
matahari mulai naik menandakan pagi telah datang Ariella merenggangkan ototnya sejenak di pintmdainya seluruh ruangan di kamarnya menandakan tidak ada orang lain selain dia dan sang bayi gemoy. dipanggilnya Lisa untuk menyiapkan kebutuhan mandinya yang dengan cepat di laksanakan Lisa.
Arliena memandangi wajah anaknya itu Arliena sadar ternyata wajah kedua anaknya terlihat seperti Gerall hanya bagian mata yang ia turunkan pada kedua putranya. warna rambut kedua putranya pun mengikuti warna rambut Gerall. sekilas terlintas dalam benak Ariella kejadian semalam membuat rona merah di pipi Arliena muncul, Ariella menutup mukanya malu karena tingkahnya semalam yang terkesan sedang merajuk kepada Gerall. bahkan dengan alasan yang menurut Ariella sangat memalukan.
Gerall membolak balikan lembaran di depannya ekspresi dingin tidak hilang dari wajahnya, kerutan dahi Gerall semakin dalam saat bunyi langkah seseorang memasuki ruangannya padanyal dia sudah memerintahkan gerd untuk tidak menerima tamu siapapun itu. sepertinya dia harus memecat gerd setelah ini" batin Gerall.
Gerall melihat orang yang telah mengganggu waktunya itu, muka dingin Gerald semakin dingin saat tau Ariella yang masuk ke ruangannya. Ariella yang merasakan hawa dalam ruangan menjadi lebih dingin menghentikan langkahnya sejenak untuk mendekati Gerall. dengan tekad matang Ariella melanjutkan langkahnya menuju Gerall tanpa menghiraukan tatapan tajam yang Gerall layangkan padanya.
Ariella sudah di depan kursi Gerall, ia memutar kursi itu sehingga berhadapan dengan nya tanpa basa-basi Ariella duduk di paha Gerall. hal itu tentu mengejutkan Gerall, di kec**nya bibir Gerall pelan yang lama-kelamaan menjadi ciuman yang saling Mela***. tangan Ariella bergerak perlahan dari leher ke dada Gerall. di usapnya dua dada bidang Gerall, tangan Ariella turun ke bawah pusar Gerall meraba pusaka Gerall yang masih terutup celana. Ariella melepas cium*** menji*** dari Bagain leher, telinga, sampai ke dada Gerall. tangan Ariella ditahan saat akan masuk kedalam celana Gerall.
Ariella menatap Gerall dengan mata sayu penuh na*** diangkatnya Ariella untuk duduk di atas meja kerjanya yang lebih dulu Gerall bersihkan.
mata Gerall menatap Ariella.
" Aku yang memimpin" ucap Gerall dengan sensual
mendengar ucapan Gerall membuat bulu kuduk Ariella seketika merinding tapi sangat menantikan perkataan Gerall.
dikecupnya bib** Ariella yang semakin menuntut Ariella terkejut saat bib*** di gigit Gerall memasuakan Li*** nya ke mu*** Ariella.
tangan Gerall masuk ke dalam bajunya dan mengusap dada kembarnya membuat puncak pink Ariella mengeras dan terasa geli. gerall melepaskan ciu****, tangan Gerall melepas dress yang dikenakan Ariella sehingga terpampang lah tub*** mulus Ariella. tangan Gerall berusaha melepas penutup dada kembar ariella, Suara Geraman keluar dari bibir Gerall kikikan geli Ariella membuat Gerall menatapnya diusapnya rahang keras Gerall merasa lucu.
" biar aku lepaskan" ucap Ariella dengan senyum kecil
kini sudah terpampang dada kembar ariella di depan mata Gerall tanpa banyak kata dikecupnya puncak dada kembar itu membuat Arliena melenguh nikmat Gerall menj*** dan memasukan dada ke dalam mulutnya, rasa manis susu dapat Gerall rasakan hal itu membuat Gerall ketagihan. selesai dengan dua dada kembar ariella tangan Gerall turun ke pusat Ariella di usapnya lembah cantik itu ...
_ _
krukk. . krukk
" aku keluar" ucap Gerall puas
Gerall menyalakan shower diatasnya membuat basah kedua tubuh mereka di usapnya seluruh badan Ariella dengan hati-hati, Ariella tidak banyak berkomentar dengan apa yang dilakukan Gerall tubuhnya sudah sangat lelah ada sedikit penyesalan karna ulahnya yang menggoda Gerall ternyata sangat merugikan dirinya. Ariella sekarang sudah menyenderkan badannya di tempat tidur milik Gerall yang ada di ruang kerja. tengah menunggu pelayan membawakan makananya ia sungguh sangat lapar. walau sedikit malu akan bunyi perutnya tapi Ariella juga bersyukur karna sudah menghentikan predator buas seperti Gerall. Ariella tidak dapat membayangkan bisa perutnya tidak bunyi mungkin sekarang mereka masih mengelilingi ruangan dengan Arliena dibawahnya.
Tak lama muncul Gerall dari arah pintu membawa nampan berisi makanan yang kemudian ia letakkan di depan Ariella. tanpa banyak waktu Ariella segera menyantap makananya itu.
" Itu milikmu perlahan" ucap Gerall membuat Ariella melayangkan tatapan tajam padanya,
" cih, , lebih baik kamu berkaca siapa yang membuat aku menjadi sangat kelaparan" sinis Ariella
" kamu yang memulai" ucap Gerall sambil mengambil buku dan membacanya tanpa mempedulikan tatapan tajam dari Ariella.
" ish menyebalkan, kalo gitu kamu tidak boleh menyentuh aku lagi" ucap Ariella kesal
Ariella kembali menyantap makanannya lagi karena ucapannya tidak di hiraukan Gerall.
suara ketukan membuat Gerall beranjak dari kursinya berniat membuka pintu kamar tidak berada lama muncul Arlino yang berlari heboh dengan raut cemas, Arliena membawa Arlino dalam pelukannya dan meyakinkan Arlino bahwa ia baik-baik saja. Dibelakangnya muncul Gerall dengan membawa Alio di gendongannya. Alio yang melihat keberadaan ibunya yang sejak tadi pagi tidak bertemu langsung menangis kencang meminta dipeluk, Gerall menyerahkan Alio pada Arliena dan langsung di peluk dan di timang-timang. tidak lama Alio mulai tenang dan sekarang tengah menepuk-nepuk dada bagian luar Ariella. Ariella mengeluarkan sumber makanan anaknya. Arliena yang bingung melihat Alio yang hanya diam tidak mau mengusu padanya.
"ji..ji..ji" ucap Alio terbata membuat Arliena mengerutkan keningnya mendengar suara anaknya.
" kamu tadi bicara sayang ? coba bicara lagi sayang." ucap Arliena
" ji, ji, ji " ucap Alio
rasa bahagia seketika muncul dalam hati Ariella akhirnya anaknya mau bicara lagi. sebenarnya ini buka pertama kali Alio berbicara Ariella sudah pernah mendengar Alio bicara saat pertama kali ia sampai di dunia ini setelah itu alio tidak pernah mau bicara lagi. hal itulah yang membuat Ariella sangat bahagia.
" n ,no,,no, , da. ji, ,,ji." celoteh Alio sambil memukul-mukul dada Arliena
Arliena tidak tahu apa yang di katakan anaknya itu, matanya melihat ke arah Gerall dengan ekspresi penuh tanya.
" ibunda Alio bilang apa kenapa ji ji ji ji saja yang Keluar dari mulutnya?" tanya Arlino. yang dijawab dengan gelengan tanda tidak tahu.
" dia tidak mau meminum asi karena jijik" ucap Gerall
Arliena menaikan alisnya merasa tidak yakin dengan perkataan Gerall, mana mungkin dia tau bahasa bayi Alio.
" pakai ini " ucap Gerall sambil menyerahkan kain panjang yang untuk menutupi sekitar dada Ariella sehingga hanya terlihat puncak pink itu. Ariella pun kembali mengarahkan dadanya ke bibir mungil Alio dan langsung di hisab.
"sepertinya Alio tidak suka pada tanda yang kamu tinggal kan ini "ucap Arliena
" Itu bagus" ucap Gerall sambil berjalan ke arah putranya yang tengah menyusun rubik di sofa kamar ini.
~99