THE LORD (Me And The Wolfs)

THE LORD (Me And The Wolfs)
BACK TO HABITAT 2



Kiev jatuh karena kelelahan. Pria itu tertidur lelap nyaris dua hari. Ketika bangun, kepalanya pusing dan ia tak bisa bangkit dari alas tidurnya.


"Uuugghh!"


"Kiev!" panggil Sam.


"Haus!" ujar Kiev lemah.


Sam meminumkan air putih pada pria itu. Lalu menyuapkan satu sendok madu agar tubuh Kiev kembali bugar.


"Makanlah bubur ini!" pinta Sam.


Kiev sudah bisa duduk dan tengah memandangi sekitarnya. Dinding batu yang lembab dan terang. Alas tidur yang empuk dan selimut yang hangat.


"Kita di mana?" tanyanya lalu menyuap bubur hangat yang langsung membuat perutnya nyaman.


"Ini dulu adalah tempat tinggalku sebelum kembali ke keluargaku," jawab Sam.


"Sudah seperti ini?"


Kiev sudah menghabiskan buburnya. Ia masih lapar.


"Tenang dulu. Biarkan lambungmu bekerja dengan baik, baru kita makan berat!" ujar Sam.


"Tempat ini tadinya hanya alas kasur dan bilik serta api itu," jawab Sam sambil menunjuk kobaran api di tengah gua.


"Tempat ini dulu ada penghuninya, tetapi tak pernah datang lagi bertahun-tahun lamanya dan aku yang menempatinya lagi," jelas Sam.


Kini keduanya keluar gua. Kiev nyaris masuk kembali ke dalam gue karena banyaknya hewan liar yang ada di sana. Bahkan Harimau juga ada.


"Jangan takut Kiev!' sahut Sam.


"Ayo ikut, kita tangkap ikan!" ajak Sam.


Kiev akhirnya mengikuti Sam. Ia banyak melihat kawanan serigala, mereka berlarian dengan lidah terjulur dan ekor yang bergoyang.


"Ayo Kiev!" Sam menceburkan dirinya ke sungai beraliran sedang itu.


Kiev ikut menyusul, ia tak takut tidak punya baju, di sana tadi ia lihat banyak tumpukan baju dan juga **********. Mereka menangkap ikan cukup banyak.


"Sudah cukup, kita hanya sehari saja di sini lalu nanti kita harus membawa kawanan serigala ke hutan sebenarnya!"


Sam yang mengolah ikan-ikan itu. Memasaknya di batu panas dan mereka makan dengan lahap. Kiev sampai bersendawa.


"My Lord!"


Zeus dan Zoor datang dengan beberapa serigala bertubuh besar.


"Sudah waktunya kah?" tanya Kiev dengan dada berdebar.


"Tentu Knight!" sahut Zoor menatap Kiev bangga.


Keduanya di punggung putra dari Zeus. Aron dan Alden. Kiev yang tak pernah naik punggung serigala besar sangat ketakutan setengah mati.


"Ringankan tubuhmu Kiev ... santai lah!" pekik Sam.


Mereka berlari kencang seakan mengejar matahari. Sebelum warna merah pudar. Mereka harus sampai pada tempat mereka dan menemui sang penguasa rimba.


"Aarrrgghh!" teriak Kiev ketika merasakan lompatan Alden yang meninggi ataupun menurun.


"Tegakkan tubuhmu Kiev. Ini dataran rendah!" teriak Sam.


Kiev membuka mata, ia merasa jika lari Alden sedikit memelan, ia pun menegakkan tubuhnya.


"Sam indah sekali!" teriak Kiev.


Hamparan hijau di mana-mana, dengan bunga-bunga aster liar berwarna-warni. Beberapa hewan mengikuti mereka.


Teriakan burung elang di langit yang mulai sedikit menghitam karena matahari mulai bergulir ke barat.


"Ayo sekarang pegang kuat-kuat!" titah Zoor.


Sam dan Kiev memeluk leher besar Aron dan Alden. Dua serigala muda itu sangat besar dibanding serigala lainnya. Seperti tubuh ayah mereka, Zeus.


"Geli!" pekiknya lagi ketika merasakan tubuh Alden menurun.


Seperti ribuan kupu-kupu menari diperutnya. Ia juga mendengar teriakan Sam yang ada di atas punggung Aron.


Warna merah memenuhi ufuk cakrawala. Semua serigala kini berada di bawah bukit tempat di mana Zimba bertahta.


Kedua manusia itu turun. Sam dan Kiev bersama Zeus dan Zoor menatap atas bukit, di sana sosok hewan duduk dengan surai lebat dan bertubuh besar. Zimba mengaum hingga nyaris membuat Kiev kencing di celana. Pria itu menangis tersedu-sedu antara takut, kagum dan merasa bersalah.


"Sam," cicitnya gemetaran.


Sam menggandeng tangan Kiev yang ketakutan. Keberaniannya sendiri juga sudah melayang entah kemana. Seluruh bulu kuduknya berdiri menatap sosok hewan besar yang duduk di atas. bukit.


Di belakang sang penguasa berdiri sosok singa lainnya yang sama besar dengan pemimpinnya.


"Mari My Lord!' ajak Zeus.


Mereka melangkah menaiki bukit yang tidak terlalu tinggi dengan jarak dua kilometer. Kiev sudah terengah-engah, Zoor berada di sisinya dan memberinya kekuatan. Hingga sampai pada puncaknya. Baik Sam maupun Kiev sudah gemetaran.


"Majulah My Lord!'


Zeus menyorong kepalanya dan mendorong Sam hingga maju beberapa langkah. Zimba berdiri dan mendekat. Kiev kembali ingin buang air kecil di celananya. Zoor setia di sisi pria itu memberinya kekuatan, padahal binatang itu sendiri juga takut, terlebih sorot mata Goor yang begitu tajam menusuk.


Sam harus mendongak menatap Zimba. Seluruh kekuatan hutan ada di sosok sang penguasa hutan yang juga kini menatapnya.


Desir angin meniup perlahan, rambut Sam dan surai Zimba berkibar diterpa angin yang datang.


"My Lord!" Zimba menekuk kakinya.


Semua hewan menekuk kaki pada manusia junjungan mereka. Sam terisak, ia begitu terharu.


"Zimba ... hiks ... hiks ... boleh aku memelukmu?" pintanya dengan terisak.


Zimba tampak mengangguk. Sam tak peduli, ia memeluk hewan besar itu dan menangis di sana. Kepala Zimba turun dan mengendus tubuh manusia yang berbuat banyak untuk hutannya.


"Kemari lah My Lord berdiri di sisiku!" pinta hewan penguasa rimba itu.


Keduanya berdiri bersebelahan. Semua hewan keluar dari sarangnya dan melihat siapa junjungan mereka.


"Wahai penghuni hutan. Perkenalkan ini dia manusia yang sangat berjasa menyelamatkan tempat dan habitat kita!" seru Zimba kuat.


"Ini dia My Lord, Samuel Patrick Lockhart dan The Knight Kiev Orlando Riches!"


"My Lord!" seru semua binatang menekuk kaki dan memberi hormat pada Sam dan Kiev.


Kiev menangis tersedu. Ia pernah berbuat salah dan nyaris membuat hutan hancur. Tak sangka perbuatan kecilnya kemarin begitu dihargai oleh seluruh makhluk hutan.


"Selamat Zeus, kawanan kalian bisa kembali ke tempat semula," sahut Zimba dengan penuh kewibawaan.


Zeus menekuk kaki. Semua serigala melolong saling bersautan. Beberapa di antaranya tampak mengibas ekor kesenangan.


Kini mereka turun. Kicauan burung mengiringi langkah mereka. Zeus dan Zoor mengucap ribuan terima kasih pada dua manusia terutama pada Sam.


"Aku meminta maaf jika dulu terlalu memaksamu Sam!" sesal Zeus.


"Tidak masalah Zeus, aku banyak belajar dari kamu,' ujar Sam.


Pemuda itu memeluk hewan besar itu. Ia juga memeluk Lecra dan juga Zoor. Kiev pun melakukan sama.


Kini keduanya keluar dari habitat para hewan. Sam dan Kiev melambaikan tangan. Seluruh hewan berdiri di sisi pohon-pohon besar mengantar kepergian Sam dan Kiev. Helikopter telah mendarat dari tadi.


"Sam ... kenapa kemarin tak naik heli?" teriak Kiev bertanya.


"Karena kita menjemput Zeus dan mengantarkannya ke habitat aslinya Kiev!"


TAMAT.


Kisah ini didedikasikan untuk mereka yang mau melindungi hutan dan menjaga seluruh kelestariannya.


thanks readers ...