THE LORD (Me And The Wolfs)

THE LORD (Me And The Wolfs)
FOREST GHOST 2



Tangan Roger melepuh, senjatanya rusak karena meledak. Pria itu meringis kesakitan. Ia memaki panjang pendek.


"Roger? Kenapa dengan dan senjatamu?" tanya Dean.


"Aku rasa ada yang menyerobot senjataku hingga meledak," jawab Roger.


"Coba bongkar!'


Neil mengambil senjata sedang yang lain mengobati tangan Roger. Ketika dibongkar satu binatang kecil di dapat. Lebah pohon yang berukuran sedang, binatang itu sudah mati dalam keadaan hangus.


"Tangan Dave juga bengkak, apa itu ulah sebangsa binatang ini?" tanya Dean.


"Bisa jadi," sahut Scoot.


"Kalau begitu biar tangan Roger dan Dave sembuh dulu, biar Rooney yang mengantarnya. Sebagian menguliti babi dan mengasapinya aku takut jika menyimpan bangkainya terlalu lama akan diambil oleh binatang buas lainnya," ujar Dean memberi saran.


Scoot, Stuart, Will dan Matte setuju. Dave dan Roger menyembuhkan lukanya, mereka berdua diantar Rooney ke klinik di kota di mana mereka tinggal.


Yang lainnya mengikat satu babi berukuran paling besar. Lima pria mengikat babi itu dan mulai mengulitinya.


Anjing-anjing diikat sedikit jauh dari mereka bertujuan agar tak berisik dan meminta bagian. Sedang dua bangkai babi ditumpuk di dekat pohon besar. Sam mengayun tubuhnya lewat akar yang menjuntai diikuti Zorrof. Keduanya harus memutar agar tak terlihat dan tak terendus oleh para anjing pemburu. Zeus diminta menunggu di sana.


Sam sudah berada di atas pohon di mana bangkai babi berada. Sam mengikat empat kaki babi dengan tali yang ia bawa dari gua. Sam dan Zorrof menarik tali itu, tadinya hanya Sam yang menarik tali, tapi kemudian simpanse besar itu menolongnya.


Setelah bangkai babi sudah terikat kuat di atas pohon. Sam melihat semua pria masih sibuk menguliti. Ia kembali turun kali ini ia menyeret bangkai terakhir dan membawanya sedikit jauh lalu ia melolong laksana serigala. Para pemburu berhenti sesaat. Mereka saling toleh.


"Apa kau dengar itu?" tanya Dean.


"Entahlah ... tapi jika serigala ini masih terlalu terik untuk mereka melolong," jawab Scott.


"Sudah abaikan saja. Ini harus bersih dan kita mengerjakan yang lain!" sahut Matte.


Mereka kembali menguliti babi. Mengira mudah, ternyata kulit babi hutan jauh lebih tebal dan alot dari babi biasa.


Sedang di tempat lain, beberapa kawanan serigala datang lalu menyeret bangkai untuk makan kawanan mereka.


Sam kembali ke atas pohon di mana Zorrof berada. Keduanya berayun menuju pohon asal di mana bisa mengawasi para pemburu dengan aman.


Hingga malam tiba. Babi baru selesai dipotong-potong. Lima pria dewasa itu kelelahan karena hewan yang dikuliti begitu besar berikut tulang-tulangnya.


"Tenagaku habis!" keluh Will terengah.


"Lihat parang kita?" serunya lagi sambil mengangkat parang yang bengkok akibat alotnya daging bangkai babi yang mereka potong.


"Anjing-anjing kita kekenyangan karena banyak serpihan daging yang hancur," ujarnya melihat anjing gembala mereka tertidur kekenyangan.


"Lalu sisanya bagaimana?" tanya Scott.


Stuart menatap bangkai yang mereka tumpuk di bawah pohon.


"Astaga demi ibuku yang ada di surga!" teriaknya terkejut bukan main.


"Ibumu masih hidup bodoh!' seru Dean kesal..


"Bangkai itu!" teriak Stuart lagi sambil menunjuk bawah pohon.


"A ... hilang?" Dean sempat tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Apa benar bangkai itu hilang?" tanya Scot tak percaya.


Ia mengira berhalusinasi karena kelelahan begitu juga yang lainnya. Berkali-kali mengucek mata.


"Bangkainya benar-benar hilang!' seru semuanya.


Mereka mulai panik, semua saling berdiri berdekatan. Senjata ada di dalam mobil karavan mereka. Stuart memberanikan diri untuk mengambilnya. Dengan langkah perlahan Dean mendekati pintu mobil karavan.


Srek! Srek! Srek! Bunyi dahan bergoyang menambah mencekam suasana. Terdengar serigala melolong dari kejauhan. Para anjing yang diikat seperti terpanggil namun karena binatang-binatang itu kekenyangan, hanya sekali saja binatang berkaki empat itu menyahuti lolongan serigala.


"Stuart kenapa berhenti?!" bisik Will sedikit keras.


"Aku ... aku ...,"


Satu kelebatan di antara dahan pohon tak jauh dari karavan mereka. Dean langsung berteriak keras.


"Hei siapa itu!"


"Uuuk ... aaaak ... aaak!" suara simpanse bersahutan.


Dean menepuk Stuart yang kaku, Barulah pria itu terduduk lemas karena ketakutan setengah mati.


Napas pria itu tersengal keringat dingin mengucur. Stuart memiliki Anciety disorder yakni kecemasan tinggi terhadap sesuatu. Pria itu juga memiliki Phasmophobia, yakni ketakutan berlebihan akan hantu. Napas Stuart langsung sesak. Dean menenangkan pria itu.


"Hei kenapa dengan Stuart?" teriak Will dan Matte bersamaan.


"Penyakitnya kambuh!" jawab Dean berteriak.


Dean juga tengah menengahi rasa takutnya. Sedang Mate, Will dan Scott mulai mendekati.


"Huhuhu! Haaah!Haaah!" teriak para kera besar.


Mereka berlari ketakutan. Semua masuk dalam karavan.


"Anjing ... bagaimana dengan anjing-anjing kita!" seru Will.


Baru saja Scott ingin membuka pintu, terdengar suara anjing mereka mengaing begitu keras.


"Loop! Hero! Hoope! Boxton!" teriak semua pria yang ada di dalam karavan.


Will memberanikan diri membuka pintu, pria itu menyingkirkan Scott.


Pria itu melihat bagaimana anjing-anjing mereka dibawa seperti terbang.


"Loop! Hero! Hoope! Boxton!" teriaknya.


Semua pria keluar. Empat anjing tersisa satunya dibawa ke klinik hewan karena terkena obat bius yang tak sengaja ditembakkan Dave.


Empat pria menangis karena kehilangan hewan peliharaan mereka. Belum sempat selesai, Stuart jatuh tak sadarkan diri. Kini mereka mulai bingung.


Tiba-tiba seekor gorila menggertak mereka. Mereka berteriak dan kembali masuk dalam karavan mereka. Gorila itu mengguncang kendaraan beroda enam itu. Semua pria berteriak minta ampun. Gorila pergi semua di dalam karavan pergi.


Scott memberanikan diri menyelinap lewat jendela. Ia masuk ruang kemudi dan melarikan mobil besar itu.


Sam menatap kepergian mobil itu dalam gelap. Anjing-anjing peliharaan tampak ketakutan. Remaja itu melepas ikatan binatang-binatang berkaki empat itu dan langsung mengejar tuan mereka.


Sam kembali ke perkemahan pria itu daging-daging babi yang tadi dipotong masih tergeletak. Zeus mengambil potongan lebih besar. Sam memanjat pohon di mana ia mengikat satu bangkai di sana.


Bugh! Bunyi keras hingga tanah sedikit bergetar akibat betapa besarnya bangkai itu.


Beberapa Heyna datang ikut memangsa sisa daging binatang itu.


"Apa semua beres?" tanya Zorrof.


"Kita lihat lusa Zorrof. Aku yakin manusia-manusia itu membawa semua orang di kota untuk berburu hantu hutan!' ujar Sam menerka.


"Lalu apa rencanamu My Lord?" tanya Zeus.


Lecra di sana bersama empat anaknya memangsa bangkai bersama kawanan mereka.


"Biar aku pikirkan itu Zeus," ujar Sam.


Ia telah membagikan foto-foto bagaimana pemburu begitu sadis membunuh buruan mereka.


Di tempat lain, Stefanus melempar foto-foto itu di depan forum kementrian perlindungan lingkungan dan hutan.


"Apa kerja kalian?!" teriaknya marah.


bersambung.


next