THE LORD (Me And The Wolfs)

THE LORD (Me And The Wolfs)
REVEALED



Tertangkapnya Juan Fox, menyeret beberapa petinggi negara termasuk ketua majelisnya. Juan membuktikan ucapannya untuk menyeret semua yang terlibat. Hal ini membuat presiden kalang kabut menyelesaikan semua masalah yang terjadi.


"Semua harus patuh dengan hukum. Semua perusahaan yang terlibat juga akan dicabut ijin usahanya!" ujar juru bicara kepresidenan.


"Kami malah mengucapkan terima kasih kepada Tuan Kiev Orlando Riches yang telah berani melaporkan semuanya!" lanjut pria itu.


Stefanus ada di sana. Ia mendengkus kesal dengan perkataan juru bicara kepresidenan itu. Dari kemarin ia telah melaporkan semua tindakan para pembalak liar, tapi tak diindahkan.


"Tapi Tuan, bukankah dari kemarin Tuan Stefanus Lockhart yang melapor tapi tidak digubris?" tanya salah satu wartawan.


"Baik terima kasih atas perhatiannya, kami undur diri!"


Juru bicara kepresidenan tampak tak bisa menjawab pertanyaan wartawan tersebut. Mereka memilih pergi dan menutup konferensi pers yang di adakan pemerintah setempat.


"Tuan Lockhart, bagaimana tanggapan anda?" tanya wartawan.


"Saya akan terus mengawal agar semua ini selesai dan hutan kita dilindungi!" tekan pria itu.


Stefanus memilih pergi dari ruangan. Sementara itu di rumah sakit, Gerard langsung menuju ruang instalasi gawat darurat. Putranya tertembak akibat menghalangi Juan yang ingin membakar hutan. Pria itu menangis melihat keadaan putranya.


"Jangan khawatir, tuan. Hanya satu peluru yang menembus perutnya dan tidak membuat korban kehilangan nyawa atau kehilangan banyak darah!" jelas dokter.


Gerard bernapas lega. Pria itu kini duduk di kursi tunggu depan UGD. Kiev keluar dari ruangan dan dengan perut yang diperban. Satu proyektil peluru bisa dikeluarkan tanpa kendala apapun. Gerard mengikuti putranya. Mereka masuk ruang eksklusif, atas permintaan Sam tentunya.


"Pasien sedang masa recovery, anda harap bersabar menunggu!" ujar salah satu perawat.


Gerard mengangguk tanda mengerti. Anamaria, istrinya masih menunggu di rumah. Pria itu menelepon jika putranya baik-baik saja. Butuh dua jam untuk Kiev sadar.


"Ugghhh!"


"Nak!" panggil Gerard.


Lalu pria itu menekan bel, para dokter berdatangan. Kiev nampak lemah, ia tersenyum pada ayahnya.


"Kali ini aku berbuat benar Dad," ujarnya.


Gerard menitikkan air mata haru. Ia mengangguk, pria itu pun menemui dokter untuk menanyakan perkembangan putranya.


"Pasien tak mengalami kendala yang berarti, Tuan. Hanya shock dan luka tembak di perutnya saja," jelas dokter.


Gerard sangat bersyukur. Kini pria itu tau, ramalan sang penguasa rimba benar adanya. Kiev tetap berhubungan dengan hutan walau bagaimanapun ia menjauhkan putranya.


"Beberapa wartawan ingin mengetahui keadaan pasien kena tembak Dok!" ujar salah satu perawat.


"Mari Tuan, karena ini adalah putra anda. Dia jadi pahlawan sekarang!" ajak dokter.


Sementara itu Sam berada di klinik hewan. Zoor terkena tembakan. Beberapa dokter hewan masih berkutat untuk mengangkat peluru yang menembus perut binatang berkaki empat itu. Sudah dua jam berlalu, lampu masih menyala. Sam tetap setia menunggu. Ponselnya berdering, sang ibu meneleponnya, pemuda itu memilih sedikit menjauh dari ruangan.


"Halo Mam!" ujarnya ketika menerima sambungan telepon.


".......?!"


"Aku baik-baik saja Ma," jawab Sam.


".......!"


"Iya benar, aku ingin Kiev yang disorot sebagai pahlawan," jawabnya lagi.


"Kenapa?!" tanya Becky di seberang telepon.


"Tidak apa-apa Ma, agar tak ada yang tau perihal aku yang bisa mengerti bahasa hewan," jawab Sam lagi.


Pemuda itu menutup sambungan teleponnya. Ia sudah merinci kenapa Kiev yang harus menjadi pahlawannya.


"Karena Kiev sedari awal memberitahu jika ada pembalakan liar di hutan. Ia sengaja berdiri di pinggir tebing agar baunya tercium oleh para serigala," gumam Sam dalam hati.


Pintu terbuka, dokter keluar, Sam langsung mendatangi dan menanyakan keadaan binatang itu.


"Peluru berhasil diangkat, beruntung tak mengenai jaringan vital lainnya. Sekarang hewan itu tengah masa pemulihan!" jelas dokter.


Sam bernapas lega. Ia kini bisa pulang, dokter mengatakan tiga hari lagi Zoor bisa kembali ke hutan.


Sedang di ruang lembaga masyarakat. Para petinggi negara masih berdiskusi tentang hutan, begitu alot padahal penjahat sudah ditangkap dan perusahaan sudah banyak ditolak untuk menebang pohon-pohon di hutan lagi.


"Jadi hasilnya masih terus didiskusikan?" geram Stefanus.


Pria itu akhirnya mengambil langkah terakhir. Ia membeli hutan seluas dua ribu hektar itu atas nama putranya. Hanya itu satu-satunya jalan melindungi seluruh kawasan.


"Apa anda yakin ingin membeli hutan itu?" tanya petugas tanah dan negara.


"Ya, jadi kalian tak perlu repot berdiskusi karena seluruh hutan menjadi milik pribadi keluarga Lockhart!" jawab pria itu.


Sam setuju dengan tindakan ayahnya. Para petinggi hanya menghamburkan uang negara saja. Semua kaget ketika hutan menjadi milik pribadi.


"Tanah dan hutan adalah milik negara tak bisa diklaim atau dibeli untuk pribadi!" tolak para petinggi.


"Anda dari kemarin hanya berdebat tak ada hasil, semua bukti sudah ada, bahkan penjahat sudah ditangkap, kenapa sulit memindahkan status hutan menjadi dilindungi?" teriak Lockhart.


Semua aktivis lingkungan hidup setuju dengan tindakan Lockhart. Hutan berpindah tangan menjadi milik Samuel Patrick Lockhart. Seorang produser dan art director film THE FOREST HURT masuk dan memenangkan berbagai kategori, salah satunya adalah sebagai film terbaik.


"Seluruh isi hutan menjadi hak penuh dari Tuan Samuel Lockhart!" ujar petugas pertanahan negara.


"Sertifikat akan ada sekitar tiga bulan lagi, jadi mulai sekarang hutan wilayah barat dan utara menjadi milik Tuan Samuel Patrick Lockhart!"


Stefanus menjabat tangan petugas pertanahan negara. Semua wartawan langsung memotret momen tersebut. Berita besar hadir di televisi seluruh Chanel. Kiev yang menjadi pahlawan karena berani melaporkan kejahatan Juan Fox. Perusahaan milik pria itu langsung ditutup. Ribuan ton kubik kayu disita. Beruntung Bella sudah memisahkan semua aset yang penting dan telah membuka perusahaan baru sebelum semuanya terlambat. Kecerdasan Bella pun jadi perbincangan antar pebisnis karena telah menyelamatkan nasib ribuan karyawan.


"Anda hebat Nona Fox!" puji salah satu pebisnis.


Bella juga ikut diperiksa, gadis itu bersih dari semua tuduhan, bahkan dia juga membantu penyelidikan kepolisian.


"Anda berani sekali melaporkan penyelewengan ini pada penegak hukum, kenapa baru sekarang?" tanya petugas kepolisian.


"Karena dulu saya tak punya kekuatan penuh untuk melawan ayah saya sendiri!" jawab Bella.


Kini ia berjalan menuju ruang inap Kiev. Ia masuk ada Gerard di sana.


"Halo Tuan!" sapanya.


"Bella!" panggil Kiev.


Tadinya Gerard marah dengan kehadiran gadis itu. Tetapi Kiev menahan ayahnya.


"Bella yang memberitahu aku tentang kejahatan ayahnya, Dad," ujarnya menenangkan Gerard.


Bella tersenyum kecut. Ia yakin dengan berita yang ia bawa ini akan membuat Gerard makin marah.


"Aku hanya memberitahu ini," ujarnya lalu memberi satu benda pipih.


"Kau ... kau hamil?" Bella mengangguk.


"Apa katamu, kau hamil?" tanya Gerard pada Bella.


Pria itu mencengkram bahu wanita itu dengan kuat, Bella sampai meringis.


"Dad ... please!' pinta Kiev.


"Maaf, aku hanya mengatakan itu. Jika tak ingin bertanggung jawab, biar aku urus sendiri anak ini!" ucap Bella.


Wanita itupun langsung pergi setelah Gerard melepas cengkramannya.


bersambung


next?