THE LORD (Me And The Wolfs)

THE LORD (Me And The Wolfs)
REVENGE



Juan bangun setelah tiga hari ia tertidur. Tak ada yang serius menimpa tubuh pria itu.


"Anda baik-baik saja tuan," jelas dokter.


"Jadi apa benar ada jarum masuk dalam jantungku?" tanyanya.


"Kami kira demikian tuan, tapi ternyata bukan. Benda itu adalah jarum yang ada dalam sangat tawon dan tak berbahaya," jawab dokter lagi.


"Saya sarankan pada tuan untuk sering berolah raga untuk menghilangkan efek dari obat bius yang beredar dalam darah," jelas dokter itu lagi.


Juan akhirnya pulang setelah infusnya habis. Pria itu sangat kesal dengan apa yang terjadi pada dirinya. Seumur ia menebangi hutan, dia tak pernah tertidur seperti tadi.


"Mana Kiev, apa dia tak datang?' tanya Juan pada putrinya.


"Datang dad, waktu awal masuk rumah sakit," jawab Bella.


Juan mengangguk. Kini mereka sampai mansion mewah mereka. Juan menelpon Kiev untuk datang ke huniannya.


"Kemungkinan saya akan datang lusa Tuan!" sahut Kiev dari seberang telepon.


"Saya mendapat banyak pesanan kayu press!" lanjutnya memberi alasan.


Juan mengerti, jika dipaksakan. Ia takut Kiev akan lari darinya. Ia akan menunggu Kiev lusa mendatang.


"Tuan, ada para pekerja datang!" sahut salah satu maid memberitahu.


Kening Juan berkerut, ia meminta semua masuk.


Lima pria datang dengan wajah menunduk. bahkan tampak saling melirik.


"Ada apa?" tanya Juan makin kesal.


"Tuan ... alat-alat kita," sahut salah tau dari mereka menjawab..


"Kenapa dengan alat-alat, berengsek!" Juan tak suka dengan berbelit-belit.


"Alat-alat kita rusak parah," jawab salah satu pekerja.


"Bagaimana bisa?!" teriak pria itu marah.


"Daddy tenanglah!" pinta Bella.


Napas Juan tampak sesak dan ia langsung lemas. Bella berdecak kesal pada para pekerja yang tak melihat situasi.


"Kami rasa hantu hutan yang merusaknya tuan!" sahut salah satu.


"Hantu mana bisa merusak!' teriak Juan lagi.


"Sudah cukup. Pergi kalian!" usir Bella.


"Untuk sementara, pekerjaan merambah hutan dihentikan!" titahnya.


"Sayang ... klien kita akan merongrong jika tak diteruskan!" ujar Juan merajuk.


"Kesehatan Daddy lebih penting. Biar aku bicara dengan para kolega!" ujarnya tak mau diajak kompromi.


Jika putrinya yang berujar. Juan akan patuh. Gadis itu sangat bisa diandalkan. Juan telah melatihnya sejak usia belia.


Para pekerja akhirnya pergi. Mereka kini pengangguran, Juan diminta beristirahat. Pria itu hanya bisa menuruti putrinya.


Dua hari berlalu dengan cepat. Kiev kini berada di mansion Juan. Pria itu ingin tau apa yang terjadi.


"Kata pekerja, jika mereka berhadapan dengan rumor yang beredar di kalangan pemburu dan pembalak hutan.


"Mereka menyangka yang menyerang dan merusak semua alat kemarin adalah hantu hutan atau yang mereka takutkan adalah suku kanibal yang tersisa!" jawab Kiev..


"Tapi aku sudah merambah hutan selama dua belas tahun, aku tak menemui hal tersebut?" sahut Juan bingung.


"Kalau menurutku, kemarin kita terlalu masuk ke dalam hutan Tuan," sahut Kiev memberi pendapat.


"Sarang tawon besar dan permukiman habitat kelinci, aku mengira kita terlalu jauh ke dalam!" sahut Kiev.


Juan menggeleng tak percaya.


"Akan kubakar hutan nanti, untuk membunuh kaum kanibal itu!" tekannya penuh dendam.


Kiev hanya diam. Juan akan kembali merambah hutan dengan pekerja lebih banyak. Pria itu dendam dengan hantu yang masih ia kira dongeng untuk menakuti anak kecil.


"Satu minggu lagi, aku datang dengan kekuatan besar!" ujarnya dengan seringai sadis.


Kiev ikut tersenyum mendengarnya. Pria itu sangat antusias dengan rencana Juan.


'Kita lihat, bagaimana usahamu Sam!' gumamnya dalam hati.


"Semua alat sudah siap?!" teriaknya memulai perjalanan.


Semua berseru. Mereka menaiki truk-truk besar dan menuju hutan wilayah tenggara. Dengan jalur yang telah mereka buat sebelumnya. Kiev ikut dengan rombongan. Selama dua hari mereka sampai di malam hari.


Ketika mereka turun dan mulai berbenah. Juan baru melihat betapa hancurnya mobil karavan yang ia tinggal di sana.


"Dirikan tenda!" titahnya.


Semua mendirikan tenda. Kiev berada di sisi tebing yang kemarin. Ia menatap arah paling dalam, ia yakin jika para hewan menatapnya penuh dengan amarah.


"Aku sekarang datang dengan pasukan lebih banyak Sam!' serunya dalam hati.


"My Lord!" panggil Zeus dengan napas terengah-engah.


Hewan berkaki empat itu mencegah Sam untuk pulang ke mansionnya.


"Ada apa Zeus?" tanyanya.


"Kiev datang membawa seratus orang perambah!" jawab Zeus.


"Apa?" tanya Sam terkejut.


Pemuda itu mengambil senjata obat bius. Kali ini ia membawa dua ratus peluru panah yang ia olesi dengan obat bius dosis tinggi.


"Aku yakin besok mereka mulai bekerja!" ujar Sam.


Aron, putra Zeus langsung mengangkat Sam di punggungnya. Binatang itu berlari kencang diikuti semua kawanan. Aron memang serigala terbesar. Bahkan tubuhnya jauh lebih besar dari sang ayah, Zeus.


Selama tiga jam, mereka sampai di hutan bagian tenggara. Sam tak naik ke pohon, secara perlahan ia mengamati pergerakan semua manusia,


"Kita tunggu mereka sampai tertidur," ujarnya pada diri sendiri.


Sam menunggu hingga hanya empat orang saja yang berjaga. Pemuda itu langsung menembakkan peluru yang dilumuri oleh obat bius.


Keempatnya roboh, salah satunya masih setengah sadar.


"Kau ... kau!"


Bugh! Sam meninju pria itu hingga benar-benar pingsan. Ia mencabut peluru panah yang melekat di leher mereka. Lalu ia mendatangi Kiev yang terlelap. Sam membidik dan menembakkan peluru itu ke lengannya. Lalu ke arah Juan pada lehernya. Seratus orang ditembak Sam dengan peluru berbentuk anak panah.


"Selamat tidur semua!" ujarnya lalu pergi meninggalkan tempat itu dan memilih menaiki pohon.


Benar saja, hingga siang menjelang. Semua baru terbangun dan kaget.


"Ayo segera bergerak!" titah Juan tak mau berlama-lama.


Sam sudah mulai membidik.


"Aarrrghhh!" teriak lima pekerja yang kesakitan.


"Geser dan ganti mereka cepat!' teriak Juan memberi perintah.


Pembalakan akhirnya terjadi. Dua puluh pohon besar tumbang. Juan tertawa terbahak-bahak.


"Hoi ... hantu hutan ... lihat aku berhasil!" teriaknya.


Sam, mulai menembakkan kembali pelurunya panahnya itu. Delapan pekerja tumbang. Pohon-pohon masih berjatuhan. Hingga ketika di pohon ke lima puluh. Para pekerja habis akibat jatuh dan tak sadarkan diri. Juan mengamuk sejadi-jadinya. Pria itu lalu pergi ke mobil Kiev berlari mengejarnya dan ikut mobil yang ditumpangi Juan. Kendaraan itu pun berlalu dari sana.


"My Lord?"


"Dia akan pasti kembali Zeus ... pasti!'


Juan mengumpat penyerang mereka panjang pendek. Pria itu benar-benar marah dengan semuanya.


"Hantu sialan! Berengsek!"


"Tenangkan dirimu tuan!' sahut Kiev.


"Apa hantu itu banyak Kiev. Semua pekerja ku tadi tumbang!"


"Aku yakin dia bukan hantu Tuan!"


"Aku juga mengira demikian!" sahut Juan.


"Lalu bagaimana para pekerja itu?" tanya Kiev.


"Mereka akan bangun besok Kiev ... dan kembali bekerja! jawab Juan dengan seringai licik di bibirnya.


bersambung.


next?