
Sam memulai aksinya. Ia sudah mulai membangun studionya untuk melakukan syuting animasi 4 dimensi. Beberapa animator berkumpul dan mulai mengerjakan proyek senilai jutaan dolar itu. Sam benar-benar menjadi sutradara dan direktor dari semua pengembangan proyeknya. Ratusan musisi digandeng untuk ikut terjun. Stefanus membantu putranya.
"Kita akan adakan event nak, itu akan jauh lebih cepat dan sangat menguntungkan!' ide sang ayah.
Samuel mengangguk setuju. Ia dan tim membuat satu pergelaran menciptakan musik dan lagu. Satu cuplikan kisah rangkum dalam satu tahun. Sam sudah lulus di kuliah perfilmannya.
Jika Sam berusaha untuk menyelamatkan hutan Kiev tampak berusaha melobi beberapa petinggi negara untuk melegalkan usahanya. Namun semua mata aktivis lingkungan hidup menyoroti semua pergerakan. Kiev yang tak pernah datang ke dewan pemerintah menjadi sorotan.
"Tuan muda Riches. Apa yang anda lakukan di sini?" tanya beberapa wartawan.
"Apa anda diundang atau anda memiliki wacana lain?" lanjut wartawan bertanya.
"Saya hanya mengamati saja, mungkin saya tertarik menjadi dewan pejabat negara," jawabnya asal.
"Wah ... anda sangat cocok jika menjadi dewan menteri keuangan atau menteri luar negeri sesuai basis ilmu anda!" sahut wartawan antusias.
Ucapan seorang Riches yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota dewan menarik dua partai yang bernaung di negaranya. Yakni partai demokrat dan partai republik. Sebenarnya Kiev tak tertarik dengan dunia politik. Tetapi jika ia masuk maka ia akan lebih leluasa bergerak dan mencari kawan yang bisa mengakses semuanya.
"Pemilu masih tiga tahun lagi, apa anda yang ingin anda lakukan untuk menarik masyarakat agar memilih anda?" tanya wartawan lagi.
"Mungkin saya akan mulai mengampanyekan tentang sikap mandiri pada masyarakat awam agar mereka bisa berkreasi dan memenuhi kebutuhan hidupnya," jelas Kiev.
Wajah Kiev muncul di semua media. Berita keinginannya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif menjadi trending topik. Harga saham milik perusahaan Riches naik sekitar 0,3% cukup baik untuk pergerakan perusahaan yang nyaris gulung tikar.
Para audit kembali mereview perusahaan ini karena mampu membayar utangnya. Gerard Riches tersenyum bangga. Ia sangat yakin apapun yang ditempuh putranya membuat hidup mereka akan kembali ke puncak.
"Apa dia benar-benar melupakan tentang serigala-serigala itu?" tanya Anamaria.
Wanita itu menatap lekat layar televisi yang menayangkan wajah putranya.
Setelah sekian lama mereka nyaris tenggelam. Kini nama keluarga Riches kembali terdengar. Wanita itu menitik air mata haru.
"Aku yakin jika Kiev sudah melupakan binatang-binatang sialan itu!" tekan Gerard kesal.
Pria itu masih tak terima jika bukan putranya yang menjadi sang junjungan.
"Sayang pemilu sudah selesai diselenggarakan dua bulan lalu. Jika tidak, mungkin putra kita akan duduk di bangku parlemen sayang," ujar Gerard mengubah kata-katanya.
Anamaria mengangguk setuju. Putranya yang tampan pasti banyak yang akan mendukungnya. Terlebih putranya cukup cerdas dan bisa beradaptasi dengan sangat baik.
Sedang di tempat lain. Sam dan tim masih menyeleksi musik yang sesuai dengan trailer yang akan realis. Masyarakat diikut sertakan memilih dengan menayangkan trailer nya terlebih dahulu.
Ada tiga kandidat dengan jumlah vote terbanyak. Masing-masing mewakili kisah yang menurut mereka seru dan sangat bersentuhan dengan alam. Terutama kematian Lelilo ditangan pemburu kejam. Sam memasukan kematian Lelilo di sana dengan versi berbeda.
"Sam lagu My Forrest's song, menjadi pilihan lagu dengan vote terbanyak!" ujar kepala tim bersorak.
Dugaan Sam dan tim benar, jika lagu My Forrest's song akan menjadi pilihan masyarakat luas.
Berita tentang sebuah proyek perfilman milik Lockhart Movie gempar. Semua media menceritakan film yang masih dirahasiakan itu akan realis dalam waktu dekat. Beritanya membuat saham milik Lockhart Company naik hingga 5%, jauh lebih tinggi di banding dengan kenaikan harga saham rata-rata.
Stefanus yang baru keluar dari perusahaan bersama asisten pribadinya, Raymond Kingstone langsung diserbu wartawan. Beruntung para bodyguard sigap menahan mereka.
"Tuan Lockhart ... apa bisa jelaskan apa yang terjadi di studio perfilman anda?" tanya wartawan.
"Kami mendengar akan ada film realis dari studio perfilman anda?!" jawab salah satu wartawan.
"Memang akan ada film realis yang digarap oleh tim dan itu sifatnya rahasia. Kami belum memasukkan satu lagu dan juga memilih aktor-aktor untuk mengisi suaranya!" jawab Stefanus.
"Tuan ... apa bisa diperkenalkan siapa saja tim yang anda sebut itu?" tanya wartawan.
"Nanti akan diperkenalkan ketika film diputar perdana di bioskop!" jawab Stefanus lalu pergi dari kerumunan wartawan.
"Tuan ... tuan ... apa anda sendiri yang menjadi sponsornya?"
Stefanus mengacungkan jempolnya. Para wartawan masih ribut ingin bertanya, tapi tubuh pria itu sudah masuk mobil dan pintu tertutup. Perlahan kendaraan roda empat itu bergerak dan meninggalkan lapangan parkir.
"Sam ... film akan akan rampung dikerjakan. Kita sudah memilih beberapa aktor kawakan untuk menjadi pemeran utama dan juga pemeran pendukungnya," ujar kepala tim..
"Ya, siapkan saja rekamannya termasuk musiknya!" sahut Sam.
Untuk menekan budget, Sam memilih orkestra pinggir jalan yang ia bayar sesuai kontrak dan akan menaikan level pemain orkestra jalanan itu.
"Sam kita mengganti pemain anak-anak yang tak bisa bernyanyi," ujar salah satu direktur pemain.
"Kenapa harus ada pemeran anak-anak!?' tanya Sam.
"Pemeran utama anak-anak hanya satu saja dan berganti peran ketika dewasa!?"
Pria itu menepuk keningnya. Ia masih mengira ini film animasi anak. Padahal ada unsur kekerasan di sana. Makanya rating yang Sam pilih adalah 21+.
"Film ini jauh dari ranah anak-anak jika pun ada harus ada orang tua yang membimbingnya!" ujar Sam lagi.
Akhirnya direktor sutradara itu mencoret pemeran anak-anak di daftar list pencariannya.
Studio dengan luas tanah 700m² dan luas bangunan 500m², begitu sibuk dengan hilir mudik mobil-mobil mewah milik para artis. Beberapa artis yang gagal audisi tampak keluar dengan wajah kecewa.
"Tuan Nomstone, anda peraih Oscar kemarin, kenapa anda sedih?" tanya wartawan yang menunggu di luar gerbang studio.
"Suara saya tak cocok untuk pemeran pendukung sekalipun," jawabnya kecewa.
"Memang berapa peran yang ingin anda isi?" tanya wartawan.
"Tadinya saya ingin memilih peran utama. Ternyata suara saya terlalu tua dan terlalu berat," jawabnya lagi.
"Lalu saya mencoba peran pemain pendukungnya. Namun lagi-lagi suara saya tak cocok!" jawabnya.
Pria berkulit hitam itu masuk mobil dan pergi. Berita itu masuk di berbagai acara intertaiment. semua masyarakat menantikan film yang masih dirahasiakan itu.
Para aktor yang datang juga enggan mengatakan jenis film yang mereka masuki audisinya.
"Kami sudah menandatangani surat perjanjian agar tak membocorkan apapun!" ujar salah satu aktris yang juga gagal dalam audisi.
bersambung.
next?