
Sam kembali memukul mundur para pemburu. Hantu hutan benar-benar ia hidupkan. Banyak pemburu lari tunggang langgang dan tak sedikit ingin menembaknya.
Film animasi yang ia luncurkan makin menekan pemerintah untuk membuat seluruh kawasan hutan dilindungi. Bukan hanya untuk satu negara yang ditempati Sam tetapi seluruh negara di dunia meminta pemerintah untuk memperhatikan kelestarian hutan.
Hingga banyak negara ingin bertemu dengan sosok yang memunculkan ide film berbobot itu. Sam cukup terkejut dengan animo masyarakat yang besar. Ia tak mengira jika film itu langsung mendunia dan menduduki box office nomor satu selama satu bulan ini. Di film tersebut, remaja itu juga menunjukan betapa mengerikannya jebakan-jebakan yang disebar pemburu.
"Itu mengerikan sekali!" cuitan salah satu aktivis.
"Perusak lingkungan!" cuit lainnya lagi.
"Editan, tak mungkin ada orang sekeji itu!" salah satu akun tak percaya.
Stefanus meminta tim untuk memutar film dokumenter yang dibuat menjadi iklan film My Forest itu. Semua terhenyak. Bahkan para hewan yang sedang memakan buruannya juga tak luput dari bidikan Sam. Semua takjub dengan dokumenter itu.
"Pemerintah sedang mengupayakan hal itu. Hutan mencakup tiga wilayah yang berbeda, kami tengah berkompromi dengan para pemegang lisensi menebang hutan," ujar salah satu staf.
"Sejak kapan hutan bisa ditebang?" tanya Stefanus bingung.
"Mestinya mereka memiliki lahan sendiri dan menanaminya dengan sistem tumpang tindih!" lanjutnya.
"Tidak semua perusahaan memiliki lahan yang mampu memproduksi secara cepat selain hutan. Mereka juga menanam terlebih dahulu pohon-pohon yang akan ditebang. Terlebih yang mereka tebang adalah pohon-pohon tua dan rusak," jelas pejabat.
Para pemilik lisensi juga mengajukan tuntutan pada pihak produksi film My Forest.
"Kami selalu menanam dulu lalu menebangnya!"
"Yang diributkan adalah pembalakan liar!" teriak Stefanus, "bukan yang di jalur resmi!"
Namun, semua masyarakat menekan pemerintah untuk mencabut ijin operasional perusahaan yang masih memakai hutan sebagai lahan mereka untuk mengambil kayu.
"Beli lahan sendiri dan ambil bibit di hutan. Itu baru benar!' teriak para aktivis.
Sementara di tempat lain. Juan Fox tampak kesal karena tak bisa lagi merambah hutan. Penjagaan diperketat, sementara uang yang ia keluarkan sudah banyak untuk mengambil beberapa pohon.
"Ck ... ini tak bisa dibiarkan!" sungutnya kesal.
Limbah kayu tetap diambil oleh Kiev, pemuda itu beralasan tak mendapat ijin. Juan mengajaknya untuk merambah hutan secara ilegal tiga hari lagi. Pria itu akan kehilangan konsumen jika ia tak mendapat lagi kayu-kayu terbaik.
"Berbohong lah pada ayah dan ibumu, katakan kau menemaniku untuk sebuah pekerjaan," ujar Juan merayu.
Kiev pun setuju. Ia akan masuk lebih dalam hutan. Tentu Juan dan anak buahnya sangat paham hutan dibanding dirinya yang lupa.
"Sepertinya menarik," ujarnya berkhayal.
Bella di sisi pemuda itu, kini Juan meminta mereka mengikuti para pekerja di malam hari.
"Bella ikut tuan?" tanyanya.
"Ya, dia biasa ikut denganku dulu. Sekarang denganmu," jawab Juan.
Keduanya pun pergi ke hutan dengan menaiki mobil Jeep. Ketika di tengah-tengah, keduanya turun dan menaiki truk besar agar bisa melewati sungai yang cukup luas namun dangkal.
Butuh dua hari mereka akhirnya sampai dan masuk ke dalam hutan. Rupanya para pekerja telah membuat jalur sendiri agar truk bisa masuk.
Ada lima tenda dan satu mobil karavan tempat biasa Juan menginap.
"Jadi ini tempatnya?' tanya Kiev berbinar.
"Benar tuan ini tempatnya. Kami selalu berpindah-pindah. Ini adalah lokasi baru!' jawab salah satu mandor.
Kiev mengangguk. Para pekerja disuruh istirahat. Di sana mereka memasak sendiri bahkan tak jarang berburu binatang. Kini mereka mendapat empat ekor kelinci.
"Kalian pintar sekali berburu?" puji Kiev.
"Tentu saja, tak perlu senjata. Hanya mengandalkan bunyi dan teknik tipu," jawab salah seorang pekerja.
Mereka memakan daging kelinci bakar dengan lahap. Hanya Bella yang menolak memakannya. Ia memilih memakan buah.
Kiev satu kamar dengan gadisnya. Ia tentu sangat suka dengan tawaran koleganya. Tangannya sibuk meremas gundukan besar yang kini menggeliat di bawah tubuhnya.
Baik Kiev dan Bella sama-sama harus menahan suara mereka agar tak didengar para pekerja dan membuat keduanya mati konyol. Kiev mampu menuntaskan bercintanya malam ini dengan sangat memacu adrenalin.
Miliknya menusuk kuat di bawah sana, hingga menyembur lah benih-benih dalam rahim Bella.
'Kiev ... bagaimana jika aku hamil?" tanya gadis itu.
"Apa kau sekarang hamil?" tanya Kiev dengan nada datar.
"Tidak ... atau belum, aku hanya bertanya saja," ujar Bella sedih.
Gadis itu menarik selimut dan membelakangi Kiev. Pemuda itu merasa bersalah, tetapi ia diam saja dan ikut membalikkan tubuhnya.
Waktu berganti pagi. Kiev keluar mobil karavan dan meninggalkan Bella di sana. Juan sebentar lagi akan tiba.
"Sam di mana kau?" tanyanya dengan seringai sadis.
"Apa yang kau lakukan ketika tau akan ada pembalakan liar di sini Sam?" tanyanya lagi bergumam.
Kiev berada di pinggir tebing. Ia sangat yakin jika para serigala mencium keberadaan mereka.
"My Lord!"
Zeus datang menghampiri Sam yang tengah makan. Pemuda itu nyaris tersedak karena terkejut.
"Zeus!" tegurnya kesal sampai terbatuk.
"Maaf My Lord,"
"Ada apa" tanya Sam setelah mengendalikan dirinya.
"Pembalakan itu kembali terjadi My Lord!"
"Apa"
"Letaknya lumayan jauh dari tengah hutan, mereka kini ada di wilayah tenggara hutan ini!" jawab Zeus memberitahu.
"Apa kau yakin?"
"My Lord ... Kiev ada di sana," sahut Zeus.
Sam pun berdiri. Perjalan ke tenggara hutan membutuhkan waktu sekitar lima jam. Pemuda itu mengambil semua perlengkapannya. Bagian tenggara masih jauh dari habitat hewan, tapi kelinci banyak di sana.
"Kita berangkat!" ajak Sam setelah menutup pintu gua.
Sam naik punggung Zeus. Binatang itu langsung berlari kencang diikuti oleh serigala lainnya.
Hingga di sebuah tempat, Sam memilih turun dan naik pohon, ia mengayunkan tubuh melalui akar menjuntai dari dahan ke dahan. Waktu jauh lebih cepat seperti itu di banding naik punggung Zeus yang sudah tua dan makin lambat.
Dua anak Zeus ingin menggantikan ayahnya, tapi Sam menolak. Pemuda itu lebih nyaman berayun seperti Tarzan.
Hingga sampai pada sebuah tempat. Sam harus berputar karena tempat itu berada di dekat tebing yang curam. Tiga jam akhirnya Sam berada di sebuah pohon besar dan menangkap sekitar tiga puluh orang di sana. Semua bersiap-siap.
"Ini adalah hari sabtu, biasanya akan ada patroli dua jam mendatang selama tiga putaran kemudian selesai!" ujar salah satu pria mengkomando.
Semua mengangguk tanda mengerti. Benar saja tak lama deru helikopter riuh berputar di tempat mereka. Salah satu meletakkan telunjuknya di bibir untuk semua diam dan tenang.
"Ini sudah tiga kali?!" ujarnya memberi kode.
Mesin pemotong dinyalakan. Delapan pria mengangkat alat itu dan mendekati salah satu pohon yang cukup besar.
Sam mulai membidik dan ...
Plak!
Teriakan tiba-tiba terdengar. Mesin tak terkendali hingga semua orang yang memegang terlempar ke tanah.
bersambung.
next?