THE LEGEND OF YIN

THE LEGEND OF YIN
8.RENCANA TERSEMBUNYI



Seminggu setelah kematian Xian Su dan seluruh penduduk yang ada di desanya. Yin Hao tidak pernah menampakkan senyumannya lagi dan selalu meluangkan waktu untuk pergi ke makam Xian Su yang berada di atas gunung.


Sikap Yin Hao yang berubah membuat Ling Qian merasa cemas dan khawatir. Selama ini Yin Hao selalu bersikap netral agar kekuatan Yin dan Yang di tubuhnya tetap seimbang.


Jika terdapat ketidak keseimbangan emosi di dalam diri Yin Hao, maka dapat memicu kemunculan kekuatan Yin yang terlalu berlebihan di dalamnya.


Jika ekuatan Yin yang terlalu kuat hingga melebihi kekuatan Yang, maka akan membuat pribadi Yin Hao berubah menjadi kejam dan haus akan pertarungan.


Hal itulah yang membuat Ling Qian sangat khawatir, karena takut jika kejadian buruk yang telah berlalu akan kembali terjadi.


"Semoga saja murid ku tidak berubah menjadi seperti 'Dia'. Aku takut, jika sampai itu terjadi, maka tidak ada yang dapat menghentikannya."


Ling Qian berjalan memasuki rumah dan pergi ke kamarnya. Ketika sudah berada di dalam kamar. Disana terlihat seorang pria tampan berpenampilan seperti dewa, berdiri di dekat kasur menatap ke arah Ling Qian sambil tersenyum kecil.


"Lama tidak bertemu, Dewi taoist ? Masih mengenalku ??"


Sontak sebelah alis Ling Qian terangkat. Kemudian berkata.."Dewa penghukum ? Ada masalah apa hingga kau repot-repot mendatangi ku ??"Ujarnya sambil bergerak perlahan mendekati lemari, dengan sikap waspada terhadap pria di hadapannya.


Dewa penghukum tersenyum kecil, namun tersirat kelicikan dari kedua matanya."Kenapa kau menatap ku seolah seperti sedang melihat penjahat. Apakah aku seburuk itu di mata mu ?"


"Jangan mengalihkan pembicaraan kita, karena aku mengetahui semua kelicikan yang telah kau perbuat. Sekarang, katakan maksud kedatangan mu ?"


Melihat sikap Ling Qian yang seperti tidak menyukai kedatangannya. Dewa penghukum hanya tertawa kecil dan berkata."Dingin, seperti biasanya. Dewi taoist kau sama sekali tidak berubah sejak awal kita bertemu, bahkan setelah kau menjadi manusia biasa. Aku sangat kecewa dengan mu, karena kau telah merelakan semua yang kau miliki hanya untuk menyelamatkan kaum manusia, sekalipun ganjarannya adalah kehilangan kekuatan mu sendiri. Kenapa kau masih mempercayai mereka ? Padahal kau telah di khianati oleh manusia itu sendiri."


"Lalu apa urusannya dengan mu ? Sekalipun aku memilih untuk melindungi mereka dengan segala upaya dan pengorbanan, apakah aku membebani mu ??"


"Kau benar. Meskipun itu memang bukan urusan ku, tetap saja sangat di sayangkan, bukan ? Seorang Dewi yang telah di anugarahi kekuatan tinggi dan diberikan tempat tinggal di bagian tertinggi alam surgawi dengan seluruh kenikmatan yang ada di dalamnya, justru menjadi manusia biasa setelah di khianati oleh mahluk yang dia percaya. Bukankah itu ironis ? Bahkan setelah itu kau masih mengangkat seorang murid lagi."


Ketika Dewa penghukum menyinggung tentang Yin Hao. Segera Ling Qian mengambil pedang langit malam dari dalam lemari, lalu menempelkan pedang itu ke leher Dewa penghukum.


"Jangan sekali-kali kau berani menyentuh murid ku. Meski kau seorang dewa sekalipun, kau tetap akan mati jika ku gorok leher mu dalam jarak sedekat ini."Ujar Ling Qian dengan tatapan tajam dan terdengar sangat dingin.


Wajah Dewa penghukum yang sedari awal di hiasi senyuman percaya diri, kini terlihat sedikit menegang.


Karena meskipun Ling Qian kini hanyalah manusia biasa yang tidak memliki kekuatan apa-apa, pedang di tangannya nya merupakan senjata yang mampu membunuh dewa. Sehingga gegabah sedikit saja, Dewa penghukum bisa langsung mati.


"Katakan apa mau mu, Dewa penghukum. Jika kau tidak berkata jujur, maka pedang ku ini yang akan memaksamu berbicara."Ling Qian menggertak Dewa penghukum dengan menggores sedikit lehernya.


Membuat pria licik tersebut merasa terkejut dan tersenyum tidak enak, sambil berkata."Ka-kau tidak sedang bersungguh-sungguh ingin membunuhku, kan ?"


"Tergantung dari sikap mu setelahnya."Ucap Ling Qian sambil menatap tajam Dewa penghukum seolah tidak sedang bermain-main dengan ucapannya.


"Ba-baiklah. Aku datang ke tempat ini karena di perintah oleh dewa kematian. Jika tidak percaya, kau bisa melihatnya sendiri pada surat yang berada di saku pinggang ku."


Ling Qian menatap ke arah pinggang Dewa penghukum, dan memang benar ada gulungan surat disana.


"Bagaimana jika kau singkirkan dulu pedang ini, setelah itu aku akan memberikan mu suratnya,"


Dewa penghukum yang melihat hal itu hanya tersenyum canggung dan bergumam di dalam hati.


'Dasar perempuan aneh. Dia selalu bergerak sesuai keinginannya sendiri. Pantas saja tidak ada yang mau menikah dengannya.'


Sambil tetap menempelkan pedang langit malam ke leher Dewa penghukum. Ling Qian mulai membaca isi surat di tangan kanannya.


Setelah selesai membaca, sebelah alis Ling Qian terangkat, iapun menatap kepada Dewa penghukum.


Pria itupun berkata."Kau sudah selesai baca, kan ? Di dalam surat itu tertulis, kalau aku hanya di tugaskan oleh Dewa kematian untuk mengawasi murid mu. Dikarenakan murid mu memiliki potensi yang tidak terbatas, membuatnya sewaktu-waktu dapat mengungguli para Dewa di alam surgawi. Bahkan aku sendiri sudah pernah melihat murid mu membunuh ratusan siluman beberapa hari yang lalu, bahkan aku selalu menggigil jika mengingat tatapannya yang tajam dan tanpa ampun ketika menghabisi siluman-siluman itu.


"Di dalam surat ini juga tertulis kalau kau akan membunuhnya ?"Ujar Ling Qian dengan tatapan tajam, sambil kembali menggores leher Dewa penghukum hingga mengeluarkan sedikit darah.


Dewa penghukum segera menjadi panik. Dengan tergesa-gesa iapun menjelaskan.


"Memang benar aku akan membunuhnya, itupun jika dia menampakkan sikap yang membahayakan. Selama dia masih bersikap seperti anak baik, tugas ku hanyalah mengawasinya."


"Kenapa para Dewa menjadi begitu perhatian dengan murid ku dan berinisiatif akan membunuhnya ?"


"I-itu karena murid mu mewarisi tahta raja iblis. Jika pewaris tahta raja iblis sekuat itu, siapa yang tidak takut ? Ngomong-ngomong Dewa tertinggi menawarkan mu sebuah tugas, apakah kau mau dengar ??"


"Katakan."


"Para dewa sepakat untuk mengembalikan seluruh kekuasan mu sebelumnya, namun dengan satu syarat. Kau harus membunuh murid mu, lalu menghentikan mantan murid mu. Jika tidak, maka mereka sendiri yang akan turun tangan untuk membunuh murid mu,"


Mendengar hal itu Ling Qian menjadi murka. Iapun menendang perut Dewa penghukum hingga membuatnya terduduk. Kemudian menghunuskan pedangnya sejajar dengan kepala Dewa tersebut.


"Kau bilang mereka akan membunuh murid ku untuk sebuah alasan ? Huh !! Bilang saja kalau mereka itu takut kepada murid ku. Kau pikir aku tidak tahu kebusukan para Dewa. Kalian para Dewa merasa tidak terkalahkan dan menganggap manusia tidak lebih seperti hamah, karena itulah aku memilih untuk berpihak kepada manusia. Sampai kapanpun aku tidak sudi menerima penawaran para Dewa k3parat itu !


"Aku akan pura-pura tidak mendengar hal itu. Sebagai seorang teman aku hanya mengingatkan mu saja, mau atau tidak itu pilihan mu. Walaupun kau membunuhku sekarang, para dewa tetap akan melakukannya."


Ling Qian menarik pedangnya ketika merasa kalau Dewa penghukum tidak akan menyerang, iapun berdiri membelakangi Dewa tersebut.


"Kembalilah ke Dunia Surgawi dan katakan kepada mereka kalau aku tidak mau menerima penawaran itu. Karena aku akan tetap mendidik Yin Hao untuk menjadi seorang pendekar yang berjalan di jalan kebenaran."


Dewa penghukum kembali bangkit berdiri, sambil memegangi perutnya yang terasa sakit iapun berkata."Kau akan mengajari monster seperti dia ? Baiklah seterah kau saja jika itu memang mau mu. Meskipun kita akrab, tetap saja aku tidak bisa melalaikan tugas ku."


Ling Qian mengangguk."Aku mengerti, sekarang pergilah."


"Baiklah, kalau begitu selamat tinggal, Dewi taoist."


Dewa penghukum menciptakan sebuah portal, lalu masuk ke dalam portal itu dan menghilang.


'Aku tahu kalau Dewa kematian sangat haus akan kekuatan. Di luar dugaan ku, ternyata Dewa tertinggi juga terkait dalam urusan ini. Mungkinkah mereka bersekongkol ? Namun apa yang sedang mereka rencanakan.'


Di luar kamar Ling Qian. Ternyata Yin Hao mendengar semua pembicaraan gurunya dan Dewa penghukum, iapun menyembunyikan hal itu dengan berjalan masuk ke kamarnya.