
Sebelum kita memulai cerita, saya ingin mengucapkan beberapa kata untuk para pembaca yang masih setia menunggu kelanjutan novel ini.
Pertama-tama saya ingin membahas mengenai frekuensi update novel ini.
Saya yakin jika kalian adalah pembaca setia Novel the legend of yin pasti merasa kalau frekuensi updatenya sangat lama, saya tau itu dan pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengapa update nya tidak teratur dan sangat lambat.
Kenyataannya saya memiliki 2 hobi, yaitu : Melukis dan menggambar.
Seperti yang kalian baca di atas ☝️ menulis / membuat cerita novel tidak ada di sana. Kenapa ? Karena menulis novel hanya saya lakukan untuk mengisi waktu luang sebab saya sebatang kara dan selalu sendirian.
Namun selama beberapa minggu belakangan saya sering sekali terpikir untuk menulis dan menulis bahkan sampai mengganggu keseharian saya dalam melukis.
Pada saat itu saya mulai berpikir, apakah saya suka menulis novel ? Pertanyaan itu terngiang-ngiang di dalam benak saya, mungkin bagi kalian terasa sederhana namun bagi saya sangat berkesan karena menyangkut keinginan kalian para pembaca.
Saya mulai membuat garis besar di dalam cerita the legend of yin selama hampir 1 minggu, selama itu pula saya tidak melukis atau menggambar, pikiran saya benar-benar tertuju pada novel ini.
Apakah kalian bisa menebak apa yang saya dapatkan ? Tentu saja tidak.
Secara garis besar cerita novel the legend of yin memiliki 2 season, masing-masing memiliki ending yang berbeda serta MC yang berbeda pula.
Kenapa MC nya berbeda ? Tebak saja sendiri, terdapat banyak clue di dalam cerita yang bakalan membuat kalian bertanya-tanya.
Saya juga ingin membahasa sebuah komen, meski saya tidak balas sebenarnya saya selalu membaca komen kalian jika senggang. Salah satu komen itu ada yang mengatakan...
"Baru keluar udah jadi guru aja, terlalu cepat bro !
Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada yang sudah komen. Bukan tanpa alasan kenapa Yin Hao langsung menjadi guru begitu keluar dari tempat tinggalnya pada saat itu, melainkan karena filing nya yang kuat merasa kalau villain utama akan segera bangkit.
Seperti yang kalian tau terdapat 2 jalur cerita di dalam novel the legend of yin. Pertama Yin Hao meminta bantuan dengan pilar tunggal, kedua membuat sekte untuk memerangi villain.
Mulai dari sini kalian pasti mulai bisa menebak kenapa Yin Hao langsung mengangkat 2 orang murid, karena selain untuk membantu nya dalam berbagai hal, mereka berdua juga bisa menjadi penerus Yin Hao jika saja dirinya mati.
Terus terang saja, saya pribadi tidak puguh-puguh membuat MC mati.
Memang sedikit alot alurnya, semoga tidak membuat kalian pusing dengan banyaknya plot twist yang bertebaran di novel ini.
Sekian dulu perbincangan kita kali ini, kita akan bertemu lagi di lain ch.
*****
Ketika berada di tengah-tengah perjalanan raja Qin Zhu ijin pamit karena ingin mengurus berkas-berkas masalah yang menimpa masyarakatnya. Tinggallah Yin Hao, Wang Chun, dan Ryu An, mereka berjalan bersama menuju lapangan pelatihan yang jaraknya sudah tidak jauh dari tempat itu.
Di lapangan pelatihan perang yang luasnya kira-kira mencapai ratusan meter, nampak 2000 prajurit berseragam baju besi berwarna merah berbaris rapih dan terlihat gagah.
2000 prajurit itu langsung membungkuk dan memberi hormat ketika melihat jendral Wang Chun dan Yin Hao berjalan di depan.
"Selamat datang jendral, tabib Hao !
Wang Chun menghentikan langkahnya, menghadap kepada 2000 prajurit di depan.
"Tabib Hao, seperti yang anda lihat mereka belum siap dan aku tau itu namun kita harus berusaha melatih mereka."
"..."
Yin Hao menatap ke semua arah didepan dan dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar dari 2000 prajurit itu tidak siap secara mental bahkan tidak sedikit pula mulai depresi dan hampir kehilangan akal, dari banyaknya jumlah prajurit itu hanya sedikit prajurit yang siap secara mental namun belum tentu bisa lebih baik dari segi kemampuan.
Yin Hao menatap kepada Wang Chun.
"Jendra Wang, tolong latih mereka sekeras mungkin. Katana tidak mungkin bisa tajam namun jika di asah akan menjadi sangat berbahaya."
"Aku mengerti, tabib Hao. Aku berjanji akan melatih mereka semua dengan keras hingga hampir mati, sekarang ayo ku ajak kau menemui rekan-rekan ku."
Yin Hao mengangguk, kemudian mereka bertiga berjalan menuju ke sebuah kamp yang masih berada di sekitar sana. Di tempat itu terlihat 4 orang jendral besar yang salah satu di antaranya adalah seorang perempuan.
"Semuanya perkenalkan diri kalian kepada tabib Hao, dia adalah teman dekat raja sekaligus orang yang mengambil andil besar dalam masalah perang ini."
Seorang pria paruh baya berpakaian sederhana dan memegang dua buah kapak giok memperkenalkan dirinya.
"Nama ku Liu Yan, ahli dua kapak dari desa kecil bernama donglu."
"Nama ku Zhang Li, ahli tombak ternama di beberapa provinsi,"Seorang pria berperawakan tinggi besar memperkenalkan dirinya.
"Nama ku Lieh, terdengar aneh namun orang-orang sering memanggil ku dengan sebutan assassin gila, ahli dalam berbagai macam senjata ninja dan bisa berkomunikasi dalam beberapa bahasa asing."Seorang pria berperawakan pendek memperkenalkan dirinya, meski tidak terlihat bahaya nyatanya dia adalah iblis di medan perang karena tidak pernah meninggalkan jejak dalam menghabisi ratusan lawannya.
Ketika tiba saat dimana jendral wanita itu memperkenalkan dirinya, dia malah terkesan mengacuhkan Yin Hao sambil melipat kedua tangan didepan dadanya.
"Haruskah aku memperkenalkan diri kepada pria yang terlihat lemah seperti mu ?"Perempuan cantik berwajah dingin serta berambut merah itu berkata.
Wang Chun yang melihat sikap salah satu anggotanya itu segera merasa tidak enak, kemudian berkata.
"Maaf tabib Hao, dia memang selalu bersikap seperti itu,"Wang Chun menatap ke arah perempuan itu dengan ekspresi marah."Cepat kau perkenalkan dirimu, jangan mempermalukan aku !"
•Li Wei : Bunga mawar yang indah.
"Kau memiliki nama yang sangat bagus, terdengar cocok dengan mu."Ujar Ryu An dalam bahasa isyarat.
Lieh yang cerdas serta mengerti dengan bahasa isyarat kemudian mengatakan hal itu kepada Li Wei, membuat wanita itu merasa malu dengan wajah merona namun berusaha untuk menutupinya.
"Te-terimakasih."Ucapnya dengan malu-malu.
Yin Hao menatap ke arah Wang Chun, lalu berkata."Jendral, kau sangat beruntung bisa mendapatkan anggota yang sangat menarik seperti ini aku merasa terpukau."
"Terimakasih tabib Hao, meski kami memiliki sikap yang saling bertolak belakang hal itulah yang membuat kami menjadi sangat kompak meski sering bertengkar. Ngomong-ngomong aku belum memperkenalkan diriku secara utuh kepada tabib, perkenalkan nama ku Wang Chun pemimpin dari kelompok jendral defisi utama."
Yin Hao mengangguk, meski Wang Chun tidak mengatakan ke ahlinya pria itu tetap merupakan salah satu orang terkuat yang pernah Yin Hao temui.
"Senang dapat mengenal mu secara utuh jendral Wang. Sekarang mari langsung saja kita melatih prajurit itu, namun sebelum itu aku akan melakukan sesuatu."
Di hadapan 5 jendral besar, Yin Hao mengeluarkan sebuah kuas kecil dari udara kosong, membuat mereka yang melihat itu merasa terkejut. Dengan mengaliri sedikit energi alam ke kuas di tangan, Yin Hao menulis sebuah huruf kuno di udara kosong.
Huruf kuno itu terbang ke langit kerajaan dan berubah menjadi sebuah kubah berwarna hijau, kubah itu terlihat semakin besar dan semakin besar hingga melingkupi seluruh area lapangan pelatihan.
2000 prajurit yang merasakan sebuah penomena aneh di mana ribuan butir cahaya hijau turun layaknya seperti salju, ketika di sentuh butiran itu pecah dan berubah menjadi energi alam yang sangat padat dan murni.
"E-energi alam ?!
"Mustahil, dengan jumlah sebanyak ini tidak mungkin ada di benua bawah yang nyatanya memiliki jumlah energi alam lebih sedikit dari benua atas. Bagaimana bisa hal ini terjadi ?"
Penomena itu membuat semua orang menjadi bertanya-tanya tentang siapa yang melakukan hal itu.
Sedangkan 5 jendral yang menyaksikan hal itu secara jelas tidak kalah terkejutnya, terutama Li Wei yang terlihat kagum dengan hal itu padahal sempat meremehkan Yin Hao.
"Hebat sekali.."Ujar perempuan itu sambil menyambut cahaya hijau yang jatuh dengan sebelah telapak tangannya.
"Sudah ku duga, tabib Hao tidak mungkin begitu di percaya oleh raja Qin jika tidak memiliki kemampuan, ternyata anda adalah pembuat aray yang sangat hebat."Ujar Lieh.
"Benar tabib Hao, ku kira kau hanya mahir dalam membuat obat-obatan namun ternyata juga sangat hebat pembuatan aray pendukung. Aku benar-benar terkejut, apakah masih ada hal hebat yang kau sembunyikan ?"Tambah Wang Chun.
"Kalian semua terlalu memuji, aku hanya bisa sedikit-sedikit, tidak terlalu mahir. Sekarang silakan lakukan tugas kalian, aku ingin pergi membuat pil penunjang dulu dan melihat kemajuan 800 prajurit yang terluka."
Wang Chun mengangguk, kemudian sedikit membungkuk dan menangkupkan tangan."Serahkan saja semua ini kepada kami tabib. Dengan bantuan 100 jendral yang ada, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk melatih mereka."
Yin Hao mengangguk."Terimakasih karena sudah mau membantu, kalau begitu aku dan nona An pamit."
"Harap berhati-hati di jalan, tabib."
Yin Hao melambai kemudian berjalan pergi bersama Ryu An menuju ke lapangan posko kesehatan. Di sana terlihat Li Ming dan Tong Yu sedang sibuk meracik pil terang bulan dan mengobati pendekar yang tersisa.
"Bagaimana kemajuannya ?"
Li Ming menjawab."Hanya tersisa 10 pendekar yang masih terluka, guru. Sedangkan yang sudah sembuh langsung pergi ke lapangan pelatihan untuk membantu 100 jendral dalam melatih 2000 pasukan baru."
"Bagus, bawa 10 pendekar yang masih terluka ke hadapan ku."
"Baik, guru."
10 pendekar yang terluka itupun segera berjejer rapi di hadapan Yin Hao, masing-masing dari mereka kemudian di berikan satu pil terang bulan.
Yin Hao kemudian membantu mereka dalam menyerap khasiat pil terang bulan, dalam waktu singkat dan bersamaan mereka semua langsung sembuh dan kembali ke kondisi prima.
"Terimakasih, tabib Hao."Ujar 10 pendekar itu kompak.
"Sama-sama, sekarang pergilah ke lapangan pelatihan dan bantu 100 jendral dalam melatih junior kalian."
"Baik, tabib."
Merekapun segera pergi meninggalkan tempat itu, Yin Hao kemudian menyuruh Li Ming dan Yu Chen beristirahat karena keduanya sudah berkerja keras dari tadi pagi hingga siang ini.
Setelah kepergian kedua muridnya,
Yin Hao mulai melakukan tugasnya untuk meracik banyak sekali obat pendukung menggunakan bahan yang tersisa karena pasokan obat yang nona Wu Xie janjikan baru akan di antar keesokan harinya.
Ryu An yang sejak awal selalu berdiri di samping Yin Hao dan mengikutinya kemana saja layaknya anak ayam kepada induk ayam, mulai merasa bingung karena tidak tau harus berbuat apa ketika melihat Yin Hao mulai sibuk bekerja.
Menyadari kebingungan Ryu An, Yin Hao berkata.
"Nona An, jika kau tidak memiliki pekerjaan kau bisa membantuku mengambil beberapa barang dan memasukannya ke dalam tungku obat. Dengan membantu ku mungkin di masa depan kau bisa menjadi asisten dari tabib atau alkhemis terkenal."
"Jangan menggodaku."Ujar Ryu An dalam bahasa isyarat bdengan berpura-pura marah sambil mengembungkan pipinya, membuatnya terlihat lucu di mata semua orang.