THE LEGEND OF YIN

THE LEGEND OF YIN
6.SERANGAN SILUMAN



Berkat bantuan Xian Su, sebagian besar penduduk di desanya sembuh dari penyakit cacar air dalam waktu satu minggu.


Semua orang menjadi sangat menyukai Xian Su karena hal itu. Perlahan desa itu kembali normal dan para penduduk yang ada di sana mulai melakukan kegiatannya masing-masing.


Xian Su sendiri berencana untuk mampir ke rumah Yin Hao, karena sudah satu minggu berlalu sejak terkahir kali mereka bertemu.


Kali ini Xian Su tidak pergi dengan tangan kosong. Dia memasak banyak makanan enak yang kemudian di simpan ke dalam wadah bertingkat.


"Kurasa sudah cukup, mereka pasti menyukai masakan ku."Xian Su menyeka keringat di dahinya. Meski lelah, ia juga merasa puas karena bisa memasak begitu banyak makanan.


Setelah dirinya selesai bersiap-siap. Xian Su bergegas pergi menuju gunung dengan membawa makanan buatannya.


Selama berjalanan menyusuri jalan desa, orang-orang yang melihatnya pasti akan menyapa Xian Su sebagai rasa terimakasih. Hal itu membuat Xian Su menjadi bersemangat.


Setelah memasuki kawasan hutan di bawah kaki gunung. Xian Su tidak sengaja mendengar suara aneh dari arah semak-semak di dekatnya.


Meski merasa sedikit takut untuk memeriksa. Xian Su tetap menelusuri asal suara itu guna meredakan rasa penasarannya.


Perlahan-lahan Xian Su membuka semak belukar yang bergerak itu dan di kejutkan dengan seekor kelinci yang melompat melewatinya.


Xian Su menghela lega ketika mengetahui alasan semak-semak itu bergerak dikarenakan ada seekor kelinci di baliknya.


"Fyuhh.. Ternyata hanya seekor kelinci."Gumam Xian Su lega, karena sempat mengira akan bertemu hewan buas.


Namun tiba-tiba dari arah belakang, seekor ular siluman setinggi 10 meter mengangkat kepalanya.


Xian Su yang mendengar suara-suara aneh dari arah belakang sontak berbalik.


Ketika melihat seekor ular besar tengah menatap ke arahnya dengan mulut terbuka, Xian Su sontak terkejut hingga jatuh ke posisi duduk.


"Ba-bagaiman ini ?"Gumam Xian Su, tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena terlalu takut.


"Aray pengekang !"


Bertepatan ketika ulat itu hendak menerkam Xian Su. Belasan rantai tiba-tiba muncul dari bawah tanah di sekitar ular itu.


Rantai-rantai itu kemudian menjerat tubuh ular baja hingga membuatnya tidak dapat bergerak.


Dari arah belakang Xian Su. Yin Hao berjalan mendekat, lalu membantu perempuan itu berdiri.


"Kau tidak apa-apa ?"Tanya Yin Hao.


Xian Su menggeleng."Aku tidak apa-apa, hanya sedikit terkejut saja. Lalu bagaimana dengan ular itu ?"


Yin Hao menatap ke arah ular baja yang menggeliat sambil mengeluarkan suara keras. Kemudian Yin Hao menjentikkan jarinya, membuat rantai-rantai yang mengekang ular baja mengeluarkan hawa panas. Hawa panas itu kemudian membakar ular baja hingga mengubahnya menjadi abu.


"Ular baja termasuk ke dalam jajaran siluman tingkat terendah, jadi tidak susah bagi ku untuk mengalahkannya,"


"Tapi bukankah hewan siluman biasanya berada di kedalaman hutan, lalu apa yang ular baja itu lakukan disini ?"


Xian Su kemudian berjalan di samping Yin Hao setelah mengambil wadah makanannya yang sempat terjatuh.


Mereka berjalan bersama memasuki hutan di bagian selatan. Beberapa jam berjalan, tibalah mereka di sebuah hutan gundul. Di sana Yin Hao memperlihatkan sesuatu yang sangat mengerikan.


Terdapat ratusan mayat hewan siluman tingkat rendah tergeletak saling berdekatan, membuat Xian Su merasa mual melihatnya.


"Selama 3 hari aku menyelidiki tempat ini seorang diri. Penelusuran demi penelusuran ku lakukan, hingga setiap bukti mengarahkan ku ke sebuah fakta bahwa hewan-hewan ini mati di serang oleh 1 siluman tingkat tinggi."


"Kau bercanda, sejak kapan di tempat ini ada hewan siluman tingkat tinggi ? Hewan siluman tingkat menengah saja sangat langkah, apalagi tingkat tinggi,"


Yin Hao menggeleng pelan, kemudian berkata."Jika bukan hewan siluman tingkat tinggi, lalu siapa yang mampu membunuh semua hewan siluman ini sendirian ?"


"Lalu apa hubungannya dengan ular baja sebelumnya ?"


"Seperti yang kau katakan sebelumnya. Hewan siluman sangat jarang sekali menampakkan diri, mereka lebih suka tinggal di tengah hutan lebat yang kaya akan sumber makanan. Menurut ku, kemunculan siluman tingkat rendah di pinggiran hutan dikarenakan mereka membutuhkan tempat bersembunyi agar terlindungi dari sesuatu yang mengerikan di tengah hutan. Aku sudah menyebar jebakan berupa aray pengekangan di jalur yang mungkin saja di lewati mahluk itu. Namun apakah kau tau apa yang terjadi selanjutnya ?"


Xian Su menggeleng, merasa semakin penasaran dengan mahkluk yang di katakan Yin Hao.


"Belasan aray tingkat menengah yang ku sebar hancur oleh sesuatu. Padahal aray buatan ku cukup kuat untuk menghanguskan hewan siluman tingkat tinggi dalam hitungan detik. Artinya hewan ini bukan hewan biasa, melainkan siluman sungguhan."


"Ini adalah masalah serius. Bagaimana jika siluman itu pergi ke desa ku ?"


Yin Hao mengelus dagunya dan nampak sedang berpikir."Itulah yang membuat ku pusing sekarang. Namun jarak tempat ini dan desa mu cukup jauh. Semoga saja siluman itu tidak pergi ke sana."


"Ya, semoga saja. Ngomong-ngomong aku membawakan sesuatu untuk mu dan kak Ling Qian."


Xian Su membuka wadah makanannya dan memperlihatkan makanan buatannya kepada Yin Hao.


"Terlihat menggiurkan, bukan ?"


"..."


Yin Hao hanya diam saja ketika melihat sebagian makanan itu gosong.


Xian Su lalu mengajak Yin Hao makan bersama. Namun sebelum itu mereka memutuskan untuk pindah tempat karena tidak ingin makan sambil memandangi mayat hewan.


Merekapun beristirahat di bawah sebuah pohon willow asap yang berada dekat dengan jalur menuju desa tempat tinggal Xian Su.


Ketika dirinya memakan bagian yang gosong, Yin Hao tetap bersikap biasa saja untuk menghargai usaha Xian Su yang sudah susah-payah memasak untuk dirinya dan guru Ling Qian.


Setelah selesai makan. Keduanya kembali berpisah, Yin Hao pulang dengan membawa sekotak makanan untuk gurunya.


Ketika tadi dirinya melihat Yin Hao begitu lahap memakan masakannya, membuat Xian'Su merasa senang karena baru kali ini ada seseorang yang begitu menyukai masakannya.


Ketika sampai di desanya. Langkah Xian'Su tiba-tiba terhenti di susul dengan kotak makanan yang jatuh. Matanya lekat memandangi rumah-rumah warga yang hancur, juga beberapa mayat orang yang Xian Su kenal.


"Tidak mungkin. Ja-jangan-jangan ?!"