
Mulai dari saat itu Yin Hao rutin membuat pil penunjang untuk kedua muridnya, dan melatih mereka siang dan malam dengan banyak sekali metode.
Li Ming dan Yu Chen yang nyatanya sama sekali tidak memiliki bakat beladiri, dengan cepat menjadi ahli dalam bidang taoist ketika berada di bawah pelatihan Yin Hao.
Hanya dalam jangka waktu 1 bulan sejak mulai berlatih. Yu Chen dan Li Ming sudah menjadi begitu hebat, membuat Yin Hao sebagai guru dari kedua orang itu merasa puas dengan perkembangan pesat kedua muridnya.
Hubungan Yu Chen dan Li Ming sendiri sudah sangat akrab. Meski untuk mencapai keakraban itu selalu saja ada kejadian yang menegangkan.
Hari ini di siang hari yang begitu cerah. Yin Hao terlihat berjalan keluar dari dalam goa, menghampiri kedua muridnya yang sedang berlatih di sekitar air terjun.
"Bagaimana perkembangannya ?"
Yu Chen dan Li Ming berbalik dan memberi hormat kepada guru mereka. Kemudian Yu Chen berkata.
"Sepertinya kami sudah menjadi semakin baik dari sebelumnya, ini semua berkat latihan yang diberikan guru.."
"Benar, guru. Hemm.. Sudah seminggu semenjak terkahir kali kami berdua melihat guru. Jika boleh tau, kemana guru saat itu ?"
"Saat itu guru memutuskan untuk melakukan pertapaan tertutup untuk menyempurnakan beberapa tehnik, sekaligus memikirkan langkah selanjutnya dan guru sudah membulatkan renacana selanjutnya.."
Li Ming terlihat senang, lalu berkata."Benarkah ? Memangnya kemana tujuan guru ?"
"Kerajaan Qin, apakah kau tahu, Ming'er ?"
"Tentu aku tahu. Kerajaan tersebut berada cukup dekat dengan tempat ini, namun yang membuat ku bingung, darimana guru tahu tentang kerajaan itu padahal guru sama sekali tidak mengetahui tentang benua ini."
"Semua ini terjadi beberapa hari yang lalu. Ketika sedang mencari beberapa tanaman obat untuk membuat pil penunjang. Aku tidak sengaja nyasar dan berhenti di sebuah ibu kota kerajaan Qin. Karena sudah telanjur berada di sana, guru sekalian mencari informasi apakah ada masalah di kerajaan itu dengan bertanya kepada penduduk sekitar. Dan dari informasi yang ku dapat, ternyata kerajaan Qin sedang membutuhkan pakar obat untuk memperkuat pasukan mereka yang akan pergi perang melawan pasukan aliansi aliran hitam."
Yu Chen yang mendengar hal itu segera merasa bingung karena tidak mengerti. Kemudian pemuda itupun memutuskan untuk bertanya.
"Lalu apa hubungannya dengan rencana mu, guru ?"
"Sebulan sebelumnya. Guru memiliki rencana lain untuk menghadapi mantan murid guruku yang akan segera bangkit, yaitu dengan membuat sebuah sekte. Dengan begitu kemungkinan menang akan menjadi lebih besar, namun untuk mengwujudkan rencana besar tersebut, guru harus bisa di kenal oleh banyak orang serta mendapatkan pengakuan dari mereka.."
Setelah mendengar hal itu, Li Ming yang cerdas segera mengerti dan berkata."Jadi guru akan memanfaatkan situasi yang sedang di alami kerajaan Qin untuk mendapatkan pengakuan dari orang-orang ?"
Yin Hao mengangguk."Benar. Jika hanya mengandalkan pengakuan dari sebuah kota dan desa-desa kecil, mungkin akan butuh waktu lama bagi orang lain untuk mengenal guru. Jadi guru berinisiatif memanfaatkan masalah kerajaan Qin untuk mempermudah urusan dan memperluas jangkauan, sehingga orang-orang akan lebih cepat mengenal guru. Sehingga guru bisa fokus dengan niat membuat sekte tanpa harus melenceng dari rencana awal,"
"Benar juga ! Bukankah rencana awal guru adalah menemui seseorang di benua atas ?"
"Benar, orang itu adalah murid terkahir guruku yang masih hidup, beliau di kenal dengan sebutan pilar tunggal. Bantuan saudara seperguruan ku itu tidak akan cukup untuk menghadapi mantan murid guruku. Diluar itu semua, aku tidak tahu pilar tunggal itu orang yang seperti apa karena guru tidak pernah bertemu dengannya, jadi guru buat rencana kedua untuk berjaga-jaga jika saja rencana pertama gagal."
Penjelasan Yin Hao membuat Li Ming yang mendengarnya merasa terpukau dengan kecerdasan yang dimiliki gurunya, lalu berkata"Wah.. Ternyata guru sudah berpikir sejauh itu, aku sama sekali tidak menduganya. Guru benar-benar pintar,"
"Ketika sedang menghadapi sebuah masalah, kita memang di tuntun untuk berpikir cerdas agar tidak kalah atau gagal, bukankah begitu ?"
"Guru benar !"
Percakapan antar kedua orang cerdas itu membuat Yu Chen yang sedari tadi hanya mendengar, mejadi bingung dan merasa sangat bodoh.
'Sepertinya aku harus belajar membaca dan menulis agar bisa pintar agar mendapatkan pujian dari guru.'Batin Yu Chen di dalam hati.
"Baiklah, ada hal lain yang ingin ku sampaikan pada kalian berdua.."
"Apa itu, guru ?"Tanya Yu Chen dan Li Ming kompak.
Yin Hao mengeluarkan dua buah pedang berkasta tinggi, namun tetap berada di bawah pedang langit malam.
"Kalian sudah menyelesaikan ajaran dari kitab yang masing-masing ku berikan kepada kalian. Hal itu menunjukkan kepadaku kalau sekarang kalian berdua adalah seorang pendekar sekaligus taoist yang hebat. Sebagai hadiah untuk keberhasilan kalian, aku akan memberikan pedang tingkat tinggi ini kepada kalian berdua namun tetap ada satu syarat."
"Apakah guru bisa mengatakan syaratnya ?"
"Tentu saja Chen'er. Kalian berdua hanya perlu bekerja sama untuk melawan guru, jika bisa melukai guru maka kedua pedang ini akan ku berikan sebagai hadiah."
"Tapi.."Li Ming terlihat ragu untuk melawan gurunya. Bukan takut gurunya terluka namun takut jika dirinya kenapa-napa, sebab Yin Hao tidak pernah bermain-main.
Reaksi ragu yang di tunjukkan Li Ming sudah menjelaskan apa yang tengah gadis itu pikirkan. Yin Hao segera mengeluarkan dua buah pedang normal dan sebuah pedang kayu.
Yin Hao kemudian memberikan dua buah pedang normal kepada Yu Chen dan Li Ming, sedangkan dirinya sendiri hanya menggunakan pedang kayu.
"Guru yakin hanya akan menggunakan pedang kayu ? Aku takut jika tidak sengaja melukai guru,"
"Kau terlalu mengkhawatirkan diriku, Chen'er. Malahan aku yang takut terjadi apa-apa kepada kalian jika menggunakan pedang sungguhan,"Ujar Yin Hao dengan berterus-terang.
"Baiklah kalau begitu guru, aku akan menyerang sekarang.."
Yin Hao hanya mengangguk kecil,"Kalian bisa mulai."
Dengan kecepatan yang tidak main-main, serta pormasi menyerang yang sudah di rencanakan sejak awal. Yu Chen dan Li Ming langsung bergerak ke arah Yin Hao, keduanya langsung menyerang ketika jarak sudah cukup dekat dengan hendak melakukan gerakan menebas, namun hanya dalam satu gerakan dari Yin Hao keduanya langsung terpental ke belakang.
Yin Hao melakukan gerakan ringan tanpa menggunakan tenaga alam sama sekali, namun gerakan menebas itu sudah cukup untuk menciptakan sebuah gelombang sabit yang melesat cepat ke arah Yu Chen dan Li Ming.
Yu Chen langsung bersiap dengan mengumpulkan sejumlah energi alam ke pedangnya. Kemudian mengeluarkan tehnik pertamanya berupa 3 gelombang api berbentuk sabit yang berhasil menghalau serangan Yin Hao hingga menciptakan ledakan ketika kedua energi itu saling menghantam.
Dari dalam asap ledakan. Li Ming muncul tepat di hadapan Yin Hao dan langsung melakukan gerakan menebas, namun ternyata yang ia kenai hanyalah bayangan diri Yin Hao.
Sedangkan yang asli berada beberapa meter di depan dan nampak berdiri santai.
Hingga dari bawah tanah, Yin Hao di kejutkan kembali dengan kemunculan Yu Chen yang tiba-tiba.
Pemuda itu dengan sigap langsung menyerang Yin Hao dengan pedangnya yang berapi-api.
Yin Hao hanya melakukan gerakan dasar untuk menghindari sedangan itu. Membuat Yu Chen yang merupakan pendekar ahli menjadi seperti anak kecil di hadapannya.
Dari arah belakang, Li Ming kembali datang dan langsung melakukan serangan tapak ke arah punggung Yin Hao yang dimana saat itu sedang sibuk menghindari serangan Yu Chen.
Dengan gerakan melompat yang begitu sederhana. Yin Hao berhasil menghindari serangan tapak Li Ming, sehingga Yu Chen yang kebetulan berada di depan justru terkena serangan tapak Li Ming di bagian perutnya.
"Kak, hati-hati jika mau menyerang.."Ujar Yu Chen yang meringis sambil memegangi perutnya.
"Ma-maaf, apakah kau tidak apa-apa ?"
Dari atas sebuah serangan tapak milik Yin Hao berhasil mengenai Yu Chen dan Li Ming hingga membuat mereka berdua kembali terpental.
"Siapa yang mengajari kalian berbicara ketika bertarung ? Memangnya lawan akan berhenti dan menunggu kalian selesai berbicara ??"
Segera Yu Chen dan Li Ming kembali berdiri dan meminta maaf, kemudian kembali melesat ke arah Yin Hao.
Berbeda seperti sebelumnya, sekarang serangan Yu Chen dan Li Ming menjadi lebih teratur dengan kerjasama yang tinggi. Hal itu disebabkan karena mereka sadar kalau Yin Hao sedang menguji kekompakan mereka.
Yin Hao yang menyadari hal itu merasa bangga, sambil menyambut semua serangan gabungan Yu Chen dan Li Ming dengan santai.
*Gerakan kedua kitab naga langit, angin ilusi !
*Gerakan kelima kitab dewa api, api penghancur !
Serangan combo Yu Chen dan Li Ming, berhasil membuat Yin Hao terpaksa melompat mundur karena terdesak.
Lalu dengan ilusi kabut yang berasal dari tehnik kedua Li Ming. Mereka berhasil menjebak Yin Hao ke dalam ilusi, dimana yang bisa dia lihat hanya kabut dalam rentang jarak 1 meter.
Satu persatu serangan muncul dari dalam kabut. Yin Hao menangkis semua serangan itu dengan tenang serta mengandalkan instingnya yang kuat.
Dari atas tiba-tiba muncul belasan bola api yang langsung melesat ke arah Yin Hao, dapat di pastikan kalau itu adalah tehnik Yu Chen.
Raut wajah Yin Hao yang tadinya setenang bulan, kini sedikit berubah karena panas dari bola api Yu Chen.
Dengan cekatan Yin Hao mampu mengikis serangan ilusi Li Ming sekaligus serangan bola api Yu Chen hanya dengan sebilah pedang kayu.
Tidak berselang lama ilusi yang membelenggu Yin Hao mulai melemah dan nampak memudar. Serta serangan yang datang tidak secepat dan sekuat sebelumnya, menandakan kalau Yu Chen dan Li Ming sudah mulai kehabisan tenaga karena melakukan tehnik yang begitu menguras tenaga secara terus-menerus.
Yin Hao yang berhasil keluar dari dalam ilusi tanpa menerima luka sedikitpun, melihat kedua muridnya yang sudah terlihat tergeletak di tanah karena kelelahan. Iapun baru sadar kalau terdapat bagian di pakaiannya yang sedikit sobek dan terbakar.
Yin Hao tersenyum kecil melihat hal itu namun sangat di sayangkan karena Yu Chen dan Li Ming tidak bisa melihat senyuman guru mereka.
"Ternyata kalian memang sudah tumbuh pesat,"
Yin Hao kemudian meletakkan pedang naga angin di samping tubuh Li Ming. Lalu meletakan pedang naga penghancur di samping tubuh Yu Chen.