
Silahkan like jika kalian suka dan jangan lupa tinggalkan komen ☢️☣️
Di sebuah ruangan rapat yang biasa digunakan raja Qin untuk mengurus masalah, raja Qin terlihat sedang berbincang empat mata dengan nona Wu Xie mengenai sumberdaya dan permintaan Yin Hao.
"Raja Qin, seperti yang selama ini anda tau asosiasi harta felix memiliki banyak sekali cabang. Terdapat beberapa cabang asosiasi baru yang berada di bawah naungan ku atau biasa di sebut juga anak perusahaan ku, akhir-akhir ini terjadi sedikit masalah yang menimpa salah satu anak perusahaan ku, sudah banyak pendekar mahir yang ku tugaskan untuk menyelesaikan masalah itu namun mereka semua gagal."
"Maaf, nona Xie. Masalah apa yang kau maksud ini dan apa hubungannya dengan ku ?"Raja Qin merasa heran.
"Bukan apa-apa, hanya masalah kecil.. Namun jika raja Qin bisa membujuk tabib Huo agar mau membantu ku menyelesaikan masalah yang dimaksud maka aku akan berikan sebuah kontribusi besar kepada anda yang tidak mungkin bisa anda tolak. Lagian raja Qin dan tabib Huo tidak di rugikan dalam masalah ini, aku hanya meminta bantuan mau atau tidaknya adalah pilihan anda."
Qin Zhu terdiam lumayan lama dengan perasaan sedikit tegang. Sejauh yang dia kenal, nona Wu Xie adalah pribadi yang licik serta selalu berambisi untuk mendapatkan sesuatu, jika tidak berpikir cerdas maka bisa terjebak di dalam permainan rubah perempuan itu.
"Maafkan aku nona Xie. Untuk sekarang ini aku tidak mau memutuskan sesuatu yang belum jelas permasalahannya, belum lagi ini menyangkut tabib Hao, mengenai pria itu sebaiknya kau jangan macam-macam dengannya.. Meski kami berdua dekat, tetap saja aku tidak bisa menjamin keselamatan mu jika kau berani macam-macam dan mencari masalah dengannya, sebaiknya kau bicarakan saja masalah ini dengan tabib Hao."
Wu Xie menyenderkan kepalanya ke atas meja, sengaja memperlihatkan sedikit dadanya yang putih seperti giok dengan raut wajah memelas.
"Ayolah raja Qin jangan jadi pria yang membosankan, apa yang kau khawatirkan ? Aku hanya memerlukan bantuan tabib Hao untuk menyingkirkan sebuah sekte aliran netral dan sebuah biro pengawal kerajaan timur tengah. Bukankah itu hanya masalah kecil untuk seorang raja seperti mu ??"
Mendengar itu raut wajah Qin Zhu memerah, terlihat marah lalu memukul meja dengan cukup keras.
"Apa ! Kau bilang itu hanya masalah kecil bagiku ?! Nona Xie, apakah kau tidak berpikir bagaimana jika masalah yang kau hadapi sekarang malah menimbulkan masalah yang lebih besar dan menarik kerajaan ku berperang melawan kerajaan timur tengah ? Karena setahuku biro perjalanan yang kau maksud hampir sepenuhnya di kuasai oleh kerajaan tersebut dan kau minta tabib Hao untuk menyingkirkan nya ? Aku berani bertaruh, jika hal ini sampai di dengar tabib Hao maka kau akan mati di tangannya. Lebih baik kita sudahi perbincangan kita kali ini, kau lakukan saja permintaan tabib Hao dan lupakan masalah ini."
Qin Zhu berdiri lalu melangkah pergi meninggalkan tempat itu, namun ketika hampir mencapai pintu langkahnya terhenti begitu Wu Xie mengatakan sesuatu.
"5000, akan ku berikan 5000 pasukan darah besi sebagai kontribusi untuk kerajaan mu. Dengan jumlah pasukan sebanyak itu memenangkan peperangan kali ini bukanlah hal yang sulit bagi mu, pikirkan lagi raja Qin, aku akan selalu menunggu keputusan mu."
"..."Qin Zhu tidak menjawab, iapun melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
Wu Xie tersenyum kecil, merasa kalau kontribusi yang tadi dirinya katakan adalah sesuatu yang sangat sulit untuk di tolak oleh Qin Zhu.
"Qin kecil, aku berani jamin kalau kau tidak akan bisa menolak kesepakatan itu dalam keadaan seperti ini.. Sebentar lagi aku akan mendapatkan apa yang selama ini ku damba-dambakan. Bukan kekayaan ataupun kemenangan, melainkan sebuah kekuasaan karena dengan sebuah plakat yang di miliki kaisar, aku bisa membangun asosiasi harta felix di manapun yang ku mau. Kelak semua orang akan mengenal asosiasi harta felix sebagai asosiasi terbesar dan yang paling berkuasa di atas dunia kultivator ini. Hahahahah !! Aku akan meliputi seluruh dunia ini dengan asosiasi harta felix."
***
Sementara itu di lapangan pelatihan, Wang Chun dan 100 jendral perang mulai melatih 2000 pasukan baru dengan sekuat tenaga.
"Ayo, lakukan lagi ! Ayunkan lagi pedang kalian ! Apakah kalian laki-laki ?! Lakukan dengan lebih kuat !!"Wang Chun terlihat memarahi 500 pasukan berpedang yang di latih olehnya, dia juga di bantu oleh beberapa jendral perang lainnya.
"Ayo, mainkan lagi tombak kalian !!"Salah satu anggota Wang Chun yang bernama Zhang Li si ahli tombak terlihat melatih 500 pasukan nya.
Sementara itu di sebuah lahan yang di gunakan untuk berlatih memanah, Li Wei terlihat melatih 500 pasukan pemanah dengan tegas.
"Lakukan lagi ! Lagi dan lagi, bila perlu sampai tangan kalian lepas. Jika kalian tidak mengerti juga, lebih baik jadi budak saja daripada merengek tidak jelas di medan perang nanti."
Sementara itu di dalam kamp sementara, Lieh terlihat sedang membuat racun dari bisa ular dan darah katak, racun itu kemudian di oleskan pada ujung anak panah, pedang, dan tombak.
"Hehehe, rasakan racun buatan ku.."
****
Di lapangan posko kesehatan, Yin Hao terlihat sangat sibuk mempersiapkan pil penunjang. Dengan memanfaatkan sumberdaya yang tersisa, setidaknya Yin'Hao telah membuat kurang lebih 1000 pil penunjang yang pastinya tidak akan cukup untuk hari ini saja.
"Ternyata hanya bisa sebanyak ini, lebih sedikit dari yang ku perkirakan namun setidaknya bisa di berikan kepada sebagian pendekar dulu, sisanya tinggal menunggu kedatangan sumberdaya nona Wu Xie besok. Aku harus pulang dulu untuk mencatat resep obat penunjang yang memiliki khasiat lebih baik, sekalian saja meningkatkan kualitas nya karena siapa tau akan berguna bagi ku kedepannya. Meskipun sekarang masih belum berguna karena tingkatan kultivasi ku sudah menembus dunia ini, tidak ada salahnya bersiap-siap."
Yin Hao menatap ke segala arah, namun tidak menemukan nona Ryu An di manapun, padahal seingatnya gadis itu selalu berada di dekatnya.
"Aneh sekali, dimana dia ?"
Yin Hao berjalan mengelilingi tempat itu dan akhirnya menemukan Ryu An sedang tertidur di dekat tungku obat.
Dari belakang Li Ming menghampiri gurunya karena sempat melihatnya mondar-mandir seperti sedang mencari sesuatu.
"Ada apa guru, apakah kau sedang mencari sesuatu ?"
"Tidak, sesuatu yang sedang ku cari sudah ketemu. Ming'er, bisakah kau membantuku membawa nona An pergi ke kamarnya ? Guru ingin menemui raja Zhu sebentar, mungkin baru akan pulang nanti malam."
"Kenapa tidak guru saja ? Aku sedang sibuk ??"Li Ming menghela, sambil mengangkat kedua bahunya.
Yin Hao menatap Li Ming, lalu berkata.
"Satu-satunya kesibukan mu adalah menjahili ku dan Chen'er, sekarang bawa nona An pergi ke kamarnya atau ku hukum ?
"Baik, baik. Padahal ini juga demi kebaikan guru, agar guru tidak melajang sampai mati."Li Ming mengangkat tubuh Ryu An dan membawanya pergi.
Yin Hao bergegas pergi menuju kerajaan, masih ada banyak pekerjaan yang menunggunya jadi ia harus cepat.