
Keterkejutan luar biasa langsung di rasakan semua orang atas apa yang telah diperlihatka Yin Hao, tidak seberapa terkejutnya di bandingkan Tong Yu yang berhasil menerobos sebanyak dua kali setelah segelnya terlepas.
Pemuda itu terlihat sangat senang namun juga tidak sedikit merasa kebingungan, kemudian iapun bertanya.
"Bagaimana bisa kau mengetahui tentang penyakit ku dan bagaimana mungkin kau bisa menyembuhkannya tanpa menggunakan obat, seperti tabib-tabib yang pernah ku temui ?"
"Jendral Yu, aku mengetahui masalah mu ketika sebelumnya kita berjalan bersama. Secara tidak sadar kau sudah menceritakan beberapa informasi tentang tubuh mu yang memiliki dantian tersegel, namun beruntung segel itu tidak bersifat permanen sehingga langsung bisa ku atasi hanya dengan memberikan banyak sekali pasokan energi alam ke dalam dantian mu...
Energi alam dalam jumlah besar yang kuberikan berhasil memaksa dantian mu untuk terbuka kembali, itulah alasan kenapa kau langsung bisa menerobos sebanyak dua kali.
Pada dasarnya dantian tersegel bukanlah penyakit, namun sebuah cacat lahir yang jarang sekali di temui, karena itulah obat apapun tidak akan berkesan sama sekali untuk mengatasi dantian tersegel karena memang bukan penyakit.
Semua orang di buat terpukau dengan penjelasan Yin Hao yang menyeluruh. Mulai muncul rasa hormat di hati setiap orang terhadap Yin Hao yang memiliki ilmu pengetahuan jauh lebih luas di bandingkan tabib yang raja Qin Zhu kenal.
Sontak semua petinggi kerajaan segera berdiri dan membungkuk kepada Yin'Hao, kecuali sang raja yang terlihat hanya bisa tersenyum senang melihat sebuah harapan di hadapannya.
"Tolong bantu kerajaan kami, tuan !"Ucap para petinggi dengan kompak.
"Tentu saja. Sekarang kumohon berdirilah, aku bukan orang yang pantas menerima hormat kalian."Ujar Yin Hao karena merasa tidak nyaman.
Raja Qin Zhu berdiri dari tahtanya sambil merentangkan kedua tangan dengan menyuguhkan senyuman terbaiknya, lalu berkata.
"Tenang saja tabib Hao. Kumohon jangan sungkan, karena seorang tabib di dunia ini adalah orang yang paling di hormati. Mulai sekarang ku mohon kerjasamanya, anda boleh meminta apapun yang anda butuhkan untuk jasa ini."
Yin Hao menggeleng pelan."Terimakasih atas niat baik mu, raja Zhu. Namun untuk hal ini aku tidak ingin minta imbalan karena sudah menjadi kewajiban ku membantu antar sesama. Tapi bisakah anda menyiapkan sebuah lapangan serta beberapa jenis tanaman obat dalam jumlah besar ? Aku akan menulis jenis-jenis tanaman itu nanti dan akan memberikannya kepada raja. Dan ku mohon untuk mengumpulkan para prajurit yang terluka ke lapangan yang telah di sediakan, besok aku akan mulai mengobati mereka."
Raja Zhu yang mendengar permintaan Yin'Hao sontak merasa begitu keheranan. Jika sebagian orang akan memanfaatkan kesempatan besar sekali seumur hidup itu untuk mendapatkan kekayaan atau kedudukan. Berbeda halnya dengan Yin Hao, yang justru menolak di berikan imbalan dan lebih memilih menggunakan kesempatan besar itu untuk menolong para prajurit yang terluka.
"Kau sangat baik hati tabib Yu. Jelas aku akan mengabulkan semua permintaan itu, namun meski begitu aku masih merasa tidak tenang jika masih tidak bisa membalas jasa mu."Ucap Qin Zhu dengan sedikit murung.
Karen para orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi memang merasa serba salah jika tidak di berikan kesempatan membalas budi untuk sebuah alasan. Bahkan mereka akan memberikan apapun yang orang lain minta untuk membalas budi.
Karena itu Yin Hao mau tidak mau meminta sesuatu agar raja Qin Zhu tidak merasa serba salah lagi.
"Karena raja Zhu sudah berkata demikian, maka aku hanya ingin meminta sebuah topeng biasa yang bisa menutupi hawa keberadaan ku."
Mendengar permintaan itu, segera kelopak mata raja Qin Zhu melebar dan merasa senang."Itu adalah hal yang mudah, tabib Hao. Kau yakin tidak ingin meminta hal yang lain ?"
"Tidak raja Zhu. Satu benda itu sudah cukup bagiku."
Raja Qin Zhu mengangguk, kemudian memerintahkan Tong Yu untuk mengantar Yin Hao ke kediamannya yang sudah di sediakan kerajaan, tempatnya berada di bagian barat kerajaan.
Karena kerajaan Qin sangat luas sekali. Yin Hao, Yu Chen dan Li Ming di antar ke kediaman mereka dengan menggunakan kereta kuda yang biasa di pakai oleh para bangsawan.
Ketika masih berada di dalam perjalanan. Yu Chen dan Li Ming nampak asik berbincang mengenai kerajaan Qin yang sangat indah dan juga luas, sementara Yin Hao hanya diam-diam mendengarkan perbincangan mereka sambil menoleh ke arah luar jendela.
Dari dalam pakaian Yin Hao, terlihat Ling'ling dalam wujud bayi harimau beranjak keluar sambil menguap setelah tidur selama beberapa hari.
Hewan penjaga itu merasa sangat bahagia bisa mengikat kontrak dengan Yin Hao karena tuannya memiliki banyak sekali tenaga alam yang tidak tahu kapan habisnya, sehingga dirinya senantiasa bisa menyerap tenaga alam itu kapanpun yang dia mau.
"Kau sudah bangun ?"
"Iya, tuan. Sepertinya kekuatan ku sudah meningkat kembali, ini semua berkat tenaga alam mu."
"Sebaiknya kau jangan terlalu rakus. Karena jika terlalu banyak menghisap tenaga alam, maka sisa-sisa tenaga itu malah menumpuk menjadi lemak di sekitar dagu mu."
Mendengar hal itu sontak Ling'ling terkejut, di tambah lagi kaca jendela di hadapannya memantulkan bayangan seekor bayi harimau yang obesitas."Apa-apaan lipatan lemak di perut ku ini ? Kemana hilangnya otot-otot perutku ? Jika begini aku bisa kehilangan gelar ku yang di kenal sebagai hewan paling perkasa."
Li Ming yang memperhatikan hal itu, sambil tertawa berkata."Hahaha.. Menurut ku lebih baik kau begitu saja, toh kau bisa mendapatkan gelar baru seperti raja obesitas atau semacamnya."
"Jangan menghina ku dasar si4lan ! Kau itu sedang berhadapan dengan raja hutan, tunjukan sikap hormat mu."
Hinaan Ling'ling membuat Li Ming kesal, gadis itu mengepal sambil berkata.
"Kau bilang apa, huh ?! Sepertinya malam ini kami akan makan daging harimau."
Segera Ling'ling kembali masuk ke dalam pakaian Yin Hao karena merasa takut melihat iblis wanita itu.
Beberapa saat kemudian, sampailah mereka di sebuah kediaman pribadi yang begitu mewah. Kereta kuda itupun segera berhenti di depan sebuah villa, kemudian Yu Chen dan Li Ming berjalan keluar dan segera terpukau dengan kemewahan villa di hadapan mereka.
"Aku pasti sedang bermimpi, tolong bangunkan aku."
"Kak, sepertinya ini nyata. Buktinya kedua mata mu masih terbuka."
"Sialan, aku hanya bercanda."
"Terimakasih sudah mau mengantar kami, jendral Yu."
Tong Yu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, jelas ini bukanlah apa-apa jika di bandingkan dengan bantuan besar yang di berikan Yin Hao kepadanya.
"Sejujurnya bantuan ku ini tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan bantuan mu, tabib Hao. Sejujurnya saat ini aku tengah bingung memikirkan barang seperti apa yang bisa ku berikan kepada mu sebagai balas jasa sebelumnya. Belum lagi kedepannya kami akan sangat merepotkan tabib."
"Sepertinya yang terlalu sungkan itu sebenarnya kalian. Kau tidak perlu memberikan imbalan kepadaku karena tugas seorang tabib adalah untuk membantu orang-orang, bukan, kah begitu ? Dan tolong berikan kertas bertuliskan tanaman obat yang ku minta ini kepada raja Qin Zhu."
Yin Hao memberikan kertas di tangannya kepada Tong Yu. Setelah menerima kertas itu, Tong Yu membungkuk dan memberi hormat kepada Yin Hao kemudian meninggalkan tempat itu dengan kereta kudanya.
"Guru, apa yang kau tunggu ? Ayo kita masuk, aku sudah tidak sabar untuk melihat keadaan di dalam bangunan itu."
Yin Hao hanya mengangguk kemudian mengikuti kedua muridnya yang berjalan di depan karena sudah tidak sabar.
Ketika berada di dalam villa langit. Ruangan pertama kali yang mereka temukan adalah ruangan tamu yang begitu lebar, serta dua buah lorong di kanan dan kiri.
Di sana terlihat seorang pria paruh baya berpakaian rapih berjalan menghampiri Yin Hao dan kedua muridnya. Pria itu tersenyum ramah dengan mata terpejam, membuatnya terlihat nampak sangat profesional sebagai pelayan.
"Anda pasti adalah tabib Hao."
Yin Hao mengangguk pelan."Benar, dan siapa anda ?"
"Perkenalkan nama ku Sin Yintian, kepala pelayan di villa langit ini. Kedepannya akulah yang bertanggung jawab atas segala keperluan tuan-tuan dan nona sekalian selama menetap di villa ini. Mereka semua ini adalah bawahan ku, mereka juga akan membantu membersihkan rumah dan melakukan apa yang kalian minta."
Kepala pelayan Tian memperkenalkan 20 orang pelayan perempuannya yang cantik-cantik.
Segera perempuan-perempuan itu mengerumuni Yin Hao dan hanya sebagian kecil yang mendekati Yu Chen dan Li Ming.
Pelayan-pelayan itu menyebutkan segala kemahiran mereka untuk menarik perhatian Yin Hao agar dia mau memilih beberapa di antara mereka untuk membantunya.
"Tuan, aku mahir dalam memasak,
bisa membuat mu betah di villa ini dengan masakan ku."
"Tuan, aku sangat kuat. Bisa memotong kayu dan membantumu memperbaiki kasur."
"Tuan aku bisa menghangatkan kasur mu serta mahir dalam segala gaya."
"Ma-maaf nona, bisakah kalian geser sedikit."Yin Hao terlihat kesusahan bergerak karena perempuan-perempuan yang mengerumuninya.
Melihat Yin Hao yang merasa risih dan terganggu, segera kepala pelayan Tian menjelaskan.
"Maafkan aku tuan, mereka memang suka seperti itu. Agar mereka tidak terus-menerus mengganggumu, kau harus memilih salah satu dari mereka."
Segera Yin Hao merasa ada yang aneh dengan ucapan kepala pelayan Tian, seakan dia sedang memaksa secara lembut agar Yin Hao membawa salah satu pelayan bawahannya. Padahal jika Yin'Hao menolak, seharusnya mereka tidak ada yang mengganggu, pasti ada sesuatu di baliknya sehingga Yin Hao harus berpura-pura termakan ucapan pelayan Tian untuk mengetahui rencana pria tersebut.
"Sebelum memilih, aku ingin bertanya. Siapa perempuan itu ?"Yin Hao menunjuk ke arah seorang perempuan biasa yang berdiri paling belakang, hanya perempuan itu yang bersikap netral ketika yang lain mencoba menarik perhatian Yin Hao.
"Dia.. Adalah pelayan pertama di villa ini, namanya Riu An. Perempuan itu bisu dan tidak ada yang spesial darinya, lebih baik tuan memilih yang lain karena masih banyak pelayan yang lebih cantik dan memiliki kemampuan tinggi di bidangnya masing-masing."
"Kenapa ucapan mu terdengar seperti memaksa."Kedua alis Yin Hao mengerenyit, sengaja menyinggung pria tersebut.
Segera pelayan Tian menjadi menjadi serba salah, lalu berkata."Ak-aku adalah kepala pelayan, sudah seharusnya menyediakan yang terbaik untuk kalian."
"Aku memilih wanita bisu itu."
"Ta-tapi tuan.."Pelayan Tian hendak kembali menyela, namun kata-katanya tersendat di tenggorokan ketika melihat kedua mata Yin Hao yang tajam menatap ke arahnya.
Segera Yin Hao pergi sambil menarik pelan tangan Riu An.
Sementara Yu Chen dan Li Ming yang menyadari sikap guru mereka yang aneh, ikut merasa ada yang aneh dengan pelayan-pelayan di villa itu terutama pelayan Tian.
Pria itu menatap ke arah mereka dan berkata."Apakah kalian sudah memilih ?"
Yu Chen tersenyum canggung, kemudian melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Li Ming.
"Aku sudah memiliki seorang istri, untuk apa memilih pelayan."
"Be-benar."Ujar Li Ming.
Ekspresi pelayan Tian sedikit berubah. Iapun menyuruh salah satu pelayannya untuk mengantar Yu Chen dan Li Ming ke kamar mereka.